APA KATA MEREKA TENTANG KAMI

Testimoni
Pak Rahmat
Alumni

Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada guru dan seluruh staff Bina Amal 03 yang sudah mendidik anak kami, baik saat di playgroup sampai di TK sekarang ini. Saya merasa bahwa kesabaran dan ketelatenan ibu-ibu guru di Bina Amal 03 bisa membimbing dan mendidik anak saya menjadi anak yang sholih, berbakti pada orang tua. Dan karena kesabaran, ketelatenan, serta pendekatan yang terus-menerus membuat anak kami yang awalnya dulu tidak mau bersekolah bahkan takut ke sekolah, sekarang sudah merasa enjoy dan happy bersekolah, bahkan jika diminta libur sekolah tidak mau. Hal yang tidak kalah penting di TKIT Bina Amal 03 mengutamakan pendidikan karakter ke anak, hal ini sangat bagus karena pendidikan karakter memang harus diterapkan sejak usia dini.

Testimoni
Pak Joko
Alumni

Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada guru dan seluruh staff Bina Amal 03 yang sudah mendidik anak kami, baik saat di playgroup sampai di TK sekarang ini. Saya merasa bahwa kesabaran dan ketelatenan ibu-ibu guru di Bina Amal 03 bisa membimbing dan mendidik anak saya menjadi anak yang sholih, berbakti pada orang tua. Dan karena kesabaran, ketelatenan, serta pendekatan yang terus-menerus membuat anak kami yang awalnya dulu tidak mau bersekolah bahkan takut ke sekolah, sekarang sudah merasa enjoy dan happy bersekolah, bahkan jika diminta libur sekolah tidak mau. Hal yang tidak kalah penting di TKIT Bina Amal 03 mengutamakan pendidikan karakter ke anak, hal ini sangat bagus karena pendidikan karakter memang harus diterapkan sejak usia dini.

Testimoni
Pak Bambang
Alumni

Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya pada guru dan seluruh staff Bina Amal 03 yang sudah mendidik anak kami, baik saat di playgroup sampai di TK sekarang ini. Saya merasa bahwa kesabaran dan ketelatenan ibu-ibu guru di Bina Amal 03 bisa membimbing dan mendidik anak saya menjadi anak yang sholih, berbakti pada orang tua. Dan karena kesabaran, ketelatenan, serta pendekatan yang terus-menerus membuat anak kami yang awalnya dulu tidak mau bersekolah bahkan takut ke sekolah, sekarang sudah merasa enjoy dan happy bersekolah, bahkan jika diminta libur sekolah tidak mau. Hal yang tidak kalah penting di TKIT Bina Amal 03 mengutamakan pendidikan karakter ke anak, hal ini sangat bagus karena pendidikan karakter memang harus diterapkan sejak usia dini.

Featured Posts

Featured Posts

Arsip

Error 404

Sorry! The content you were looking for does not exist or changed its url.

Please check if the url is written correctly or try using our search form.
Ekstrakurikuler

Sarana pengembangan bakat minat yang mewadahi kegiatan anak. Ada banyak pilihan Ekstra kurikuler, diantaranya : Akademik : Matematika, IPS, Fisika, Biologi, Desain Grafis, English Club, Arabic Club Kewiraan : Pramuka, PMR, Paskibra Seni : Teater, Nasyid, Cerpen, Kaligrafi, Qiroah, Rebana, Sinematografi Olah Raga : Basket, Futsal, Voli, Badminton, Beladiri, Panahan

Selengkapnya
Puncak Tema

PUNCAK TEMA Puncak Tema adalah kegiatan untuk memberikan kebermaknaan pembahasan tema, maka pada setiap akhir tema perlu dikokohkan dengan puncak tema.. Kegiatan puncak tema bersifat menggembirakan, penguatan sikap, pengetahuan, keterampilan yang melibatkan berbagai pihak terutama orang tua/keluarga. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan cara : Berdiskusi dengan anak tentang pengalaman yang berkaitan dengan tema yang sudah digunakan. Mengajak anak untuk menceritakan kembali hasil karya selama penggunaan tema kepada teman, orang tua dan atau keluarga. Kunjungan lapangan dalam rangka penguatan kompetensi yang sudah dimiliki anak. Mengundang orang tua untuk kegiatan bersama yang berkaitan dengan tema. Membuat setting lingkungan sesuai dengan tema TRANSISI ANTAR TEMA Setelah mengakhiri tema guru harus dapat mengkaitkan tema sebelum dan tema yang akan digunakan selanjutnya untuk membangun minat dan ketertarikan anak dalam memasuki kegiatan main di tema berikutnya. Proses ini disebut transisi antar tema. Transisi antar tema yang dilakukan dengan berbagai cara antara lain: Diskusi tentang pengalaman anak terkait tema lama Berkunjung ke suatu tempat yang terkait dengan tema baru Membacakan cerita yang terkait dengan tema baru Berdiskusi sesuai dengan pengalaman anak yang terkait dengan tema baru Mengundang narasumber yang memiliki keahlian/pengetahuan terkait dengan tema baru

Selengkapnya
Takhasus Al Quran

Adalah program menghapal Al Quran 30 Juz. Program ini diawali dengan tahsin, yaitu mengeluarkan setiap huruf-huruf al Quran dari tempat keluarnya dengan memberikan hak dan mustahaknya.” Atau dengan kata lain menyempurnakan semua hal yang berkaitan dengan kesempurnaan pengucapan huruf-huruf al Quran dari aspek sifat-sifatnya yang senantiasa melekat padanya dan menyempurnakan pengucapan hukum hubungan antara satu huruf dengan yang lainnya seperti idzhar, idgham, ikhfa dan sebagainya. Dengan kata lain adalah memperbaiki bacaan santri agar sesuai dengan kaidah yang berlaku. Adapun metode menghafal yang di terapkan menganut prinsip “Penambahan” (Ziadah) dan “Pengulangan” (Murojaah). Cara menghafalkan santri dalam satu hari harus mengajukan tambahan hafalan pada pagi dan malam hari serta mengulang kembali hafalan pada sore hari. Santri dibagi menjadi kelompok-kelompok/halaqoh hafalan yang dipimpin oleh satu ustadz pembimbing. Setiap ustadz pembimbing bertanggungjawab mengawasi dan mengoreksi kualitas bacaan santri

Selengkapnya
Pendidikan Karakter

Penanaman nilai-nilai karakter merupakan hal penting yang harus ditanamkan pada siswa dari jenjang sekolah rendah hingga perguruan tinggi. Religius adalah salah satu unsur utama dalam pendidikan karakter. Bina Amal adalah salah satu sekolah yang telah lama mengimplementasikan nilai-nilai agama Islam pada diri siswa. Model penanaman Pendidikan karakter pada siswa di Sekolah Islam Terpadu Bina Amal Semarang meliputi dua ruang, yakni ruang dalam sekolah dan ruang luar sekolah. Di dalam sekolah, model yang diterapkan meliput i; (1) Pembiasaan adab harian di sekolah, (2) pembiasaan berpakaian Islam syar’I baik siswa maupun guru, (3) pembiasaan pelafalan kalam Islami sebelum pelajaran, (4) Pembiasaan pergaulan Islami, (5) Menempatkan pelajaran Quran sebelum matapelajaran umum, (6) program salat berjamaah, (7) program makan siang bersama, dan (8) peka ananda.

Selengkapnya
Logo
Slide 2
Slide 1

Slider

4-latest-1110px-slider

Comments

4-comments

[Yayasan][horizontal][animated][7]

Recent Post [simple][recent][10]

Bina Amal Semarang


Yayasan Bina Amal

Populer

Agar Anak Rajin Shalat

Solat Jamaah saat acara malam bina iman taqwa di Bina Amal Diriwayatkan, Umar bin Khattab setiap kali membangunkan anaknya untuk shalat beliau membaca ayat dalam surah Thaha yang artinya, “Dan, perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan, akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS Thaha : 132). Rupanya, ayat ini yang mendasari motivasi Amirul Mukminin Umar bin Khattab sehingga tak pernah merasa lelah dalam menegakkan shalat dalam rumah tangganya. Setidaknya, ada empat pelajaran berharga yang dipetik dari ayat di atas. Pertama. Setiap anak terlahir dalam keadaan fitrah ( berislam). Maknanya setiap anak pada hakikatnya berpotensi senang shalat dan merasa membutuhkan shalat. Orang tuanyalah yang dengan atau tanpa sadar telah memalingkan fitrah anaknya selama ini. Penghasilan dan makanan yang haram atau bercampur yang haram, to...

Siswa PAUD IT Bina Amal Bermain ke Toko Bunga dan Tanaman

Siswa siswi KBIT - TKIT Bina Amal melakukan kunjungan ke toko bunga dan tanaman dalam rangka puncak tema bunga, Kamis, 4 Oktober 2018.   Di sana, mereka melihat dan mengenal bunga - bunga yang ada. Seru sekali kegiatan puncak tema bunga kali ini...   Siswa siswi dapat melihat secara langsung bunga - bunga yang cantik dan warna warni.

Agar Anak Selalu Optimis

Anak yang optimis adalah anak yang percaya diri. Dia akan selalu percaya bahwa yang dia lakukan adalah baik. Dia tidak takut untuk mencoba. Bila melakukan kesalahan, dia tidak akan larut dalam perasaan bersalah. Bila mengalami kegagalan, dia tidak akan ngembek, dan akan terus mencoba  untuk mencapai keberhasilan.  Menjadi pribadi yang optimis tentu tidaklah mudah. Membutuhkan peran serta aktif dari orang tua. Bagaimana caranya? 1.Pujian dan Penghargaan Bila anak melakukan hal yang baik, jangan jual mahal kata-kata pujian. Meskipun yang telah dilakukan anak adalah hal  sepele menurut kita, namun bagi anak-anak itu bisa jadi sesuatu yang luar biasa. Misalnya, pada saat anak selesai bermain. Lalu anak kita mengembalikan mainan yang selesai dia mainkan ke dalam kotak mainan. Pujilah buah hati kita. Buatlah dia merasa bila apa yang dia lakukan sangatlah baik dan harus terus dilakukan. Tidak perlu kata-kata yang panjang. Cukup dengan tersenyum lalu katakana,”Wah…keren…...

Lima Hal Positif Yang Perlu Ditanamkan Dalam Diri Kid Jaman Now

Kids Zaman Now begitu viral di dunia nyata maupun di dunia maya. Istilah yang begitu mudah di dengar dan ditirukan banyak orang. Apa sih sebenarnya arti Zaman Now itu sendiri? Jaman dalam istilah umum berarti masa / waktu dan Now dari bahasa inggris yang artinya sekarang atau kekinian. Pertanyaannya adalah mengapa tidak memakai istilah anak jaman sekarang saja atau anak kekinian? Saya fikir ini ini bukan masalah istilah biar keren dengan menggunakan bahasa inggris akan tetapi pemakaian istilah ini merujuk kepada Kids Zaman Now sangat lekat dengan dunia digital dan media sosial. Hal inilah yang membedakan masa muda kita dengan anak-anak yang lahir tahun 2000an.  Perkembangan teknologi dan tidak diimbangi dengan kesiapan mental para user akan menimbulkan efek samping yang membahayan. Berikut akan saya sampaikan beberapa fakta sederhana tetapi kalau dibiarkan akan menjadi Petaka Sosial. Pada masa 90an sampai masuk tahun 2000 generasi waktu itu belum terlalu disibukkan dengan “G...

Cara Mendidik Anak Aktif Menjadi Kreatif

Anak yang aktif kadang menggemaskan. Ada saja polah tingkah mereka yang bisa membuat kita tersenyum. Namun bila terlalu dibiarkan akan semakin menjadi. Dan bila kita memberlakukan pola asuh yang salah, bisa jadi anak aktif tersebut mengarah pada anak “bandel” . Lagu bagaimana untuk mengatasi atau mendidik anak aktif ini? Salah satunya adalah mengubah mereka menjadi anak yang kreatif . Bagaimana caranya? Ikuti tips-tips di bawah ini: 1. Jangan membatasi anak dengan banyak larangan Anak yang aktif adalah anak yang suka bergerak. Itu sudah menjadi sifat dari sang anak. Bila kita terlalu banyak memberikan ini dan itu, tentu dia akan merasa ada semacam kerangkeng yang membelenggu tubuhnya. Mungkin ada saatnya dia akan menuruti aturan tersebut. Namun bila ada hal-hal yang membuatnya kecewa, dia bisa berubah menjadi anak yang tidak mau tahu aturan, dan seakan-akan dia akan tumbuh menjadi anak yang pemberontak. Anak yang aktif biasanya butuh….. 2. Pengarahan ya...

Panduan Mudah Belajar

J am sudah menunjukkan lewat waktu tidur dan si kecil yang berusia 6 tahun menangis karena belum bisa mengingat kata-kata ejaannya. Beberapa jam sebelumnya, Anda memintanya untuk menyelesaikan pekerjaan rumah. Kini, Anda menyuruhnya menutup buku dan tidur. Dia terlalu lelah, sangat tidak siap, dan cemas. Jangan putus asa. Si kecil baru saja memulai hubungan jangka panjang dengan belajar, dan Anda juga terlibat di dalamnya. Jika melihatnya sebagai suatu proses pengenalan pada kebiasaan positif, Anda akan segera menemukan jalan untuk sesi mengerjakan tugas yang produktif, tenang, dan menyenangkan. Ajarkan Konsistensi Hindari pengacau jadwal belajar, misalnya bermain sepulang sekolah. Anak harus mencoba mengerjakan tugasnya di waktu yang sama setiap hari. “Tanpa rutinitas,  tugas akan sangat mudah untuk ditunda,” ujar Jeanne Shay Schumm, PhD, penulis How to Help Your Chilc With Homework . Untuk mencari waktu yang optimal, pertimbangkan juga jadwal keluarga dan temp...

Pesona Edu Hadir untuk Bina Amal

Rabu 23 Oktober 2019, pukul 08.00 siswa SD IT Bina Amal 02 berkunjung ke SMP IT Bina Amal. Mereka dikenalkan dengan pembelajaran digital melalui Pesona Edu. Pesona Edu merupakan software edukasi dengan beberapa produk unggulan kami meliputi konten pengayaan interaktif, buku digital interaktif dan software latihan soal digital. Pesona Edu termasuk software yang mengisi ruang layar menu tablet di Samsung Smart Learning Center (SSLC). Secara bergiliran siswa SD IT Bina Amal 02 bergantian menuju ke SSLC SMP IT Bina Amal. Untuk yang mendapat giliran pertama masuk ke ruang SSLC adalah siswa putri. Sementara siswa putri belajar di SSLC, siswa putra berkeliling melihat komplek kampus SMIT Bina Amal dan menyaksikan video Profil SMP IT Bina Amal. Kegiatan pembelajaran digital dibimbing oleh Ibu Ani Wahyuni S.Pd. selaku guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP IT Bina Amal. Siswa sangat senang dalam melaksanakan pembelajaran digital karena seolah mereka sedang bermain dengan ponsel layar sentuh. ...

Kandungan Bahan Makanan dalam Permen Kenyal

Anak senang makan permen kenyal/chewy, karena rasanya yang manis dan tekstur yang kenyal. Tapi, apa saja komposisi bahan makan dalam camilan ini?   Tak ada salahnya Mama kenali bahan dan nutrisi yang terkandung dalam permen favorit anak ini. * Bahan Penstabil (Gelatin Sapi) Sama seperti pada produk biskuit, bahan penstabil (stabilizer) adalah BTP yang berfungsi untuk menstabilkan sistem dispersi agar campuran ingredient menjadi homogen. Untuk produk permen kenyal yang biasa digunakan memang jenis gelatin. Fungsi lain gelatin adalah sebagai bahan pembentuk gel atau pembentuk tekstur. * Humektan Merupakan BTP yang digunakan untuk mempertahankan kelembaban produk pangan. Bahan yang sering digunakan sebagai humektan untuk permen adalah sorbitol dan xilitol yang juga mampu memperbaiki cita rasa kunyah untuk  permen chewy. * Pengatur Keasaman (asam sitrat, asam laktat) Fungsi sama dengan pada produk chips dan biskuit * Perisa Buah-Buahan Merupakan jenis BTP flavouring yang...

Pentingnya Membangun Komunikasi dengan Anak untuk menjadi Generasi Juara

Psikolog Nurina, S.Psi., CHA., CGA SD IT Bina Amal Semarang mengadakan Seminar Smart Parenting dengan tema " Pentingnya Membangun Komunikasi dengan Anak untuk menjadi Generasi Juara bersama psikolog Nurina, S.Psi., CHA., CGA. Seminar diadakan pada Sabtu, 24 September 2016 dengan peserta merupakan wali murid siswa, khususnya kelas 1 dan kelas 2. Secara umum, seminar berlangsung dengan lancar. Di awali dengan tilawah dari siswa kelas 1 dan kelas 2. Kemudian ada persembahan gerak dan lagu dari siswa kelas 2 serta pembacaan puisi. Penampilan Gerak dan Lagu Siswa Kelas 2 Acara kemudian dilanjutkan penyampaian materi dan diskusi. Alhamdulillah orang tua juga aktif berpatisipasi dalam tanya jawab. Diharapkan dari seminar ini, orang tua memiliki gambaran dan wawasan terkait pentingnya membangun komunikasi dengan anak. Diawali dengan mengenal gaya belajar anak. Dengan mengenal gaya belajar anak, maka di harapkan orang tua lebih mudah dalam membimbing dan menggali poten...

Batasi Garam Untuk Anak

Sekitar 43 persen garam yang diasup si kecil berasal dari 10 jenis makanan yang paling sering mereka makan, di antaranya: Pizza, roti, daging, camilan gurih, roti isi, keju, nugget, sup, dan sebagainya. Beberapa dari makanan di atas sebenarnya tidak berasa asin, tapi sebenarnya mengandung sodium cukup tinggi. Hal ini karena kebanyakan sodium sudah ada dalam makanan, bahkan sebelum makanan tersebut diproses. Seperti halnya orang dewasa, konsumsi garam yang berlebihan pada anak-anak juga bisa mendatangkan masalah pada kesehatan. Salah satunya adalah tekanan darah tinggi. "Satu dari enam anak di Amerika mengalami darah tinggi yang bisa menyebabkan hipertensi di usia dewasa," kata Ileana Arias dari pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC). Lebih lanjut dikatakan Ileana, menurut hasil sebuah survei yang dilakukan di Amerika Serikat, rata-rata anak berusia 6-18 tahun di sana mengasup 3.300 miligram sodium perhari, belum termasuk garam yang ditambahkan di meja. Jumla...

TENTANG BINA AMAL

Yayasan Wakaf Bina Amal adalah Lembaga dakwah yang menjadi bagian integral dari dakwah ummat, untuk dapat memberikan kontribusi positif kepada bangsa dan negara, terutama dalam melahirkan SDM berkualitas yaitu generasi mandiri yang memiliki karakter robbaniyah. Fokus utama Yayasan Wakaf Bina Amal adalah Bidang Pendidikan.

Alhamdulillah, berkat rahmat Allah SWT, Yayasan Wakaf Bina Amal yang didirikan sejak tahun 2001, beralamat di Jalan Kyai Saleh no.8 Mugasari Semarang Selatan, memiliki banyak unit Pendidikan yaitu kampus 1 ( PAUDIT dan SDIT Bina Amal), kampus 2 (SMPIT dan SMAIT Bina Amal yang menggunakan sistem pembelajaran Boarding scholl/asrama dalam Pondok Pesantren Tahfidz Bina Amal) ) , kampus 3 (TKIT dan SDIT Bina Amal 02) dan kampus 4 (PAUDIT Bina Amal 03).

Bina Amal menjawab kebutuhan masyarakat yang mencari Pendidikan terbaik buat putra putrinya yang berkesinambungan dari jenjang PAUD hingga SMA. Dengan tenaga pengajar yang sebagian besar terdiri dari generasi muda yang memiliki semangat untuk terus belajar terlebih menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan society 5.0, maka Bina Amal siap menjadi bagian dalam pelopor perubahan dan pembangun peradaban bangsa Indonesia.

TENTANG BINA AMAL

Bina Amal Semarang


Yayasan Bina Amal

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

LEMBAGA PENDIDIK ISLAM TERPADU BINA AMAL TAHUN AJARAN 2023/2024

Trending now

Tips Agar Anak-Anak Tak Berebut Barang

Sewaktu akhir pekan, ketika semuanya berkumpul dirumah adalah kegiatan yang menyenangkan bisa bercengkrama dan berkumpul bersama dengan semua anggota keluarga. Apalagi, jarang sekali mendapatkan momen seperti ini ketika si ayah harus bekerja dan si kakak sudah mulai masuk sekolah dasar. Dirumah, ibu hanya ditinggal berdua bersama dengan si adik yang masih balita. Itulah mengapa, kegiatan berkumpul bersama-dama menjadi momen jarang yang sangat menggembirakan.

Akan tetapi, ketika si kakak dan si adik disatukan dalam sebuah ruangan dan bermain bersama, selalu ada saja perselisihan yang terjadi. Hal tersebut terjadi tak jarang karena disulut dengan saling berebut barang yang masing-masing bersih kukuh ingin memilikinya. Si kakak yang masih kecil dan si adik yang terlalu kecil, seringkali susah untuk mengatur mereka dan meminta salah satunya mengalah. Alhasil, rumah yang tadinya begitu hangat dengan kebersamaan, berubah menjadi kegaduhan dan pecah seketika dengan perselisihan keduanya.

Jika sudah begini, ibu dan ayah langsung mengusap kening dan menghela nafas seolah sudah terlalu sering dihadapkan pada kondisi demikian. Namun demikian, sebagai orangtua tentunya, kita tidak ingin jika si kakak dan si adik terus-terusan terjebak dalam perselisihan akan hal sepele. Alih-alih, nantinya akan sulit bagi orangtua mengajak serta kedua buah hatinya berpegian keluar rumah. Apalagi saat bertemu dengan sanak saudara atau teman-teman ayah dan ibu. Perkelahian anak-anak yang saling berebut barang akan tentu saja membuat kita merasa malu dan canggung dengan oranglain yang melihat sikap dua buah hati kita.

Anak-anak yang berebut barang atau mainan memang hal yang lumrah. Apalagi jika mengingat ego mereka ketika masih anak-anak masih begitu tinggi dan sikapnya masih meleda-ledak. Disamping itu, umumnya tindakan anak-anak sulit sekali diprediksi, sebentar dia menginginkan itu dan sebentar lagi anak-anak sudah menginginkan barang milik oranglain, termasuk milik saudaranya sendiri. Akan tetapi, jika sikap ini sudah tak lagi dapat dimaklumi dimana keduanya sudah berntindak diluar batas dengan menyakiti satu sama lain ketika berselisih dan berebut barang, maka perlu sekali tindakan orangtua untuk bisa menghentikan perbuatan anak-anak. Apalagi mereka berdua terikat dengan hubungan sedarah. Jangan sampai, sikap dan perilaku keduanya terbawa hingga mereka besar dan dewasa nanti, yang mana dikhawatirkan akan tumbuh persaingan dalam diri anak-anak dan membuat kebencian hadir dalam dirinya.

Adalah hal yang wajar, ketika si kakak dan si adik berebut barang, si adik kecil seringkali menangis dan berteriak, begitupun dengan si kakak. Orangtua perlu menjadi penengah dalam pertengkaran anak dan dituntut untuk bisa berlaku bijak menyikapi perselisihan ini.

Nah, agar ibu bisa mengatasi anak-anak yang seringkali berebut barang atau mainan. Kali ini kami akan berikan tips mudah agar mereka tak lagi berebut mainan dan tidak terjebak dalam perselisihan yang tiada akhirnya.

Bersikap Objektif Terhadap Anak-Anak

Ketika ibu mendapati anak-anak sedang berselisih karena berebut mainan, maka jangan lantas menyalahkan salah satu anak yang paling tua untuk mengalah dan membela si kecil dengan alasan adiknya masih begitu kecil untuk memahami semua itu. Sebaiknya, tanyakan terlebih dahulu pangkal permasalahannya pada salah satu. Dan tanyakan pada yang lain apakah benar demikian atau tidak.

Dari sinilah anda akan tahu apa yang harus anda lakukan selanjutnya. Jika barang tersebut memanglah milik si kakak, maka mintalah anak anda yang paling kecil untuk memberikan pada kakaknya. Setelah itu, ajak anak yang paling kecil untuk ikut bersama anda. Dari sini, anda bisa memberikan pengertian pada anak anda yang masih kecil, bahwa mereka harus belajar menghargai milik oranglain. Hal ini tentunya bukan hanya berlaku saat anak menggunakan atau berusaha mengambil barang si kakak saja, namun juga barang-barang miliki orang lain.

Jangan Memaksa

Ketika anak bermain dengan teman-temannya atau saudaranya, sebaiknya jangan pernah memaksa anak untuk membagi semua yang ia miliki. Biarkan anak memilih sendiri mainan atau barang mana yang ingin ia mainkan bersama dengan oranglain. Dengan begini, anak juga akan belajar bahwa tidak semua hal bisa ia bagi dengan orang lain. Selain itu, ketika anak mengikuti nalurinya sendiri untuk dapat memilih apa yang boleh ia bagi, maka ia akan dapat memberikannya dengan lebih lapang dada. Sehingga tidak ada alasan untuknya bisa merebut barang tersebut secara paksa dari teman atau saudaranya.

Berikan Aturan yang Tegas Pada Anak

Salah satu cara untuk menghindari perselisahan karena berebut barang pada anak adalah dengan memberikan atau memberlakukan aturan yang tegas pada anak-anak. Hanya saja, tentunya aturan tersebut sesuai dengan usia anak. Jangan sampai anda memberlakukan aturan yang tagas dengan sanksi yang kejam seperti memukul anak, mengurung anak dan lain sebagainya. Yang terpenting dari poin ini adalah membuat anak jera atau merasa takut merebut barang milik oranglain karena anda telah membuat kesepakatan sebelumnya dengan si kecil. Dengan demikian, perselisihan dan pertengkaran pada anak bisa dihindari.

Tunjukan Sikap Pengertian

Ketika anak mengadukan teman atau saudaranya merebut mainan sendiri atau mereka tidak ingin berbagi dengan anak anda, anda lantas mengatakan "Sudah, biarkan saja." Kata-kata ini justru akan lebih menunjukan bahwa anak juga diajarkan untuk mengabaikan perasaan dan keinginannya untuk memainkan sebuah barang.

Untuk itu, sebaiknya tanggapi curahan hati anak dan tanyakan dulu pada temannya mengapa ia tidak ingin berbagi permainan tersebut atau mengapa ia merebut mainannya. Dengan begini, anak-anak akan merasa dihargai dan diperhatikan.

Ajak Anak Bersosialisasi

Teori mengajarkan anak agar mau berbagi tidak hanya cukup membuat anak mengerti. Pada akhirnya, anak-anak pun akan membutuhkan praktek yang jelas yang akan membuatnya mengalami hal tersebut. Untuk itulah, ibu bisa mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan bermain anak yang baru dimana didalamnya terdapat anak-anak sesuai dengan anak anda, seperti misalkan playgroup atau taman kanak-kanak. Disini anak-anak akan langsung mengalami sendiri bagaimana berbagi dan tidak saling berebut. Mintalah anak-anak untuk bisa berbagi dengan teman dan sahabat-sahabatnya agar mereka bisa bermain bersama dan menikmati hari-harinya.

Berikan Contoh yang Baik

Dalam segala hal orangtua adalah figur yang akan senantiasa ditiru oleh anak-anaknya. Baik dalam segi perilaku maupun sifat. Untuk itulah, orangtua harus mampu memberikan contoh yang baik dan menjadi tauladan untuk anak-anaknya. Ketika anda menginginkan anak-anak tidak selalu berebut barang atau mainan dengan teman-teman dan saudaranya, maka ajarkan pula konsep berbagi dengan dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begini, anak-anak secara tidak langsung aka menyerap dan mempraktikan apa yang mereka lihat dari kedua orangtuanya.

Dunia anak adalah dunia bermain yang dihiasi dengan keceriaan. Akan tetapi, ketika keceriaannya terenggut karena sikap anak-anak saling berebut barang, tentu saja hal ini akan membuat kita kewalahan menghadapi anak-anak. Nah, beberapa tips diatas diharapkan mampu membantu ibu mendapatkan solusi agar anak-anaknya tak selalu berebut barang dengan saudara atau teman-temannya.

Sumber : Bidanku.com

Popular Posts

Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Tips Agar Anak-Anak Tak Berebut Barang

Sewaktu akhir pekan, ketika semuanya berkumpul dirumah adalah kegiatan yang menyenangkan bisa bercengkrama dan berkumpul bersama dengan semua anggota keluarga. Apalagi, jarang sekali mendapatkan momen seperti ini ketika si ayah harus bekerja dan si kakak sudah mulai masuk sekolah dasar. Dirumah, ibu hanya ditinggal berdua bersama dengan si adik yang masih balita. Itulah mengapa, kegiatan berkumpul bersama-dama menjadi momen jarang yang sangat menggembirakan.

Akan tetapi, ketika si kakak dan si adik disatukan dalam sebuah ruangan dan bermain bersama, selalu ada saja perselisihan yang terjadi. Hal tersebut terjadi tak jarang karena disulut dengan saling berebut barang yang masing-masing bersih kukuh ingin memilikinya. Si kakak yang masih kecil dan si adik yang terlalu kecil, seringkali susah untuk mengatur mereka dan meminta salah satunya mengalah. Alhasil, rumah yang tadinya begitu hangat dengan kebersamaan, berubah menjadi kegaduhan dan pecah seketika dengan perselisihan keduanya.

Jika sudah begini, ibu dan ayah langsung mengusap kening dan menghela nafas seolah sudah terlalu sering dihadapkan pada kondisi demikian. Namun demikian, sebagai orangtua tentunya, kita tidak ingin jika si kakak dan si adik terus-terusan terjebak dalam perselisihan akan hal sepele. Alih-alih, nantinya akan sulit bagi orangtua mengajak serta kedua buah hatinya berpegian keluar rumah. Apalagi saat bertemu dengan sanak saudara atau teman-teman ayah dan ibu. Perkelahian anak-anak yang saling berebut barang akan tentu saja membuat kita merasa malu dan canggung dengan oranglain yang melihat sikap dua buah hati kita.

Anak-anak yang berebut barang atau mainan memang hal yang lumrah. Apalagi jika mengingat ego mereka ketika masih anak-anak masih begitu tinggi dan sikapnya masih meleda-ledak. Disamping itu, umumnya tindakan anak-anak sulit sekali diprediksi, sebentar dia menginginkan itu dan sebentar lagi anak-anak sudah menginginkan barang milik oranglain, termasuk milik saudaranya sendiri. Akan tetapi, jika sikap ini sudah tak lagi dapat dimaklumi dimana keduanya sudah berntindak diluar batas dengan menyakiti satu sama lain ketika berselisih dan berebut barang, maka perlu sekali tindakan orangtua untuk bisa menghentikan perbuatan anak-anak. Apalagi mereka berdua terikat dengan hubungan sedarah. Jangan sampai, sikap dan perilaku keduanya terbawa hingga mereka besar dan dewasa nanti, yang mana dikhawatirkan akan tumbuh persaingan dalam diri anak-anak dan membuat kebencian hadir dalam dirinya.

Adalah hal yang wajar, ketika si kakak dan si adik berebut barang, si adik kecil seringkali menangis dan berteriak, begitupun dengan si kakak. Orangtua perlu menjadi penengah dalam pertengkaran anak dan dituntut untuk bisa berlaku bijak menyikapi perselisihan ini.

Nah, agar ibu bisa mengatasi anak-anak yang seringkali berebut barang atau mainan. Kali ini kami akan berikan tips mudah agar mereka tak lagi berebut mainan dan tidak terjebak dalam perselisihan yang tiada akhirnya.

Bersikap Objektif Terhadap Anak-Anak

Ketika ibu mendapati anak-anak sedang berselisih karena berebut mainan, maka jangan lantas menyalahkan salah satu anak yang paling tua untuk mengalah dan membela si kecil dengan alasan adiknya masih begitu kecil untuk memahami semua itu. Sebaiknya, tanyakan terlebih dahulu pangkal permasalahannya pada salah satu. Dan tanyakan pada yang lain apakah benar demikian atau tidak.

Dari sinilah anda akan tahu apa yang harus anda lakukan selanjutnya. Jika barang tersebut memanglah milik si kakak, maka mintalah anak anda yang paling kecil untuk memberikan pada kakaknya. Setelah itu, ajak anak yang paling kecil untuk ikut bersama anda. Dari sini, anda bisa memberikan pengertian pada anak anda yang masih kecil, bahwa mereka harus belajar menghargai milik oranglain. Hal ini tentunya bukan hanya berlaku saat anak menggunakan atau berusaha mengambil barang si kakak saja, namun juga barang-barang miliki orang lain.

Jangan Memaksa

Ketika anak bermain dengan teman-temannya atau saudaranya, sebaiknya jangan pernah memaksa anak untuk membagi semua yang ia miliki. Biarkan anak memilih sendiri mainan atau barang mana yang ingin ia mainkan bersama dengan oranglain. Dengan begini, anak juga akan belajar bahwa tidak semua hal bisa ia bagi dengan orang lain. Selain itu, ketika anak mengikuti nalurinya sendiri untuk dapat memilih apa yang boleh ia bagi, maka ia akan dapat memberikannya dengan lebih lapang dada. Sehingga tidak ada alasan untuknya bisa merebut barang tersebut secara paksa dari teman atau saudaranya.

Berikan Aturan yang Tegas Pada Anak

Salah satu cara untuk menghindari perselisahan karena berebut barang pada anak adalah dengan memberikan atau memberlakukan aturan yang tegas pada anak-anak. Hanya saja, tentunya aturan tersebut sesuai dengan usia anak. Jangan sampai anda memberlakukan aturan yang tagas dengan sanksi yang kejam seperti memukul anak, mengurung anak dan lain sebagainya. Yang terpenting dari poin ini adalah membuat anak jera atau merasa takut merebut barang milik oranglain karena anda telah membuat kesepakatan sebelumnya dengan si kecil. Dengan demikian, perselisihan dan pertengkaran pada anak bisa dihindari.

Tunjukan Sikap Pengertian

Ketika anak mengadukan teman atau saudaranya merebut mainan sendiri atau mereka tidak ingin berbagi dengan anak anda, anda lantas mengatakan "Sudah, biarkan saja." Kata-kata ini justru akan lebih menunjukan bahwa anak juga diajarkan untuk mengabaikan perasaan dan keinginannya untuk memainkan sebuah barang.

Untuk itu, sebaiknya tanggapi curahan hati anak dan tanyakan dulu pada temannya mengapa ia tidak ingin berbagi permainan tersebut atau mengapa ia merebut mainannya. Dengan begini, anak-anak akan merasa dihargai dan diperhatikan.

Ajak Anak Bersosialisasi

Teori mengajarkan anak agar mau berbagi tidak hanya cukup membuat anak mengerti. Pada akhirnya, anak-anak pun akan membutuhkan praktek yang jelas yang akan membuatnya mengalami hal tersebut. Untuk itulah, ibu bisa mengajak anak bersosialisasi dengan lingkungan bermain anak yang baru dimana didalamnya terdapat anak-anak sesuai dengan anak anda, seperti misalkan playgroup atau taman kanak-kanak. Disini anak-anak akan langsung mengalami sendiri bagaimana berbagi dan tidak saling berebut. Mintalah anak-anak untuk bisa berbagi dengan teman dan sahabat-sahabatnya agar mereka bisa bermain bersama dan menikmati hari-harinya.

Berikan Contoh yang Baik

Dalam segala hal orangtua adalah figur yang akan senantiasa ditiru oleh anak-anaknya. Baik dalam segi perilaku maupun sifat. Untuk itulah, orangtua harus mampu memberikan contoh yang baik dan menjadi tauladan untuk anak-anaknya. Ketika anda menginginkan anak-anak tidak selalu berebut barang atau mainan dengan teman-teman dan saudaranya, maka ajarkan pula konsep berbagi dengan dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begini, anak-anak secara tidak langsung aka menyerap dan mempraktikan apa yang mereka lihat dari kedua orangtuanya.

Dunia anak adalah dunia bermain yang dihiasi dengan keceriaan. Akan tetapi, ketika keceriaannya terenggut karena sikap anak-anak saling berebut barang, tentu saja hal ini akan membuat kita kewalahan menghadapi anak-anak. Nah, beberapa tips diatas diharapkan mampu membantu ibu mendapatkan solusi agar anak-anaknya tak selalu berebut barang dengan saudara atau teman-temannya.

Sumber : Bidanku.com

Berbagi