Pastikan anak Anda tetap sehat secara fisik, mental,
dan kognitif selama libur. Caranya? Menurut Thio Chong, psikolog
konsultan dari Brain Optimax di Kelapa Gading Square, Jakarta, yang
sekaligus merupakan pendiri dan direktur Eastopia Consulting di Sydney,
Australia, beberapa aktivitas berikut bisa membuat otak anak tetap tajam selama liburan atau di akhir pekan:
-
Olahraga.
Ketika anak
melatih tubuhnya, maka ia juga melatih otaknya. Olahraga tidak hanya
meningkatkan peredaran darah yang akan menambah energi bagi saraf, tapi
juga mempengaruhi pembentukan saraf-saraf baru.
-
Pola makan yang baik.
Masukkan makanan berwarna pelangi, terutama dari buah dan sayuran, ke dalam menu sehari-harinya.
-
Istirahat yang cukup.
Faktanya, tidur merupakan salah satu faktor penting yang menentukan
kesehatan otak. Anak yang memiliki masalah dengan tidur juga kesulitan dalam mempertahankan memori. Jika
anak
telanjur memiliki kebiasaan tidur larut malam, liburan kali ini
merupakan saat yang tepat untuk mengatur kembali kebiasaan tidurnya.
-
Latihan otak/stimulasi mental.
Cara untuk mendapatkan otak yang sehat
adalah dengan belajar, melakukan aktivitas baru, dan meningkatkan
tantangan. Kunci dalam melakukan latihan otak yang efektif adalah
tantangan yang baru, variatif, dan terus menerus.
Saat ini,
para ahli telah merekomendasikan program latihan komputer yang memiliki
lebih banyak variasi untuk meningkatkan level tantangan. Ketika
berbelanja program komputer, carilah yang bertuliskan (neuro)
plastisitas yang akan membantu otak membentuk aliran saraf baru dan
bekerja di daerah seperti memori, atensi, pendengaran, peningkatan
penalaran, konsentrasi, pemrosesan kecepatan dan keterampilan visual
spasial.
Banyak program klinis atau pelatihan yang disesuaikan untuk melatih area tertentu kognitif anak atau fungsi sosial emosional seperti EEG-Biofeedback yang tersedia di Indonesia. Bicarakan dengan psikolog sekolah atau dokter anak Anda untuk mendapatkan informasi dan program yang dianjurkan.
Sumber : http://www.parenting.co.id/