Juli 2014


Bagi si kecil berenang kegiatan yang menyenangkan. Ternyata aktivitas bermain air ini juga memiliki segudang manfaat untuk anak-anak. Apa saja manfaatnya?
1 IQ Lebih Tinggi
Suatu penelitian di Melbourne, Australia mengukur IQ anak yang berusia 10 tahun. Ternyata hasilnya anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi memiliki IQ lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak diajarkan bernenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Gerakan anggota badan si kecil saat berenang dapat merangsang pertumbuhan sarat otak
2 Memberi Stimulasi Pada Motorik
Bermain dalam air akan membuat saraf dan otot bayi berkembang. Dengan bergerak semua bagian tubuh bayi akan terlatih walaupun terniknya belum sempurna.
3 Melatih Rasa Percaya Diri dan Keberanian
Berada dan menjelajahi kolam renang yang besar dan luas bersama orang tua akan mendorong bayi menjadi lebih berani dan Memerkuat ikatan emosi. Tidak hanya bermanfaat dari segi fisik, kebersamaan dengan sentuhan dan interaksi hangat saat mendampingi si kecil di kolam renang akan membuat jalinan emosi lebih kuat
4 kemampuan sosial
Berenang bersama-sama di kolam renang umum dengan bayi atau batita lainnya akan mengasah kemampuan beradaptasi dan berosialisasi. Biarkan si kecil “mengobrol” dan bercengkrama dengan teman-temannya.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Camilan yang enak belum tentu menyehatkan. Inilah beberapa camilan yang enak di mulut tapi buruk bagi kesehatan anak di masa depan. Jika sudah terlanjur memberikan camilan tidak sehat ini segera kurangi.

BURGER

Fakta: Isi tangkup roti, selembar keju ditambah selada dan acar akan menyetor 540 kalori, yang terbesar berasal dari lemak jenuh sebanyak 41 persen. Lemak jenuh sulit diuraikan oleh tubuh dan depat diubah menjadi kolestrol. Kandungan natrium atau sodiumnya mencapai 33 persen dari kebutuhan sehari

Pertimbangkan: Dengan pasokan kolestrol sebanyak 122 mg, sebuah burger sudah memasok lebih dari sepertiga jatah kolestrol harian. Kelebihan kolestrol akan menimbulkan risiko gangguan tekanan darah dan penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah.

NUGGET AYAM INSTAN

Fakta: enam potong nugget ayam menghasilkan 285 kalori, dimana 163 kalori berasal dari lemak dengan kolestrol sebanyak 52,8 mg. Kandungan natriumnya mengambil jatah 23 persen dari kebutuhan harian. Sedangkan proteinnya tinggi, yakni 30 persen dari kebutuhan harian.

Pertimbangkan: meski memunyai lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh, makanan ini memasok kalori yang cukup besar. Nugget dibuat dari cabikan daging ayam dan digoreng dalam minyak yang sangat banyak. Mengandung zat tambahan seperti pengawet, untuk membuatnya tahan lama.

KENTANG GORENG

Fakta: dalam 30 batang kentang goreng terdapat 201 kalori dengan kandungan karbohidrat sebanyak 50 persen. Terdapat juga serat sebanyak 1,4 gram—masih jauh dari kebutuhan asupan per hari, yakni 36 g. Kandugan lemak yang aman kurang dari 25 persen dari jumlah kalori yang dikandungnya.

Pertimbangkan: Diabetes and Obesity Center of Excellence di University of Washington in Seattle menemukan kandungan lemak yang tinggi berisiko mengacaukan sel-sel saraf otak yang mengontrol berat badan. French Fries juga mengandung garam, lemak trans dan lemak jenuh yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Pada 2006, American Journal of Clinical Nutrition memuat penelitian yang menyimpulkan kentang dan french fries meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

GRANOLA COKELAT SUSU DENGAN KACANG

Fakta: Dalam 1 potong granola bar berlapis cokelat (28 g) terdapat 150 kalori. Karbohidrat menyumbang 40 persen, yang setengahnya berasal dari gula tambahan. Kandungan lemaknya 52 persen dari jumlah kalori, dan 80 persen adalah lemak jenuh. Proteinnya 10,8 g yang menghasilkan hanya 7,2 persen dari jumlah kalorinya.

Pertimbangkan: mengandung kalori yang tinggi hanya dari sepotong kecil. Konsumsi lemak jenuh bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Meski terdapat protein, kandungan granola cokelat ini tidak banyak mengandung asam amino essensial yang dibutuhkan tubuh.

MINUMAN BERSODA

Fakta: sekaleng minuman bersoda 355-470 ml mengandung 128 kalori. Sebanyak 127 kalori bersal dari karbohidrat. Tidak ada zat gizi penting yang membantu tumbuh kembang anak dalam sekaleng soda.

Pertimbangkan: kandungan gula yang tinggi membuat anak merasa kenyang namun sebenarnya tidak mendapatkan gizi. Penelitian dalam International Journal of Clinical Practice menyebutkan bahwa minuman soda juga dapat melemahkan otot serta tulang. Ada minuman bersoda yang mengandung 35 mg kafein, sama dengan batasan asupa kafein untuk anak per hari. American Psychological Association menyatakan,

Sumber : http://parentsindonesia.com/



Gaya Belajar

Kini anak Anda telah belajar di sekolah selama beberapa bulan. Lakukan kilas balik dan periksa kembali kegiatan yang dia ikuti, kecakapan yang dia miliki, serta yang terpenting adalah pelajaran yang paling dia mampu. Ini berlaku bagi semua anak, bukan hanya bagi mereka yang bermasalah. Setiap anak, mulai dari si pintar yang selalu mendapat nilai 10 hingga si sedang-sedang saja yang berjuang agar nilainya bisa lebih dari 6, bisa mendapat keuntungan jika Anda memastikan kebiasaannya memang cocok dengan gaya belajarnya. Faktanya, anak menyerap informasi dengan cara yang berbeda-beda. Dengan memahami cara belajar yang cocok untuknya, Anda bisa menyediakan alat yang akan membantunya menguasai konsep yang akan dihadapi.

SI KUTU BUKU alias “Pembelajar Verbal”

Karakteristik: Senang membaca dan pandai berbahasa. Kemungkinan dia bisa di hampir semua bidang, kecuali matematika.

Ikuti gaya belajarnya: Gunakan kelebihannya di bidang bahasa untuk membantunya menguasai konsep matematika. “Begitu anak mempelajari sesuatu yang baru, minta dia menuliskan lalu menjelaskannya kepada Anda,” kata Mel Levine MD, penasihat Parents, profesor bidang kesehatan anak serta salah satu anggota dari organisasi All Kinds of Minds. Membiarkan masalah yang dia pecahkan ataupun teknik yang dia pelajari ke dalam gaya bahasanya sendiri akan membantunya mengingat di luar kepala, kata Dr. Levine.

SI MATA TAJAM alias “Pembelajar Visual”

Karakteristik: Bergairah pada seni, senang mengkhayal dan memberi respons terbaik pada instruksi grafis yang menarik. “Pembelajar visual bergantung terutama pada indera penglihatan untuk mendapatkan informasi,” kata Amy James, mantan guru dan penulis First Grade Success: Everything You Need to Know to Help Your Child Learn. Meskipun anak-anak ini sering bicara, banyak dari mereka yang berpikir dengan menggunakan gambar. Jadi, membaca bisa menjadi suatu perjuangan tersendiri.

Ikuti gaya belajarnya: “Cara terbaik menghubungkan anak Anda ke kata adalah menggunakan ‘metoda gambar,” kata Thomas Armstrong, PhD, penulis You’re Smarter Than You Think: A Kid’s Guide to Multiple Intelligences. Jika anak Anda belajar mengeja kata baru, minta dia menggambar sesuatu yang berhubungan dengan kata tersebut. Misalnya, menggambar jari-jari roda di huruf a pada kata sepeda atau kumis di huruf g pada kata kucing. Apabila harus menulis satu paragraf mengenai kegiatan akhir pekan, minta dia membuat ilustrasi terlebih dulu.

BISAKAH KAU MENDENGARKU? alias “Pembelajar Audio”

Karakteristik: Senang bicara, pendengar yang baik dan bernyanyi seperti burung. “Pembelajar audio mengerti ide-ide baru dengan cara mendengarkan informasi lalu mendiskusikannya,” kata James.

Ikuti gaya belajarnya: Apabila anak Anda berjuang dengan tugas-tugas bacaan, minta dia membacakan tugasnya untuk Anda. Masukkan konsep baru melalui penjelasan. Kemudian, minta dia meringkas penjelasan Anda dengan kata-katanya sendiri. Jangan harap dia mengerjakan PR dalam keadaan senyap. Dia akan melakukan yang terbaik saat banyak hal terjadi di sekitarnya. Biarkan dia belajar di meja makan. “Minta gurunya mengizinkan dia duduk di barisan depan karena dia akan senang menjawab pertanyaan dan berpartisipasi dalam diskusi,” kata Michael Gurian, penulis Nurture the Nature: Understanding and Supporting Your Child’s Unique Core Personality.

SI LINCAH DAN GESIT alias “Pembelajar Kinestetik”

Karakteristik: Selalu terlihat gelisah, menendang kursi, mengetuk-ngetuk pensil di meja komputer dan umumnya tidak bisa duduk diam. “Mereka adalah anak-anak yang didiagnosa mengalami gangguan kurang perhatian,” kata James. Namun,  jangan menyimpulkan bahwa dia memiliki gangguan pembelajaran hanya karena anak Anda selalu bergerak.

Ikuti gaya belajarnya: Penelitian membuktikan, membolehkan anak untuk mengelilingi kelas, meski hanya sebentar, bisa membuat perubahan nyata dalam perilaku maupun nilai. Ketika mengerjakan PR, jangan paksa anak duduk diam. Bahkan memberinya benda kecil untuk digerak-gerakkan (seperti 1-2 penghapus) bisa membantunya berkonsentrasi. Alasannya adalah, “Aktivitas menstimulasi otak anak dengan cara yang tepat. Aktivitas membiarkan otak tetap terjaga dan membantunya untuk fokus,” tutur Dr. Levine. Bicarakan dengan guru dan lihat apabila dia bisa memberi anak Anda kesempatan untuk banyak bergerak selama pelajaran berlangsung. Alih-alih melihat kebutuhan anak untuk bergerak sebagai kelemahan, pertimbangkan hal itu sebagai kekuatan yang bisa Anda optimalkan dengan saran-saran yang baik, tak perduli tipe belajarnya.

Kiat Menghadapi Gangguan Belajar

Jika anak Anda berjuang dengan tugas-tugas sekolahnya, lakukan langkah-langkah berikut untuk mengetahui apabila dia butuh bantuan ahli atau hanya lebih banyak waktu untuk menjadi lebih matang.

Amati

Apakah anak Anda tampak tertinggal dari pelajaran sekolah lebih dari 2 bulan meski Anda telah mencoba beragam strategi? Anda punya alasan untuk merasa khawatir. Jadi, diskusikan hasil pengamatan Anda kepada guru apabila dia berpikir anak Anda perlu dievaluasi.

Konsultasi

Jika akar masalah ternyata memang berasal dari gaya belajarnya, dan bukan sebuah gangguan, bicarakan hal itu dengan gurunya. Persanjatai diri dengan anekdot spesifik yang mengilustrasikan hal-hal yang telah diamati dan beberapa strategi yang Anda harap akan dicoba oleh guru.

Pertimbangkan usia

“Ada perbedaan yang begitu luas antara anak berusia 6 dan 7 tahun,” kata Dr. Mel Levine. Lumrah bagi anak kelas 1 SD jika lambat dalam membaca dan matematika. Tapi mereka bisa mengejar keterlambatan ini pada akhir tahun ajaran. Kecuali jika anak memang memiliki masalah perilaku yang parah atau kesulitan belajar yang siginifikan, sebaiknya Anda sabar, setidaknya hingga dia melewati waktu beberapa bulan di kelas 2 SD.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

Mungkin kalimat favorit anak di taman bermain adalah, “Bukan begitu cara menendang bola; lakukan seperti ini!” Atau mungkin anak memasuki fase baru di mana dia suka mengkritik setiap langkah yang ditempuh adiknya di permainan Monopoli, atau mengoreksi fakta seputar bisbol yang dilontarkan sahabatnya. Satu hal yang pasti: Bagi orang-orang sekitar, sikap sok tahu itu melelahkan. Mengapa begitu penting bagi anak untuk merasa benar setiap saat?

“Anak usia 7 dan 8 tahun kini lebih banyak memahami lingkungan sekitar, dan mereka bangga terhadap pengetahuan dan kemampuan barunya,” kata Lisa Spiegel, cofounder Soho Parenting di New York City. “Secara alami, mereka ingin menampakkan kemampuan dan menerima umpan balik positif.” Namun, hal itu bisa menimbulkan masalah ketika sikap sok tahu anak Anda mulai berdampak pada cara anak-anak lain dan orang dewasa memandang dia. Pakar-pakar kami membantu Anda memahami alasan anak bersikap seperti itu dan cara Anda meredam hal tersebut.

Dia fokus kepada teman-temannya.

Anak usia ini peka terhadap perilaku teman-temannya, dan ego anak lebih mudah terluka. Pada level tertentu, anak percaya bahwa tahu segala hal dapat memberi pengaruh sosial.
 Ajari anak untuk memertimbangkan penerimaan teman-teman atas perilakunya. Jika Anda melihat si kecil bersikap sok tahu, dekati dia saat sedang berdua saja dengan anak dan jelaskan apa yang Anda saksikan dengan cara yang lembut tapi serius, saran Fran Walfish, PsyD, penulis The Self-Aware Parents: Resolving Conflict and Building a Better Bond With Your Child. Lontarkan kalimat seperti, “Tadi di taman, Mama mendengar kamu berkata Sophie salah saat bermain, dan dia tampak kecewa.” Lalu tanyakan apa yang akan dia rasakan jika Sophie berkata bahwa dia salah. Sarankan cara yang lebih ramah untuk mengungkapkan perbedaan pendapat, misalnya, “Aku punya pendapat yang agak berbeda,” atau “Aku tidak setuju.” Tentu saja sikapnya tidak dapat berubah dalam sekejap, tapi Anda dapat menanamkan bibit empati.

Kemampuan verbalnya makin baik.

Pada usia 7 tahun, anak Anda sudah mengumpulkan banyak informasi. Gurunya mungkin berkata dia terus tunjuk tangan atau meneriakkan jawaban. Memang bagus jika dia antusias, tapi dia tidak sebaiknya mendominasi kelas.

Jelaskan bahwa dia perlu memberi ruang kepada teman-teman. Jika Anda memulai dialog soal perasaan teman-temannya ketika dia terus mendominasi, tahap pembicaraan berikutnya adalah seputar memberikan kesempatan bagi orang lain untuk berpartisipasi. Mulailah dengan memberi contoh sehingga dia tahu maksud Anda. Anda bisa berkata, “Mama lihat di kelas karate bahwa kamu selalu menjawab semua pertanyaan sensei, tapi banyak anak yang juga mengacungkan tangan. Setiap orang sebaiknya mendapat kesempatan untuk menunjukkan kepada orang lain apa yang dia ketahui.” Katakan bahwa jika dia memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbagi, mereka cenderung akan mendengarkan saat dia bicara.

Dia terbiasa dipuji.

Selama bertahun-tahun, Anda memberi selamat atas setiap tonggak perkembangan yang dicapai anak. Dia makan bayam untuk pertama kali! Sudah bisa menangkap bola! Membaca buku pertamanya! Maka wajar jika dia mencari dukungan Anda dengan cara menekan tombol pujian yang Anda miliki. “Jika Anda berkata bahwa segala hal yang dia lakukan itu mengagumkan, dia terus mencari pujian setiap saat,” kata Pete Stavinoha, PhD, direktur layanan neuropsikologi di Children’s Medical Center of Dallas.

Puji dia, tapi sedikit dikurangi. Misalnya, daripada memuji setiap jawaban benar di PR-nya, beri komentar tentang usaha anak secara keseluruhan. Jika Anda mengurangi frekuensi pujian, Anda mengajari dia untuk menyukai apa yang dia lakukan, bukan melulu mengharapkan pujian Anda. Lalu, ketika dia berada di sekolah atau sedang bersama teman-teman, dia tidak akan terkejut ketika wawasannya tidak mendapat respons besar dari orang lain.

Dia sebenarnya mencari kompensasi.

“Anak yang merasa minder di satu hal biasanya menyikapi hal lain secara berlebihan untuk menutupi kekurangannya,” kata Spiegel. Jika anak Anda terus mengatakan kepada teman-temannya betapa dia paham seluk-beluk Pokemon, mungkin dia merasa kurang dalam bidang lain. Mungkin sahabatnya sudah mahir bermanuver dengan sepeda. Mungkin anak Anda berpikir, “Apa kelebihanku dibanding dia–dan bagaimana cara menunjukkannya?”

Katakan bahwa memiliki talenta berbeda adalah hal yang wajar, kata Spiegel. “Temannya akan selalu lebih baik dibanding dia dalam beberapa hal, begitu juga sebaliknya. Perbedaan itu baik dan patut dirayakan.”

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Anak-anak menyerap berbagai macam informasi yang ada di sekitarnya. Sebagai orangtua, sudah menjadi kewajiban menyediakan pelajaran yang positif kepada anak. Salah satu hal positif yang bisa diajarkan kepada anak adalah gaya hidup sehat atau alami. Ajari mereka untuk mengenal lingkungan, hewan dan orang-orang yang ada di sekitar mereka.
Berilah contoh yang baik kepada anak. Ketika anak-anak melihat Anda memungut sampah meskipun orang lain yang menjatuhkannya, mereka akan melihat nilai perilaku Anda dalam menjaga tempat umum tetap bersih. Berikut ini adalah cara mengajar bergaya anak hidup sehat.
Pilih gaya hidup aktif. Berjalan, bersepeda, dan bermain dengan anak-anak Anda dengan jadwal yang teratur akan membiasakan mereka disiplin dan menanamkan pola hidup sehat.
Gunakan transportasi umum. Gunakan mobil hanya bila diperlukan, jika tidak, buatlah komitmen untuk menggunakan transportasi umum dengan naik kereta atau bus. Sayangnya transportasi umum di Indonesia belum memadai. Sebaiknya berhati-hatilah dan temani anak Anda saat menggunakan transportasi umum.
Ajak ke tempat budidaya tanaman. Mengajak anak ke tempat budidaya tanaman akan memberikan mereka banyak pelajaran tentang asal tumbuhan yang mereka lihat. Ajak juga mereka bertani atau beternak sehingga mereka mengerti sumber makanan yang mereka santap sehari-hari.
Perkenalkan pada satwa liar. Mengenalkan anak pada satwa liar dapat membantu mereka memahami bahwa mereka ada sebuah komunitas besar di dunia ini. Kebun binatang sebenarnya bukan cermin kehidupan hewan liar. Hewan liar seharusnya tidak diberikan kandang. Namun kebun binatang adalah pilihan terbaik melihat hewan liar di tengah kota.
Membuat taman keluarga. Ajaklah anak-anak terlibat dalam kegiatan bercocok tanam. Kebun adalah tempat di mana seluruh keluarga bisa berlatih gaya hidup sehat.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Latihlah tahapan hipnosis berikut dan lakukan berulang-ulang agar sugesti yang Anda tanamkan bisa bekerja efektif. Hasilnya, si kecil akan memiliki sikap terpuji seperti yang Anda harapkan. Selamat mencoba.
1 Keyakinan. Pertama kali, Anda perlu yakin metode ini bisa bekerja. Dengan keyakinan, Anda akan menjiwai sugesti yang Anda bisikan ke anak. Jika Anda ragu, percuma saja.
Rileks. Tidak hanya ucapan Anda yang ditangkap alam bawah sadar anak, melahirkan energi Anda. Ketika Anda merasa rileks dan nyaman, si kecil akan menangkap energi tersebut dan dia pun mendengarkan sugesti Anda dengan tenang.
Menuliskan Sugesti. Supaya Anda tidak perlu berpikir untuk merangkai kata-kata saat melakukan hipnosis, ada baiknya Anda menuliskan sugesti yang ingin Anda sampaikan. Ketika mempraktikan hipnosis, Anda tinggal membacakan kalimat yang sudah Anda tulis.
Kalimat positif. Susun kata-kata positif yang pendek, singkat, dan jelas. Hindari pemakaian kata “jangan”, “tidak”, dan “bukan”. Misalnya, ketika Anda ingin memasukkan sugesti agar anak rajin belajar, katakan, “besok, adik jadi anak rajin, ya.”  Atau, ketika si kecil kerap memukul temannya, katakan, “Sayangi temanmu, ya, nak”.
Amati tarikan napas. Sebelum memberikan sugesti, hitung tarikan napas anak. “Sebaiknya antara 6-8 tarikan napas per menit. Ini untuk menjamin anak sudah tidur pulas.
Lewati critical area. Dekati anak dengan lembut, pegang dagunya, lalu goyangkan dagu anak sedikit ke kiri dan ke kanan sambil mengucapkan kalimat berikut dengan mantap disertai nada rendah datar: “Ini mama yang bicara. Kamu bisa dengar mama tapi tetap tutup mata. kamu bisa dengar mama tapi tetap tutup mata. kamu bisa dengar mama tapi tetap tutup mata.
7 Menunggu respons. Jika anak tidur sangat lelap, kalimat di atas mungkin perlu diulangi beberapa kali sehingga Anda bisa menembus pikiran bawah sadarnya. Lanjutkan dengan kalimat, ”Jika kamu dengar, gerakan telunjuk yang mama sentuh. Jika kamu dengar, gerakkan telunjuk yang mama sentuh, kamu bisa dengar mama tapi tetap tutup mata.
8 Bacakan sugesti. Setelah pikiran bawah sadar anak merespons, bacakan sugesti yang telah Anda susun sebanyak tiga atau empat kali untuk memastikan sugesti tersebut sampai ke pikiran bawah sadar anak.
Kalimat penutup. Setelah semua tahapan itu selesai, tutup dengan kalimat berikut, “kalau mama berhenti bicara, kamu akan kembali tidur nyenyak seperti tadi. Kamu tidak akan ingat apa yang baru saja mama sampaikan tapi kamu merasakan perubahan dalam dirimu ketika bangun besok pagi dengan sangat segar.Segera tidurlah kembali dengan sangat nyenyak.
Sumber : http://parentsindonesia.com/



Kreativitas justru berkembang saat anak-anak protes mereka tidak punya kegiatan untuk dilakukan. Bayangkanlah! Oleh Kathleen Reilly
Di suatu Minggu siang, putraku yang berusia 6 tahun, Patrick, melemparkan dirinya ke sofa dan berkata dia merasa bosan. Dengan cepat dia menambahkan, “Dan jangan bilang ‘Bagus’.” Karena Patrick sudah mengantisipasi jawabanku yang biasanya, aku berkata, “Itu baik sekali, Sayang”, dan melanjutkan membereskan rumah.

Tentunya, aku sering bermain dengan Patrick, tapi biasanya di saat dia tidak menyatakan sedang bosan. Pakar tumbuh kembang anak mengatakan, daripada terburu-buru meredakan kemuraman anak, mencari sendiri apa yang bisa dilakukannya adalah hal terbaik bagi anak–atau hanya mendorong sedikit di arah yang tepat. “Kondisi yang terlihat membosankan bisa menjadi kesempatan bagus bagi anak untuk mengembangkan imajinasinya,” kata Christopher Willard, PsyD, psikolog anak di Boston dan penulis Child’s Mind. “Nyatanya, beberapa anak tidak termotivasi menjadi kreatif kecuali mereka merasa bosan.”

Ini bagus karena musim bosan sedang berada di depan mata kita. “Anak usia 5-6 tahun terbiasa dengan rutinitas terstruktur di sekolah,” kata Kathleen Cuneo, PhD, psikolog anak di Nanuet, New York. “Saat jadwal mereka melonggar di liburan musim panas, banyak anak yang tidak tahu mau melakukan apa-apa.” Daripada terus menerus memasukkan anak ke dalam kelas dan perkemahan yang tak berujung, bantulah dia menjadi terbiasa dengan hari dimana sering terdapat saat membosankan. Para pakar memberikan cara-cara untuk membuatnya menjadi lebih mudah.

Kembangkan Imajinasinya
Anak-anak yang menyukai permainan sandiwara pandai menghibur diri sendiri, kata Dr. Willard. “Anak-anak tidak akan bisa melempar bola atau mengendarai sepeda dalam setiap situasi membosankan, tapi mereka akan selalu memiliki imajinasi,” ujarnya. Cobalah permainan-permainan berikut untuk membangun kehidupan fantasi anak: Lain kali saat Anda punya banyak hal untuk dilakukan, sarankan anak untuk berpura-pura menjadi alien yang menempel kepada Anda seharian untuk mengetahui seperti apa mahluk bumi. Atau saat Anda sedang berada di antrian kasir supermarket, katakan kepada anak untuk berpura-pura menjadi koki di TV yang sedang berbelanja untuk keperluan acaranya. Setelah beberapa kali, berhentilah memberikan skenario dan tanyakan kepada anak dia akan berpura-pura menjadi apa. “Dengan latihan, Anda bisa sampai pada keadaan dimana dia merasa nyaman menatap keluar lewat jendela mobil saat perjalanan panjang karena bisa menciptakan cerita yang rumit,” tutur Dr. Willard.

Menghargai Bermain Sendiri
Di sekolah, anak memiliki teman bermain 20 orang atau lebih. Di rumah, mungkin dia hanya sendirian–atau hanya dengan saudara kandungnya. Membuat penyesuaian yang sulit tersebut, sering menjadi alasan mengapa dia mengungkapkan kata “B”. Untuk mencegah masalah, dalam beberapa sisa minggu sebelum sekolah biarkan anak beraktivitas sendirian–bermain puzzle,membuat benteng dari Lego, dan melihat-lihat buku bergambar adalah aktivitas asik bagi anak usia ini. Berikan ide pemancing jika anak membutuhkannya, tapi di luar itu biarkan dia mengemukakan idenya sendiri.

Mulailah dengan memberikan waktu sendirian baginya hanya selama 15-20 menit, dan tambahkan lima atau sepuluh menit lagi setiap minggu, sehingga akhirnya menjadi satu jam. (Tentunya, Anda tidak boleh meninggalkan anak tanpa diawasi di tempat-tempat yang berisiko, seperti di dapur atau garasi.) Langkah cerdas: Terapis anak Jennifer Kolari, penulis Connected Parenting, memberikan putrinya puzzle setiap kali dia bermain sendiri di kamar tidurnya untuk beberapa waktu. Saat puzzlesudah selesai, mereka pun pergi keluar berdua.

Berpikir Luar Biasa
Saat kebosanan Patrick meningkat setelah wisuda TK musim panas tahun lalu, aku akan merespons dengan defensif, “Lihatlah semua mainan yang kamu punya di kamar. Mengapa kamu tidak bermain dengan salah satu mainanmu?” Masalahnya adalah para pakar berkata bahwa saat anak-anak merasa bosan, mainan Tech Deck atau Barbie tidak akan membuatnya gembira. “Mereka menginginkan sesuatu yang unik untuk dimainkan,” kata Robert Epstein, PhD, psikolog anak di San Diego.

Pastikan anak Anda mengetahui barang-barang rumah tangga yang biasanya –tempat tisu toilet, kardus besar, mi kering serta pasta berbentuk lucu, kantong kertas, berbagai jenis kancing dalam segala warna dan ukuran–siap untuk digunakan, selama dia meminta izin dulu kepada Anda. Namun jangan memasukkan benda-benda persediaan itu ke dalam “kotak bosan” karena ini akan merenggut rasa menemukan. Dr. Epstein berujar, “Misalnya anak mendapatkan ide membuat boneka tangan dari bahan-bahan yang ada di dalam rumah.

Fokus pada Kreativitas
Boleh-boleh saja menyarankan solusi kepada anak-anak saat mereka bosan, terutama jika ini sudah berlangsung paling tidak 10-15 menit dan mereka belum punya suatu ide sendiri. Namun distraksi yang paling umum–memutar tayangan TV, memasukkan keping DVD ke dalam pemutarnya, atau bahkan memegang iPhone Anda–mengajarkan anak untuk bersabar. Di waktu singkat, benda-benda tersebut akan menyibukkan anak sementara. “Namun untuk jangka panjang, benda-benda itu akan membuat anak tidak terlalu toleran terhadap waktu hening karena dia akan merasa bertanggung jawab terhadap sesuatu,” kata Dr. Epstein. “Selain itu, biasanya tidak ada hal kreatif pada benda-benda tersebut.”

Proyek cerdas yang akan berlangsung sepanjang musim panas: sayur, bunga, atau tanaman berpot yang diletakkan di tepi jendela. Anak usia 5-6 tahun bisa menyiram tanaman, menyiangi, menebarkan benih, memilih makanan dan bunga, dan bahkan menggambar perkembangan tanaman mereka dalam jurnal. “Dengan beralasan, biarkan mereka memutuskan apa yang ditanam dan dimana membuat taman. Kadang ini akan berhasil dan kadang tidak, tapi memberikan mereka kebebasan akan membantu mendorong pemikiran kreatif,” ujar Dr. Cuneo. 
Sumber : http://parentsindonesia.com//


Alergi telur merupakan alergi makanan yang paling sering ditemukan pada bayi dan anak-anak. Alergi terhadap telur biasanya dialami saat anak menginjak usia lima atau enam tahun.
Reaksi alergi yang terjadi setelah mengonsumsi telur melibatkan antibody imunoglobulin (IgE) atau terjadinya kesalahan pada sistem kekebalan tubuh karena telur--semua jenis telur termasuk telur bebek dan puyuh--dianggap benda asing.
Untuk mengatasi alergi ini, seperti dikutip dari American Journal of Clinical Nutrition, anak sebaiknya mengonsumsi telur yang dimasak bersama makanan lain. Misalnya, telur dijadikan campuran bahan kue. Anak-anak penderita alergi telur yang diberikan kue yang ada campuran telurnya setiap hari, berangsur-angsur akan terbiasa dengan zat alergen yang ada pada telur. Namun, orangtua perlu bersabar karena anak harus diberikan makanan campuran telur setidaknya selama 6 bulan. Setelah 6 bulan cobalah berikan telur utuh kepadanya. Jika masih alergi disarankan kembali memberikan makanan campuran dari telur.
Jurnal ini juga menyebutkan paparan terhadap makanan campuran telur secara bertahap, dapat membantu sistem kekebalan tubuh mentoleransi telur. Namun Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan telur kepada anak untuk menentukan dosis yang aman.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Otak adalah orang paling penting dalam tubuh manusia. Namun cara kerja otak paling sulit dipahami dibanding organ tubuh lainnya. Otak mengontrol setiap fungsi utama tubuh, dan bagian paling penting supaya memiliki kehidupan yang sukses dan bahagia. Karena terlalu kompleks, faktor gaya hidup bisa memengaruhi kinerjanya. Makanan adalah salah satu faktor utama dalam mengoptimalkan fungsi otak dan mencegah penyakit otak, namun banyak orang tidak menyadari makanan apa yang harus disantap untuk memaksimalkan kinerja otak. Berikut ini makanannya:
1. Minyak ikan sangat penting bagi otak dan sistem saraf. Ikan seperti sarden, teri, dan salmon mengandung asam omega-3 dan lemak esensial, yang bisa memengaruhi fungsi otak, meningkatkan komunikasi antara sel-sel otak, dan menjaga kesehatan otak.
2. Cabai sebenarnya makanan terbaik otak karena mengandung jumlah vitamin C yang sangat besar (melebihi kadar vitamin C jeruk).
3. Biji labu kaya dengan zinc atau seng, kandungan mineral yang berfugsi meningkatkan memori. Ada banyak cara untuk menikmati biji labu. Anda membutuhkan sekitar satu gemggaman biji labu per hari untuk menjaga otak Anda tetap dalam keadaan prima.
4. Tomat berguna untuk mencegah penyakit otak. Itu karena tomat mengandung antioksidan lycopene, yang menghancurkan radikal bebas dalam tubuh. Mengonsumsi tomat dapat membantu melindungi penyakit otak seperti Sindroma Alzheimer.
5. Brokoli merupakan makanan otak yang bagus. Tamanan hijau ini mengandung vitamin K, vitamin C dan antioksidan. Vitamin K yang menjaga fungsi otak dan dapat membantu mencegah demensia.
6. Kacang jenis apapun mengandung vitamin E, yang bisa mencegah kehilangan memori. Kacang juga mengandung banyak lemak sehat.
7. kacang kakao (kacang dari mana coklat dibuat) telah terbukti meningkatkan kesehatan otak. Faktanya cokelat kebanyakan mengandung jumlah kacang yang sangat kecil. Solusinya makanlah beberapa kotak cokelat hitam hitam sehari dengan persentase kakao seperti 85 persen. Memang rasanya agak pahit, tapi cukup menyehatkan.
8. Blueberry telah dinyatakan sebagai makanan super. Bukan saja mereka baik untuk kesehatan tubuh Anda, tetapi juga mengandung banyak antioksidan dan vitamin yang bisa membentengi kesehatan otak Anda.
9. Biji rami mengandung banyak lemak yang sangat sehat, yang bisa meningkatkan fungsi otak. Di pasaran biji Ramj banyak dijual dalam bentuk roti untuk bubur. Cara menikmatinya campurlan mereka dengan makanan lain.
10. Nutrisi Kolin Kolin sebenarnya diproduksi tubuh namun dalam jumlah yang kecil. Makan telur dapat membuat perbedaan yang sangat signifikan untuk kesehatan otak Anda.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Apakah Anda membuat jadwal kegiatan yang pada kepada anak? Sebaiknya Anda memberikan sedikit waktu luang kepada si kecil. Menurut penelitian terbaru anak anak memerlukan waktu luang lebih banyak disela-sela waktu belajar di sekolah, ekstra kulikuler, dan aktivitas lain yang sudah dijadwalkan.

"Jika anak-anak memiliki waktu luang sedikit lebih banyak mereka akan lebih mandiri. Sebaliknya, semakin banyak anak menghabiskan waktu dalam kegiatan yang sudah terjadwal, mereka cenderung kurang bisa menggunakan fungsi eksekutifnya," kata pemimpin penelitian Yuko Munakata, seorang profesor psikologi dan saraf di University of Colorado.

Dr Caroline Martinez, seorang dokter spesialis perkembangan dan perilaku anak dari Kravis Children's Hospital di Mount Sinai Medical Center, New York City setuju dengan hasil penelitian tersebut. Ia menjelaskan bahwa fungsi eksekutif anak atau kecakapan berpikir seperti perencanaan, pemecahan masalah, membuat keputusan, dan mengatur pikiran serta tindakan harus dilatih dari kecil.

"Anak tidak memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan berpikirnya dalam kegiatan yang terstruktur," kata Dr. Martinez.

Saat ini orang tua cenderung menjadwalkan berbagai kegiatan untuk anak. Ini dilakukan untuk membuat anak sibuk. Selain itu maksud orang tua membuat jadwal yang padat adalah untuk membuat mereka kompetitif baik dalam olahraga atau akademik. “Mungkin itulah cara orang tua masa kini mengasuh dan mendidik anak,” kata Dr. Martinez.
Dr. Martinez mengatakan tak ada yang salah dengan memberikan jadwal padat kepada anak. Tapi dia mendorong orang tua memberikan keseimbangan antara  waktu yang terstruktur dan waktu luang. Dengan begitu anak dapat memelajari beberapa keahlian khusus dan manajemen waktu.
Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Frontiers pada 6 Juli 2014. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kegiatan yang dijadwalkan atau terstruktur mampu memengaruhi cara otak anak berkembang.

“Akan ada manfaatnya jika anak diberikan sedikit waktu luang. Anak mungkin akan mengembangkan kemampuan kehidupan yang akan berguna bagi masa depan mereka, apalagi ketika mereka harus hidup mandiri,” kata Munakata.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Tak banyak orang tua yang tahu bahwa alergi bisa diobati dengan alergi. Menurut riset terbaru dari UCLA , zat alami yang terkandung dalam brokoli dan sayuran lain yang masuk ke dalam kelompokcruciferous (kubis, kembang kol, dan lobak) dapat membantu melawan peradangan saluran napas yang bisa memicu gejala asma dan alergi rinitis  (alergi yang tejadi pada hidung).
Hasil penelitan tersebut dipublikasikan di Journal of Allergy and Clinical Immunology edisi Maret 2011. Penelitian menyimpulkan bahwa sulforaphane—senyawa kimia yang terkandung di dalam brokoli—menstimulasi peningkatan antioksidan dan saluran napas manusia sehingga melindungi saluran tersebut dari radikal bebas yang terdapat di udara yang kita hirup sehari-hari.
Periset menemukan kenaikan antioksidan dalam jumlah signifikan pada partisipan yang mengonsumsi 100 gram atau lebih brokoli. Dr. Marc Reidl, ketua tim peneliti sekaligus lektor kepala alergi dan imunologi klinis di David Geffen School of Medicine, UCLA, menyatakan, penelitian ini masih perlu riset lebih dalam untuk meneliti manfaat sulforaphane bagi kondisi spesifik saluran pernapasan. “Saat ini masih terlalu dini untuk merekomendasikan dosisi konsumsi brokoli,” katanya.
Sumber : http://parentsindonesia.com//


Olahraga adalah cara mudah dan hemat untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran fisik si anak. Tapi olahraga punya risiko cedera dan bisa membuat tubuh menjadi stres. Untuk menghindari cedera, pastikan anak Anda aman dalam melakukan aktivitas. Ini tip olahraga untuk anak.

Pakai Pakaian Olahraga yang PantasJika anak Anda berolahraga di luar ruangan, ia harus mengenakan pakaian yang sesuai dengan temperatur dan kelembapan udara di sekitarnya. Pada saat cuaca dingin, pakaikan si kecil baju berlapis. Dengan begitu suhu tubuhnya akan meningkat dan ia bisa membuka bajunya satu per satu. Pada saat panas, ia harus menggunakan pakaian yang tipis dan berwarna terang. Untuk segala kondisi jangan lupa gunakan krim anti matahari. Sepatu dan kaus kaki juga penting. Pastikan sepatu cocok untuk olahraganya. Sepatu olahraga punya fungsinya sendiri. Sepatu untuk berlari berbeda dengan sepatu tennis. Pastikan juga kaus kaki bisa menyerap keringat sehingga nyaman digunakan.

Gunakan Perlengkapan KeselamatanMenurut data keselamatan anak di Amerika Serikat, lebih dari 3 juta anak menderita cedera baik ringat atau sedang tiap tahunnya. Cedera tersebut disebabkan tidak menggunakan alat pelindung pada saat olahraga. Pastikan anak Anda menggunakan alat pelindung yang tepat untuk jenis olahraga yang mereka lakukan. Gunakan pelindung kepada, kacamata, pelindung tulang kering  pelindung dada, lulut, dan siku. Alat keselamatan tersebut harus berkualitas.

Minum Air PutihAnak-anak diwajibkan minum satu gelas air putih 15 menit sebelum berolahraga. Jika berolahraga di kondisi yang panas mereka harus minum lebih banyak dan menegak satu gelas air putih setiap 20 menit. Kekurangan minum menyebabkan dehidrasi. Gejala dehidrasi adalah mual dan lesu, Jika mengabaikan tanda-tanda tersebut tubuh bisa sangat kelelahan dan bisa menghilangkan kesadaran.

PemanasanPemanasan berguna untuk menyiapkan otot tubuh dan persendian. Juga berguna untuk menyiapkan jantung supaya memompa darah dengan baik. Anak-anak biasanya melakukan pemanasan lebih cepat dari orang dewasa. Cukup dengan lari di tempat dan tarik nafas dalam selama beberapa menit. Kemudian mereka harus melakukan gerakan pelan beberapa menit sebelum olahraga. Hal tersebut berguna supaya tubuh terbiasa dengan gerakan yang cepat dan keras.
PendinginanPendinginan sama pentingnya dengan pemanasan. Berikan waktu berberapa menit kepada anak untuk memperlambat gerakannya sebelum benar-benar berhenti olahraga. Tunggu sampai kulitnya kering dan suhu tubuhnya menurun sebelum ia minum air dingin atau mandi.
Sumber : http://parentsindonesia.com/



Tak perlu menetapkan standar terlalu tinggi pada kemampuan anak saat ia telah masuk TK. Seperti yang dikatakan Alzena Masykouri, MPSi., psikolog anak dan pendidikan, konsep taman kanak-kanak sebenarnya adalah mempersiapkan anakuntuk bisa belajar. Jadi, anakmemang belum waktunya untuk mempelajari hal-hal yang serius dan berat. 

Nah, cara termudah untuk membuat anak suka sekolahdan menyenangi proses belajar adalah membuat proses belajar ini menjadi menarik dan menyenangkan. Dengan begitu, ia bahkan tidak menyadari  sedang belajar. Jika Anda ingin membantuanak dalam proses belajarnya, inilah ide-ide untuk mengubah momen belajar ke dalam permainan: 

• Hitung ada berapa banyak mobil biru yang Anda lihat dalam perjalanan ke toko swalayan. 

• Memberi nama warna dan bentuk segala benda yang Anda temui di dalam rumah. 

• Tuliskan masing-masing huruf A sampai Z, serta angka 0 sampai 10 di secarik kertas, dan masukkan ke dalam topi. Minta dia mengambil secarik kertas dan menyebutkan angka atau huruf yang diambilnya. 

• Urutkan mata uang logam mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar. Minta ia untuk menyebutkan nilainya. 

• Ajak anak menghitung sampai 100 ketika Anda berdua sedang menunggu bathtub terisi penuh.  

Sumber : http://www.parenting.co.id/



Pernahkan anak Anda yang sudah duduk di sekolah dasar lupa mengerjakan PR? Lupa membawa barang penting ke sekolah? Atau sederhananya pernahkan mereka bilang, “oh, iya lupa?” Atau saat Anda bertanya, “di sekolah belajar apa saja?” kemudian ia blank dan menjadi tidak komunikatif? Waspada! Itu tandanya memori anak Anda kurang kuat. Sebaiknya jangan dibiarkan.

Berpikir adalah proses yang rumit. Anak usia 6 sampai 8 tahun sedang berkembang otak dan cara berpikirnya. Ia perlu waktu beberapa saat untuk mengumpulkan informasi. Kemampuan mengumpulkan informasi dalam waktu beberapa detik disebut short-term memory, kemudian kemampuan mengumpulkan dan memanipulasi informasi disebut active working memory, tahap berpikir berikutnya yang lebih lama disebut long term memory. Sebagai contoh, saat anak diminta meng-copy kata dari papan tulis.

Pertama-tama mereka harus mengingat urutan kata yang ditulis kemudian mereka harus menulis kata tersebut di kertas supaya hafal. Bergumam dan mengatakan kata-kata tersebut dengan keras akan membantu mereka mengingat.

Semakin sering anak-anak melatih otot berpikirnya, akan semakin mudah menerima pelajaran di sekolah. Inilah beberapa cara untuk meningkatkan kemampuan berpikir anak.

Buat Pertanyaan Spesifik

“Hasil penelitian menyatakan, orang tua punya pengaruh jangka panjang bagi perkembangan memori anak dengan cara sering memberikan banyak pertanyaan yang spesifik saat mereka kecil,” kata Catherine Haden, Ph.D, guru besar psikologi dari Loyola, University Chicago. Contoh: usai dari kebun binatang, tanyakan pada anak Anda, “apa warna binatang favoritnya?” atau tanyakan, “seperti apa bentuk kandang burung elang? upaya memberikan pertanyaan detail akan membantu ingatannya.

Lakukan Permainan yang Berhubungan dengan Ingatan

Bermain kartu akan melatih konsentrasi anak. Atau saaat di mobil, buatlah permainan sederhana seperti mengatakan “saya akan pergi ke kebun binatang, di sana saya akan melihat binatang…..” biarkan anak melengkapi kalimat tersebut. Sebelumnya mereka harus mengikuti kata-kata yang Anda ucapkan.

Lakukan dengan Gerakan

Aktivitas melihat atau mengamati akan membantu menguatkan pikiran si kecil. Contoh, saat mengajarkan arah kiri coba minta kedua tangan anak Anda membentuk huruf L (left=kiri). Atau saat bilang kanan minta tangan kanannya menunjuk arah kanan. Atau gunakan alat peraga untuk mengajarkanya benda-benda yang ada di rumah seperti handuk, sapu, atau lampu.

Lakukan Terlebih Dahulu yang Lebih Berat 

Jika diberi tugas membaca puisi tanpa menggunakan teks oleh sekolahnya, bantu si anak dengan cara menghafal bagian puisi yang kata-katanya panjang lebih dahulu. Jika anak terbiasa dengan sesuatu yang berat, saat diberikan yang ringan, ia akan cepat mengingat.

Latihan, latihan, latihan

Buatlah kuis mengenai susunan huruf dan angka dalam tabel. Kemudian minta mereka menyebutkan angka-angka dan huruf yang ada di tabel tersebut tanpa melihat. Usai mengetes kemampuan mengingatnya, mita mereka menulis kata yang paling sulit diingat di tabel itu. Si anak akan merasa kalau berpikir adalah proses aktif. Saat mereka bisa menyebut semua angka dan huruf dengan benar, mereka akan minta yang lebih sulit lagi, artinya memorinya akan terus dilatih.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Membaca untuk anak pada usia dini dapat meningkatkan daya ingat dan perhatiannya. Penelitian menunjukkan bahwa cinta buku merupakan salah satu faktor penentu kesuksesan akademis di masa mendatang. Jadi, pastikan batita Anda sudah memulainya dengan mengikuti langkah-langkah sederhana berikut.
  1. JADIKAN RUTUNITAS ANDA. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca bersama. Anda perlu meluangkan 20-30 menit sehari, dengan jeda setiap 10 menit.
  2. CARI SUASANA YANG TENANG. Karena batita mudah terpengaruh, pilih tempat yang tenang dan menyenangkan untuk membaca –dan Anda dalam keadaan sedang tidak terburu-buru.
  3. VARIASIKAN BAHAN BACAAN. Bagi batita, membaca mencetuskan imajinasi, memuaskan rasa ingin tahunya, dan membuat mereka nyaman dengan pengalaman baru, tak ubahnya seperti pergi bertamasya bersama keluarga atau bertemu dengan binatang yang baru. Semakin banyak jenis buku yang dibacakan, semakin banyak dia belajar.
  4. KUNJUNGI PERPUSTAKAAN. Kegiatan ini akan memberinya kesempatan untuk bertemu dengan teman pembaca kecil lainnya. Sementara dia terlalu kecil untuk mengambil buku sendiri, coba libatkan dia ke dalam proses mencari bahan bacaan. (“Ini buku mengenai anak anjing. Apakah kamu mau membacanya?”)
  5. PILIH DENGAN HATI-HATI. Cari judul-judul yang mencerminkan pengalaman keseharian  anak Anda. Secara umum, batita usia 12 dan 18 bulan cenderung menyukai buku-buku yang menanyakan pertanyaan atau memuat sajak sederhana. Sementara untuk yang anak yang mendekati usia dua tahun dapat memahami kata-kata lebih kompleks. Dia juga sudah mengerti cerita yang melibatkan  emosi dasar seperti bahagia dan marah.
  6. TAWARKAN BUKU-BUKU PILIHAN. Ambil beberapa buku dan biarkan anak Anda mengambil satu atau dua untuk dibaca. Dia akan lebih bersemangat kalau secara aktif dilibatkan dalam mengambil keputusan.  
  7. SABAR. Jangan kaget kalau batita anda ingin membaca buku yang sama berulang kali. Batita belajar melalui pengulangan. Jadi sabar, dan coba tambahkan buku baru di sela-sela membacakan buku favoritnya.
  8. BUATLAH MENYENANGKAN. Untuk menjaga perhatian anak Anda terhadap bacaan, dramatisasi cerita dengan meninggikan atau menurunkan suara, variasikan kecepatannya, dan ciptakan suara yang unik untuk setiap tokoh. Berbicaralah dengan pelan, tinggikan suara vokal dan ucapkan dengan jelas setiap kata-nya. Anda bisa juga mengajak pasangan Anda membacanya bersama Anda.
  9. AJUKAN PERTANYAAN. Hal ini akan membuat si kecil terlibat dengan isi cerita dan mengajarkannya keterampilan mengatasi masalah. Minta anak Anda mencari benda-benda yang ada dan tidak ada  dalam teks: Apakah kamu melihat matahari?”, “Di mana si kelinci?”
  10. HUBUNGKAN KATA DENGAN GAMBAR. Membaca buku untuk batita akan mengajarkannya mengenai kata tertulis. Tekankan pelajaran ini dengan menunjuk kata yang Anda ucapkan, kemudian tunjukkan ilustrasi gambarnya. Bantu anak Anda memahami apa yang Anda katakan dan yang dia lihat secara bersama-sama.
  11. BIARKAN DIA MENYENTUHNYA. Beri anak Anda kesempatan untuk memegang buku dan tunjukkan bagaimana membuka halaman-halamannya. Anda tidak hanya akan mengajarnya mekanisme membaca dasar, tetapi juga memperkaya pikirannya. Ketika anak menggunakan aktivitas fisik ketika membaca, akan tercipta lebih banyak koneksi dalam otaknya.
  12. BUJUK ANAK-ANAK YANG ENGGAN MENBACA. Ketika anak Anda mudah hilang kesabaran dengan membaca, kreatiflah. Cobalah bacakan buku-buku yang berbeda untuk melihat apakah dia menyukainya. Apakah dia mengambil buku sajak? Cerita tentang batita sepertinya? Jika dia enggan, jangan dipaksa. Beristirahatlah, atau coba membacakannya sebelum tidur siang atau malam ketika dia kelihatan mau duduk dan mendengarkan. Dengan sedikit persisten dan kecerdikan, Anda akan mengajarkannya bahwa buku-buku itu menyenangkan –sebuah sikap akan membantunya menjadi lebih baik di masa kini dan akan datang. 
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Tak hanya sebagai mandor, orang tua juga siap menjadi pembimbing untuk memilih tayangan TV dan video games yang pas untuk anak.

1. Buat pembatasan waktu, yakni:
- Anak di bawah 2 tahun: Sama sekali tidak boleh menonton atau main games yang ada di layar, termasuk iPad, tablet, dll.
- Usia 2 - 6 tahun: Diperbolehkan sampai 1 jam, tapi dipecah-pecah. Misalnya, 15 - 30 menit menonton atau main, lalu istirahat. Setelah itu, baru main lagi.
- Di atas usia itu: Maksimal 3 jam. Sebaiknya, dipecah-pecah sebab anak butuh melakukan hal lain dan beraktivitas fisik.

2. Pembatasan konten. Larang anak menonton tayangan mengandung unsur horor, seksual, dan pornografi. Pilih tayangan dan video games yang bermanfaat dan mendidik bagi anak.

3. Jika anak sudah terlanjur terpapar? Mau tak mau orang tua harus berupaya mengembalikan anak kembali ke track-nya. Secara konsisten, tegaskan pada anak bahwa perilaku dia tidak benar. Selanjutnya, dampingi secara intensif. Saat menonton, tanyakan: Menurut dia, apakah perilaku itu pantas dilakukan atau tidak? Apa akibatnya? Dan seterusnya. Diskusi semacam ini bisa mendewasakan anak sekaligus mendengar pandangannya, yang kadang-kadang bisa di luar dugaan. Cara ini untuk anak yang usianya lebih besar, ya.

4. Untuk pembatasan menonton TV dan main video games, terutama untuk usia anak yang lebih besar, bisa juga dengan cara menunjukkan hak dan kewajibannya. Misalnya, Ia boleh main games setelah belajar, membuat PR, dan membereskan barang-barangnya untuk sekolah. Jika sudah beres, buat perjanjian hingga jam berapa Ia boleh bermain. Tegas, konsisten, tapi tetap ramah, ya. Aturan pembatasan ini jangan mundur atau batal hanya karena rengekan anak.

Sumber : http://www.parenting.co.id/



TV dan video games adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masa kini. Apalagi, TV sekarang ini hadir dengan berbagai fitur canggih yang memanjakan mata dan telinga, bahkan terkoneksi dengan internet dan perangkat canggih lainnya. Games pun tak kalah heboh. Beragam console, seperti Wii, Nintendo, XBox, PlayStation (PS), PSP, hingga games yang bisa di-download secara online utk PC dan tablet bertebaran.

Sayangnya, baik TV dan games sering kali --entah sengaja maupun tidak—menampilkan adegan yang tidak mendidik, bahkan berbau kekerasan, yang tak pantas dilihat anak, baik fisik atau verbal. Reality show yang harusnya cuma menghibur, tak lepas dari adegan dan candaan yang tak pantas. Bahkan, nonton berita saja tak aman! Adegan kekerasan ditayangkan secara nyata dan berulang-ulang. TKP bunuh diri dengan bekas-bekas alat bunuh diri pun ditayangkan.

Untuk video games, tayangan kekerasan dan berbau pornografi bertebaran.  Misalnya, games Tomb Raider yang dirilis Mei lalu. Dalam ulasannya, dengan gamblang menyebutkan memiliki unsur kekerasan yang kuat, seperti kesakitan dan kematian sosok Lara bisa menyeramkan, lengkap dengan teriakan yang kuat. Alasan Tomb Raider memerlukan unsur kekerasan, menurut Ian Livingstone sebagai bos perilis games, agar cerita yang ingin disampaikan serta petualangan Lara menjadi penuh perjuangan, dan penderitaannya bisa dirasakan nyata oleh gamers.

Jika pengaruh TV dan games begitu kuat, apakah perangkat TV dan games harus dibuang dari rumah? Tidak perlu seekstrim itu! Di sinilah pengawasan dan kontrol orang tua terhadap kebiasaan anak menonton TV dan bermain games perlu dilakukan. Tak hanya sebagai mandor, orang tua juga siap menjadi pembimbing untuk memilih tayangan yang pas.


1. Buat pembatasan waktu, yakni:
- Anak di bawah 2 tahun: Sama sekali tidak boleh menonton atau main games yang ada di layar, termasuk iPad, tablet, dll.
- Usia 2 - 6 tahun: Diperbolehkan sampai 1 jam, tapi dipecah-pecah. Misalnya, 15 - 30 menit menonton atau main, lalu istirahat. Setelah itu, baru main lagi.
- Di atas usia itu: Maksimal 3 jam. Sebaiknya, dipecah-pecah sebab anak butuh melakukan hal lain dan beraktivitas fisik.

2. Pembatasan konten. Larang anak menonton tayangan mengandung unsur horor, seksual, dan pornografi. Pilih tayangan dan video games yang bermanfaat dan mendidik bagi anak.

3. Jika anak sudah terlanjur terpapar? Mau tak mau orang tua harus berupaya mengembalikan anak kembali ke track-nya. Secara konsisten (bukan galak ya. Ma...), tegaskan pada anak bahwa perilaku dia tidak benar. Selanjutnya, dampingi secara intensif. Saat menonton, tanyakan: Menurut dia, apakah perilaku itu pantas dilakukan atau tidak? Apa akibatnya? Dan seterusnya. Diskusi semacam ini bisa mendewasakan anak sekaligus mendengar pandangannya, yang kadang-kadang bisa di luar dugaan. Cara ini untuk anak yang usianya lebih besar, ya.

4. Untuk pembatasan menonton TV dan main video games, terutama untuk usia anak yang lebih besar, bisa juga dengan cara menunjukkan hak dan kewajibannya. Misalnya, Ia boleh main games setelah belajar, membuat PR, dan membereskan barang-barangnya untuk sekolah. Jika sudah beres, buat perjanjian hingga jam berapa Ia boleh bermain. Tegas, konsisten, tapi tetap ramah, ya. Aturan pembatasan ini jangan mundur atau batal hanya karena rengekan anak.

5. Kenalkan anak pada aktivitas yang real, seperti berenang, bermain bola, sepeda, bulutangkis, berenang, permainan tradisional (petak umpet, gobak sodor, dll), ballet, dll.


Sumber : http://www.parenting.co.id/




1. Hidangkan dalam bentuk yang menarik. Setumpuk bayam matang yang ada di mangkuk tidak akan membuat balita tertarik. Tapi mungkin matanya akan berbinar jika melihat “pohon” brokoli. Sementara itu, Anda bisa menyajikan tumis sayuran kepada anak yang lebih besar, lalu ajarkan mereka cara menggunakan sumpit.

2. Sajikan sayuran yang renyah. Anak-anak benci makanan yang terlalu lembek, jadi hindari memasak sayuran dalam waktu terlalu lama. Alih-alih demikian, cukup rebus, kukus, panaskan di oven, atau sajikan dalam keadaan mentah. Melalui ini, anak juga tidak terlalu kehilangan vitamin.

3. Ajak mereka berbelanja. Jelajahi setiap lorong sayuran yang ada di supermarket sehingga anak Anda bisa melihat beragam buah dan sayur. Dan pada setiap kunjungan, biarkan dia memilih jenis sayuran baru yang akan disantap bersama pada minggu tersebut. Anak-anak akan senang melihat sayuran pilihan mereka menjadi bagian dari menu makan.

4. Beri contoh yang baik. Pastikan Anda juga mengisi piring makan Anda dengan sayuran. Riset menunjukkan, bahwa jumlah makanan yang ada di piring anak sebenarnya langsung berhubungan dengan jumlah yang ada di piring ibu. Bahkan jika Anda tidak suka dengan, misalnya sayur bit, Anda tetap harus menghidangkannya di piring anak, juga di piring Anda, tanpa perlu memberi komentar negatif.

5. Bersikaplah sabar, jangan tergesa-gesa. Mungkin Anda harus mengenalkan anak kepada satu jenis sayuran sebanyak 10 kali sebelum dia bersedia mencoba (dan tentunya Anda harap dia akan menyukainya). Jika anak Anda menolak untuk mencoba, jangan masukkan ini ke dalam hati. Coba kenalkan lagi 10 hari kemudian.

6. Bercocok tanam. Coba ajak anak untuk membuat apotik hidup atau warung hidup di halaman rumah. Ada kemungkinan mereka dengan senang hati mencoba makanan dari hasil kerja keras mereka. Anda juga bisa mengajak mereka ke perkebunan sayur di area agrowisata, atau yang dekat dengan tempat tinggal Anda. Anak tidak hanya akan belajar mengenai jenis sayuran, tapi juga cara merawatnya.

7. Ajak mereka ke dapur. Libatkan mereka dalam acara memasak. Berikan saja pekerjaan yang sangat mudah, misalnya merobek daun selada, mengupas kulit jagung, atau sekedar mencuci sayuran. Sementara anak yang usianya lebih besar bisa diminta untuk memotong-motong sayuran untuk salad dan menghidangkannya di piring.

8. Sodorkan pilihan. Cukup hidangkan dua atau tiga jenis sayuran berbeda dalam jumlah sedikit di piring makan anak Anda. Aneka jenis makanan justru menjadi kunci dari banyaknya asupan gisi. Memakan tiga jenis sayur masing-masing satu sendok jauh lebih baik daripada tiga sendok satu jenis sayur.

9. Hidangkan dengan saus celup. Jika sayuran rebus atau kukus terasa terlalu hambar, coba hidangkan dengan saus celup, misalnya salsa, hummus, salad dressing rendah lemak, guacamole, atau yogurt. Sajikan saus celup ini dalam jumlah sedikit dan wadah kecil (misalnya cetakan agar-agar) dan biarkan anak memilih saus celup mana yang paling dia suka. Ini akan mengajarkan anak untuk bereksperimen dengan rasa.

10. Jadilah kreatif. Ciptakan dongeng yang bisa menghubungkan balita Anda dengan sayuran. Misalnya mengenai petualangan di hutan asparagus. Ciptakan lagu-lagu konyol dan lucu mengenai wortel, atau kenakan pakaian warna hijau dan berpura-puralah berperan sebagai kacang panjang. Ikut sertakan anak dalam drama kecil ini. Setidaknya, dia bisa menyantap sayurannya dengan perasaan riang, bukan terpaksa.

11. Beri hiasan. Beri anak lembaran daun selada, lalu biarkan dia “menghias” dengan menggunakan sayuran jenis lain yang sudah Anda potong. Lakukan hal yang sama saat Anda membuat pizza vegetarian ukuran kecil (misalnya dengan menggunakan roti pita atau adonan roti yang dibekukan).

12. Sajikan sebagai makanan pembuka. Ketika anak merasa lapar, Anda bisa menggunakan ini sebagai kesempatan untuk mengenalkannya kepada sayuran. Sajikan sayuran sebagai makanan pembuka (misalnya salad ukuran mungil) untuk dikunyah selama anak menunggu makanan utama dihidangkan. Tapi ada pengecualian. Sayuran yang samasekali belum pernah dikenal anak bisa membuatnya frustasi jika dia benar-benar kelaparan. Jadi, sajikan saja sayuran yang sudah dikenalnya. Sementara sayuran baru bisa dihidangkan sebagai camilan sore hari.

13. Makanlah bersama-sama. Jadikan waktu makan malam sebagai prioritas di dalam rumah. Riset dari Harvard Medical School menyebutkan bahwa anak-anak mengonsumsi lebih banyak sayuran (sekaligus lebih banyak buah, kalsium serta serat) saat mereka makan bersama orang tuanya.

14. Kurangi porsi. Bagi anak yang masih belajar untuk menyukai rasa sayur, satu sendok bisa terasa seperti satu piring. Jadi, ketika Anda menyajikan jenis sayuran baru kepada anak, mintalah dia untuk setidaknya mencoba sesuap. Jika dia tidak suka, jangan memaksa. Anda bisa mencoba lagi dua atau tiga hari berikutnya.

15. Permudah penyajian. Tempatkan sayuran yang sudah dipotong atau dicuci di wadah plastik lalu simpan di kulkas. Dengan begini, anak Anda akan mudah melihat dan mengambilnya. Atau, kemas sayuran mentah di cooler berukuran kecil apabila Anda bepergian dengan menggunakan mobil.

16. Sajikan satu-satu. Kebanyakan anak tidak suka makanan yang dikombinasikan dengan saturan lain, jadi, coba tempatkan dua atau tiga jenis sayuran di piring yang terpisah.Melalui ini, Anda juga bisa mengenalkan dia pada jenis-jenis sayuran.

17. Berikan pujian. Pujilah anak jika mereka bersedia mencoba sayuran baru. Tapi jangan mengobral janji, misalnya akan membelikan mainan atau tambahan waktu menonton TV, karena bentuk penghargaan seperti ini bisa menciptakan hubungan yang tidak sehat dengan makanan. Jangan pula menyogok dengan es krim atau coklat. Karena makanan tidak boleh menjadi hadiah atau hukuman atas perilaku anak.

18. Mengganti bentuk. Kenalkan sayuran yang sama dengan cara yang berbeda. Mungkin ini terdengar aneh atau merepotkan, tapi pada kenyataannya, bentuk potongan sayuran bisa membuat perbedaan besar pada anak yang masih kecil. Kalau dia tidak menyentuh wortelnya yang dipotong panjang, coba bentuk potongan bulat seperti koin. Atau mungkin dia lebih suka dengan kacang panjang yang dipotong miring daripada yang biasa.

19. Pesta BBQ vegetarian. Bukan hanya daging yang enak dipanggang. Buatlah kebab vegetarian yang sederhana. Tambahkan dengan tomat, jamur, zucchini, paprika, atau bawang sebagai selingan.

20. Meriahkan makanan. Coba siramkan sedikit keju cair ke atas sayuran kukus. Tidak masalah jika anak mengonsumsi lemak ekstra yang terkandung di dalam keju. Setidaknya, hal ini layak dicoba jika anak bersedia menyantap sayuran yang ada dengan lahap.

 Buah vs Sayuran

Anak Anda mungkin tak keberatan untuk menyantap banyak buah. Tapi tetap saja dia tidak suka sayur. Apakah ini akan bermasalah?

Pada dasarnya, anak akan memeroleh asupan gizi yang kurang lebih sama dari buah. Bisa jadi anak lebih menyukai rasa buah yang manis dibandingkan sayur yang hambar. Tapi adalah penting bagi Anda untuk tetap memerhatikan asupan sayur pada anak. Karena makanan yang dia makan sewaktu kecil akan menentukan menu dietnya nanti saat sudah lebih besar. Pada dasarnya, memakan sayuran adalah suatu kebiasaan yang bisa dipelajari. Jika sesuatu telah menjadi kebiasaan, maka itu akan sulit diubah. Bahkan saat sudah dewasa. Selain itu, sayuran sebenarnya akan mengalahkan sayur dalam hubungannya dengan vitamin-vitamin tertentu. Misalnya, bayam kaya akan folat, sementara ubi dan wortel mengandung banyak vitamin A, hampir 10 kali lebih banyak daripada melon merah.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Apa yang sebenarnya mendorong seorang anak untuk membengkokkan kebenaran? Alasannya jelas bukan karena panik. Faktanya, bohong merupakan bagian normal dari perkembangan anak.

ALASAN KEBOHONGAN

Suatu saat jika batita Anda berbohong, pertimbangkan tiga fakta berikut ini.

“Jujur” atau “berbohong” tidak berarti baginya. Kedua konsep itu sangat sukar untuk dimengerti oleh anak umur ini. Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, sampai mereka berusia 7 atau 8 tahun, anak-anak tidak mengerti bahwa berbohong itu upaya nyata untuk memperdaya seseorang.

Batita adalah pengkhayal. Anak umur 2 dan 3 tahun hidup dalam dunia imajinasi, dan fantasi mereka tampak sangat hidup dan nyata –sehingga mereka sangat mempercayainya. Seorang anak yang terobsesi dengan anjing, mengatakan kepada seseorang di tempat penitipan anak bahwa dia mempunyai seekor anak anjing, padahal tidak benar. Dia betul-betul menyakinkan dirinya sendiri bahwa itu benar adanya.

Mereka menyenangkan hati orang. Ya, batita berbohong untuk menghindari hukuman, tapi mereka melakukan itu juga karena khawatir tentang apa yang akan Anda rasakan (“Mama bahagia jika saya baik - apakah mama akan kurang mencintaiku kalau mendapatiku berbuat hal yang tidak baik?”).

BERKATA JUJUR

Untungnya, ada beberapa cara untuk mendapatkan jawaban jujur di luar imajinasi batita Anda. Cara ini dapat mendorongnya untuk lebih berterus terang di masa mendatang.

Jangan bertindak berlebihan.

Menghukum anak seumur ini karena berbohong tidak akan menolong apapun, kerena mereka tidak menyadari kalau telah melakukan hal yang salah, kata Betsy Brown Braun, penulis buku Just Tell Me What You Say: Sensible Tips and Scripts for Perlexed Parents. Kalau Anda bersikap terlalu keras, anak Anda mungkin akan takut mengakui kesalahannya di masa mendatang. Lebih baik biarkan dia mengakui dirinya tidak memecahkan mainan kakaknya, padahal dialah yang secara jelas melakukannya. Kemudian berbicaralah kepadanya betapa pentingnya menghormati barang milik orang lain.

Jangan bertanya kalau Anda sudah tahu jawabannya.

Bertanya, “Siapa yang menumpahkan jus ini?” ketika anak Anda adalah pelakunya hanya akan menempatkannya pada posisi untuk berbohong. Tapi susunlah pertanyaan dengan tenang, cara ingin tahu (seperti:  “O, ada jus tumpah di atas meja, siapa yang akan membantuku membersihkannya?”) akan membuat anak lebih mudah berterus terang dan mengakui perbuatannya.

Jelaskan mengapa kejujuran itu penting

Meskipun anak Anda tidak bisa menerangkan perbedaan antara kebenaran dan kebohongan, tidak berarti Anda mengabaikan kebohongan yang diucapkannya suatu ketika.  Jika batita Anda tidak mengakui telah menyentuh tempat kue, padahal ada sisa kue dibibirnya, misalnya, jelaskan padanya bahwa Anda lebih peduli dengan jawaban jujur daripada mempersoalkan kue yang hilang.

Bicarakan perbedaan fantasi dengan kenyataan

Anda tentu tidak ingin memadamkan imajinasi anak, khususnya sejak anak Anda sering menggunakan cerita-cerita aneh untuk mengatasi kekhawatiran dan ketakutan. Tapi kalau batita tetap bersikeras mengatakan seekor singa yang bertanggung jawab membuat robek celanan barunya, tunjukkan padanya nada skeptis Anda, “Cerita yang luar biasa! Pasti sangat menakutkan. Saya belum pernah melihat seekor singa pun dalam lingkungan kita. Apa kamu yakin itu yang terjadi?”

Pujilah anak karena telah jujur.

Ketika anak datang kepada Anda dengan pengakuan – misalnya, telah menonton televisi yang seharusnya tidak boleh di lakukan -  puji kejujurannya sebelum mengingatkan batasan waktu menonton. Ketika batita Anda menyadari pentingnya kejujuran (dan merasa aman mengakui kesalahannya), dia akan terbiasa mengatakan kebenaran.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget