Tips Agar Anak Semakin Cinta Al-Qur’an

Murid Bina Amal membaca Qur'an saat acara Malam Bina Iman dan Taqwa
Miris memang jika kita memperhatikan anak-anak kecil sekarang, bukan Al-Qur’an yang mereka baca, bukan Sholawat yang mereka lantunkan melainkan lagu-lagu band lebih parah lagi lagu-lagu cinta yang entah apa itu manfaatnya.

Dikota-kota besar banyak sekali pemuda yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Ironisnya di bangku sekolah mereka bisa mendapatkan prestasi yang membanggakan namun disisi lain mereka tidak lancar dan bahkan tidak bisa membaca Al-Qur’an. Berikut bebrapa tips dari Yahya Ayyas agar anak cinta kepada Al-Qur’an, mudah-mudahan cita-citanya kelak menjadi seorang Hafidz/Hafidzah (penghafal) Al-Qur’an


1 – Memperdengarkan Al-Quran ketika masih dalam Janin

Janin dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan spiritual dari ibu dan sekitarnya selama kehamilan. Jika wanita hamil tetap dalam mendengarkan Al Qur’an, mereka akan merasa nyaman dan kenyamanan psikologis ini akan berpengaruh secara positif pada status embrio. Karena Al-Quran memiliki pengaruh rohani kepada pendengarnya dan meskipun ia tidak mengetahui bahasa Arab.
Kenyamanan Anda ketika mendengarkan Al-Quran adalah kenyamanan pula bagi bayi Anda. Aktifitas Anda mendengarkan Al-Quran walau dalam waktu yang relatif singkat akan mempengaruhi Anda dan bayi sepanjang hari.

2 – Memperdengarkan Al-Quran Ketika Masa Menyusui

Telah ditetapkan secara ilmiah bahwa bayi yang masih dalam menyusui akan sangat terpengaruh terhadap alam sekitar dan pada saat itu pendengaran sudah mulai bekerja. Akan tetapi pada waktu itu  Si bayi, hanya bisa menyimpan informasi dan kosa kata tapi tidak dapat mengembalikan atau menggunakan pada masa bayi tapi dia bisa melakukannya setelah masa kanak-kanak. Oleh karena itu, jika bayi mendengarkan Al-Quran setiap hari selama 5-10 menit (katakanlah 5 menit pagi dan sore) akan meningkatkan kosakata yang disimpan dengan membuatnya lebih mudah untuk mengambil dan bahkan untuk menghafal Al-Quran nantinya.

3 – Membacakan Al-Quran Di Depannya (naluri mengikuti)

Poin ini akan meningkatkan kesenangan anak untuk mengikuti sesuatu yang telah menjadi fitrahnya. Setiap anak dilahirkan secara fitrah (suci), selanjutnya kedua orang tuanyalah …)

4 – Memberikannya Mushaf Khusus Untuknya (naluri memiliki).

Pemberian hadiah Anda kepada buah hati akan memberikan rasa cinta memiliki terhadap sesuatu kepadanya. Meskipun naluri ini akan tampak jelas dengan hubungan anak terhadap mainannya, namun hal dapat ditemukan juga terhadap hadiah yang ia terima. Kaitkanlah ia selalu dengan Al-Quran sehingga ia dapat membaca dan membolak-balikkannya kapanpun ia mau.

5 – Buatlah Kesepakatan Dengannya Untuk Menghatamkan Al-Quran dengan Memberinya Pesta Kecil

Poin ini adalah untuk mempererat hubungan si buah hati dengan Al-Quran. Hal ini akan dapat terus berlanjut dengan menghatamkan salah satu juz tertentu dari Al-Quran. Kemudian berikanlah ia pesta kecil untuk merayakannya sebagai hadiah sederhana dan untuk menepati janji kepadanya. Ide ini juga akan merangsang anak dan mendorong yang lainnya sesuai dengan apa yang telah disepakati untuk dicapai.

6 – Ceritakanlah Kepadanya tentang Kisah-Kisah di Dalam Al-Quran

Anak sangat senang dengan cerita-cerita. Maka ceritakanlah untuknya kisah-kisah yang ada di dalam Al-Quran sesuai dengan kemampuan bahasanya. Cerita-cerita harus dibatasi dengan apa yang tercantum dalam Al-Quran saja, kemudian di akhir cerita adalah membaca teks Al-Quran tentang kisah itu agar semakin kuat daya ingatnya.

7 – Buatlah Perlombaan dengan Surat-surat Pendek (bagi mereka yang berada dalam usia 5 atau lebih).

Kontes ini adalah antara dia dan saudara-saudara, atau antara dia dan dirinya sendiri.
Seperti pertanyaan dan jawaban yang sepadan dengan tingkat.
Sebagai contoh, ibu dapat bertanya padanya untuk:
Firman yang artinya perjalanan dalam surat Quraisy? Jawab : Rihlatun
Dua musim yang ada di dalam surat Quraisy? Jawab : Sebuah musim dingin dan musim panas. Dan lain sebagainya. Jadi, sepadan dengan usia dan pemahaman anak.

8 – Ikatlah Unsur-unsur Lingkungan dengan Ayat Al-Quran

Kosakata ini: air / langit / bumi / matahari / bulan / malam / hari / kelapa / anggur / spider / dll
Anda dapat menggunakan indeks atau meminta kepadanya untuk mencari setiap pembicaraan tentang langit misalnya, atau yang lainnya.

9 – Tebak-tebakan, “Di manakah Terdapat Kata Ini?”

Ini adalah permainan yang menyenangkan bagi Anak dan bermanfaat baginya untuk meningkatkan kosa katanya. Hal ini juga dapat meningkatkan daya ingatnya terhadap ayat Al-Quran.

10 – Jadikanlah Al-Quran Sebagai Temannya Di mana saja.

Anda dapat menerapkan ide ini dengan meletakkan juz amma misalnya, di dalam tasnya. Hal ini akan dapat memberikan angin segar dan menambah kelekatannya dengan Al-Quran terutama dalam situasi ketegangan dan ketakutan, maka ia merasa aman selama ada Al-Quran di dekatnya.

11 – Kaitkanlah Ia Selalu dengan Sarana-sarana Al-Quran

(Saluran Televisi Al-Quran, kaset, DVD, radio, dll)
Ide ini merangsang keinginan dan persaingan dalam tradisi membaca dan menghafal, terutama jika kontestan/yang membacanya adalah anak yang usianya sama dengannya.

12 – Beli DVD tentang Pendidikan

Anda dapat menggunakan beberapa program dalam komputer untuk tujuan ini. Intinya adalah hal-hal membantu untuk mengoreksi bacaan serta hafalannya

13 – Dorong ia untuk berpartisipasi dalam kompetisi (di rumah / masjid / perpustakaan / sekolah / dll ….)

Kompetisi adalah kebiasaan alami pada anak-anak dan dapat mengambil keuntungan dari naluri ini dengan menghafal Al-Quran. Sebagai anak mungkin ia akan menolak untuk membaca atau menghafal Al-Quran sendirian. Akan tetapi ia akan terdorong dan termotivasi, jika masuk dalam kontes atau sejenisnya. Hadiah dan hadiah, salah satu hal yang mendorong anak untuk menghafal Al-Quran.

14 – Rekam Suaranya Ketika Membaca Al-Quran

Rekaman ini dapat mendorong dia dalam menghafal Al-Quran bahkan jika ia lupa sesuatu dari ayat-ayat atau surat, maka mendengar suaranya sendiri dapat membuatnya merasa mampu untuk menghafalkannya lagi.

15 – Dorong Ia Untuk Berpartisipasi Dalam Acara Sekolah dan perayaan lainnya.

Partisipasi anak Anda di sekolah terutama dalam pembacaan Al-Quran, dapat mendorong anak untuk berusaha menjadi berbeda dan kreatif dalam membaca ini. Terutama jika ia mendengar kata-kata pujian dari guru dan rekan-rekannya. Perlu para orangtua berkomunikasi dengan guru yang bertugas di sekolah untuk memperbaiki kesalahan yang mungkin terjadi.

16 – Dengarkan Dia Saat Menceritakan Kisah Al-Quran

Kesalahan yang dibuat oleh beberapa pendidik adalah ketidakpedulian mereka ketika anak memotong pembicaraannya kemudian malah memintanya untuk diam pada saat kita sedang berbicara kepadanya. Maka hendaknya, ketika anak bercerita tentang kisah di dalam Al-Quran kita mendengarkannya sekaligus membenarkan kesalahan yang terjadi karena kurangnya pemahaman atau kosa kata yang ia miliki.
Anak lebih suka bercerita sendiri daripada ia harus mendengarkan cerita dari yang lain. Hal ini juga akan meningkatkan seni menyampaikan dan bercerita baginya.

17 – Menjadikannya Imam Shalat  (khususnya shalat dalam nafilah)

Ibu bisa melakukannya dengan anaknya di rumahnya secara bergantian terutama dalam shalat-shalat sunnah.

18 – Ikutkan Ia Dalam Pertemuan Keluarga

Pertemuan keluarga untuk membaca Al-Quran dapat membuat anak merasakan rasa dan efek yang lain dari Al-Quran. Usahakanlah ada walalupun hanya 5 menit.

19 – Dorong Ia Untuk Mengikuti TPA di Masjid

Poin ini sangat penting bagi kemampuan membaca anak dan tajwidnya di samping adanya kompetisi.

20 – Perhatikan Tentang Pertanyaannya Seputar Al-Quran

Upayakan untuk dapat menjawab pertanyaannya secara sederhana dan mudah sesuai dengan pemahaman, dan mungkin Anda bisa menukilkan sebuah kisah untuk dapat memperjelasnya.

21 -Sediakan Sebuah Kamus Bahasa yang Sederhana (10 tahun ke atas)

Hal ini dapat memperkaya kosakata orangtua dan anak.


22 – Belajar dengan Para Ulama

Bergurunya anak dengan para ulama akan dapat menghilangkan rasa takut dan malu. Sehingga ia akan dapat langsung bertanya dan berdiskusi dengannya.

23 – Menghubungkan Kurikulum Pelajaran Al-Quran

Hendaknya seorang pendidik dapat menghubungkan pelajaran-pelajaran dengan ayat-ayat Al-Quran.

24 – Menghubungkan Kosakata Harian dan Peristiwa dengan Al-Quran

Misalnya, ketika anak melakukan pemborosan, maka ingatkanlah ia dengan larangan yang ada di dalam Al-Quran dan begitu seterusnya.

Semoga Para Orang Tua Dapat Mengambil Manfaat Yang ada Dan Dapat Menerapkannya Kepada Buah Hatinya…Semoga Menjadi Anak yang Soleh & Solehah.. Amin..Wallahu A’lam

Posting Komentar

[blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget