Juni 2014


Assalamu'alaikum wr. wb.
Ykh.Bapak/ibu orang tua siswa SMPIT Bina Amal. Menginformasikan PERUBAHAN/REVISI JADWAL MASUK Tahun Didik 2014/2015sebagai berikut :


Agenda
Kelas 7
Kelas 8
Kelas 9
Jadwal Masuk
Ahad, 
13 Juli 2014 
Jam 13.00
Sabtu, 
12 Juli 2014 
Jam 15.00
Sabtu,
12 Juli 2014 
Jam 15.00
MOS, Pesantren Ramadhan, Matrikulasi
14-20 Juli 2014
Libur Ramadhan dan Hari Raya
21 Juli – 9 Agustus 2014
Masuk setelah lebaran
10 Agustus 2014 maksimal jam 15.00


Demikian informasi Perubahan / Revisi Jadwal Tahun Didik 2014/2015. Semoga menjadikan periksa.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

  1.  Memberikan perhatian serius dan kontak mata ketika anak menyampaikan pendapat atau perasaannya.
  2. Mendengarkan dengan sabar tentang apa yang coba diutarakannya. Kemampuan anak dalam memilih kosa kata lebih lambat daripada orang dewasa.
  3. Mendengarkan tanpa memotong pembicaraan. Jangan menyela sebelum ia selesai berbicara. Sulit memang untuk menyimak dan menangkap isi pembicaraannya, tapi hargai hak mereka untuk berbicara dan memberi pendapat.
  4. Menunjukkan ketertarikan ketika anak berbicara. Mintalah anak untuk berpendapat tentang hal yang dilakukannya. Bila Anda menunjukkan ketertarikan akan ide dan perasaannya, tentu ia akan merasa nyaman memberikan pendapatnya pada Anda.
  5. Memperhatikan hal menarik yang diungkapkan anak. Dalam obrolannya, ada suatu hal yang membuat Anda tertarik. Gali dengan pertanyaan baru tentang hal menarik itu, maka anak akan merasa dihargai akan merangsang kepercayaan dirinya dalam berpendapat.
  6. Merefleksikan perasaan kita pada anak. Kunci sukses mengobrol dengan anak adalah menempatkan diri kita pada ’sepatu’ lawan bicara. Gunakan gaya empati saat berbicara dengan anak. Caranya bisa dengan membantu anak mengenali perasaannya sendiri. Misalnya, ”Mama ngerti kenapa kamu sebal sama gurumu itu”.
  7. Mempertegas hal-hal yang disampaikan anak dengan bahasa kita. Kosa kata kita yang beragam akan membantunya mengenali konsep dan ide.
Endah Silawati, S.Pd


Sumber : http://parentingislami.wordpress.com/


Pernahkah Anda memperhatikan kira-kira berapa jam dalam sehari anak Anda menghabiskan waktunya menonton TV dan bermain games? Jika dalam satu hari totalnya mencapai lebih dari 2 jam, maka Anda harus menyadari bahwa aktivitasnya di depan layar sudah terlalu banyak. Aktivitas yang menyebabkan anak hanya duduk pasif seperti itu harus dikurangi ya. Bahkan, sejak dini pun anak-anak perlu berolahraga. Berlari, melompat, dan berbagai aktivitas fisik lainnya sebenarnya adalah olahraga untuk anak.

Untuk mengeksplor dan menyalurkan energi mereka, anak-anak perlu aktif bergerak. Selain tubuh anak menjadi lebih sehat dan kuat, otot-ototnya juga terlatih sehingga lebih kencang, dan tulangnya pun lebih kokoh. Selain itu, organ-organ tubuh lainnya seperti jantung, paru-paru, dan lain-lain juga pasti akan lebih sehat. Banyak penelitian membuktikan bahwa anak yang minim melakukan aktivitas fisik cenderung menderita obesitas. Kondisi tersebut tentu berbahaya bagi kesehatan anak secara menyeluruh. Dan, untuk mengatasinya, tidak ada cara lain selain anak harus lebih aktif bergerak (berolahraga), karena anak tidak dianjurkan sembarang menjalani diet.

Dan ternyata, ada efek lain dari aktif bergerak, yaitu dapat meningkatkan hormon yang menciptakan rasa senang sehingga anak akan lebih happy. Jangan ragu untuk beraktivitas fisik bersama anak. Sebab, hal ini akan meningkatkan bonding orang tua dengan anak, membangkitkan rasa percaya dirinya, dan mengajari anak tentang team work serta aturan dalam bermain. Jika usianya sudah cukup, memasukkannya ke dalam klub olahraga boleh dipertimbangkan. Selain mengembangkan skill dan menyalurkan minatnya, anak akan belajar untuk bersosialisasi dan mengembangkan sikap-sikap positif seperti sportif, kerja keras, dan terdorong untuk berprestasi.   

Sumber : http://www.parenting.co.id/



Ajak anak berhemat sejak kecil dan memulainya dengan urusan perlengkapan sekolah. Tip dari berikut ini bisa Anda coba:

1. Buat inventarisasi

Lakukan semacam inventarisasi setiap akhir tahun ajaran sekolah. Pilih mana yang masih bagus dan bisa dipakai lagi, mana yang harus dibuang, dan mana yang perlu beli baru sebagai pengganti yang lama. Yang lebih penting adalah ‘menahan diri’ untuk tidak tergoda membeli apa yang masih bagus di rumah hanya karena tertarik melihat bentuk peralatan sekolahnya lucu, atau gambar karakternya yang pasti disukai anak,” katanya.

2. Miliki tempat penyimpanan yang baik

Sediakan lemari khusus untuk menyimpan beragam perlengkapan sekolah – terutama pernak-pernik yang kecil-kecil, seperti gunting, penggaris, pensil, rautan, dan sebagainya. Minta anak memeriksa lemari itu secara berkala dan bila ia melihat benda-benda di situ rata-rata masih bagus kondisinya dan masih bisa dipakai lagi di tahun ajaran yang baru, ia tidak akan membeli yang baru.

3. Cobalah untuk kreatif

Siapa bilang krayon-krayon yang sudah patah tak bisa lagi digunakan? Kalau ukurannya sudah terlalu pendek untuk digenggam, Anda bisa menambahkan kertas yang digulung dan diselotip di ujung krayon-krayon tersebut supaya jadi lebih mudah dipegang. Agar lebih menarik, Anda bisa menggunakan kertas warna-warni sebagai gagang.

4. Beri label

Beri label di peralatan sekolah anak, agar ia tidak mudah menghilangkan barang-barang tersebut.

5. Libatkan anak-anak

Upaya penghematan itu tentu saja tidak bisa Anda lakukan sendirian, Ma. Anak pun harus tahu dan berperan serta. Ajak anak terlibat dalam setiap upaya penghematan yang ia lakukan. Ia menjelaskan hal ini dalam bahasa yang sederhana agar lebih mudah dimengerti , dan mengajak lebih berhati-hati dengan barang-barangnya agar tak mudah hilang atau rusak.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Anak Anda kehilangan uang makan siangnya di sekolah – dan sekarang waktu bermain bersamanya harusdibatalkan. Seketika Ia melempar mainan legonya ke dinding sehingga hancur dan terserak dimana-mana. Jantung Anda seakan berhenti berdetak. Apakah perilakunya saat marah tadi akan menjadikannya menyukai kekerasan saa Ia besar nanti? Heather Shumaker, penulis buku It’s Ok Not To Share, berkata bahwa, “Frustasi dan kemarahan merupakan emosi yang normal, dan anak-anak memerlukan tindakan fisik yang kuat untuk membebaskan amarah mereka.” Namun, agar anak dapat mengarahkan perasaannya dengan baik, minta anak mencoba hal-hal di bawah ini:

1.    Berlari-lari mengelilingi ruang tamu atau ruangan lain di rumah yang paling besar sebanyak 30-50 kali putaran; begitu Ia menghitung sudah berapa kali putaran, Ia akan lupa dengan amarahnya, dan Ia sudah terlanjur lelah.

2.    Masuk ke dalam kamar mandi, atau basement rumah (jika ada), atau tempat tertutup lain di rumah, lalu menarik napas dan membuang napasnya sambil berteriak kencang. Hal ini akan memberikannya kelegaan tanpa harus menakuti saudaranya, atau tetangga.

3.    Seolah-olah sedang melakukan karate-chop (memotong batu bata dengan tangan), tapi ganti batu bata dengan kertas kado. Tindakan ini akan membuat anak merasa powerful dan dapat melepaskan rasa kesalnya.

4.    Berlari mengelilingi rumah, dan lakukan berulang kali. (Setelah beberapa kali, rasa marahnya mungkin akan berubah menjadi tawa).

5.    Melemparkan sesuatu ke atas pohon. Ini akan sedikit berantakan, tapi Ia tidak akan menyakiti siapapun.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Pastikan anak Anda tetap sehat secara fisik, mental, dan kognitif selama libur. Caranya? Menurut Thio Chong, psikolog konsultan dari Brain Optimax di Kelapa Gading Square, Jakarta, yang sekaligus merupakan pendiri dan direktur  Eastopia Consulting di Sydney, Australia, beberapa aktivitas berikut bisa membuat otak anak tetap tajam selama liburan atau di akhir pekan: 

- Olahraga.
 Ketika anak melatih tubuhnya, maka ia juga melatih otaknya. Olahraga tidak hanya meningkatkan peredaran darah yang akan menambah energi bagi saraf, tapi juga mempengaruhi pembentukan saraf-saraf baru.

- Pola makan yang baik.
 Masukkan makanan berwarna pelangi, terutama dari buah dan sayuran, ke dalam menu sehari-harinya.

- Istirahat yang cukup.
Faktanya, tidur merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kesehatan otak. Anak yang memiliki masalah dengan tidur juga kesulitan dalam mempertahankan memori. Jika anak telanjur memiliki kebiasaan tidur larut malam, liburan kali ini merupakan saat yang tepat untuk mengatur kembali kebiasaan tidurnya.

- Latihan otak/stimulasi mental.
Cara untuk mendapatkan otak yang sehat adalah dengan belajar, melakukan aktivitas baru, dan mening­katkan tantangan. Kunci dalam melakukan latihan otak yang efektif adalah tantang­an yang baru, variatif, dan terus menerus.

Saat ini, para ahli telah merekomendasikan program latihan komputer yang memiliki lebih banyak variasi untuk meningkatkan level tantangan. Ketika berbelanja program komputer, carilah yang bertuliskan (neuro) plastisitas yang akan membantu otak membentuk aliran saraf baru dan bekerja di daerah seperti memori, atensi, pendengaran, peningkatan penalaran, konsentrasi, pemrosesan kecepatan dan keterampilan visual spasial.

Banyak program klinis atau pelatihan yang disesuaikan untuk melatih area tertentu kognitif anak atau fungsi sosial emosional seperti EEG-Biofeedback yang tersedia di Indonesia. Bicarakan dengan psikolog sekolah atau dokter anak Anda untuk mendapatkan informasi dan program yang dianjurkan.

Sumber : http://www.parenting.co.id/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget