Februari 2015



Orang tua sebaiknya menjauhkan smartphone di kamar anak karena mampu mengganggu waktu tidur. Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkapkan, smartphone di kamar tidur anak dapat merusak kebiasaan tidur. Keberadaan smarphone, menurut studi bahkan lebih berbahaya daripada televisi.

Terkait keberadaan smartphone ini, para peneliti melibatkan lebih dari 2.000 siswa SD dan SMP. Peneliti menemukan bahwa keberadaan smartphone atau tablet di kamar tidur berkaitan dengan kurang tidur dan anak cenderung merasa ngantuk di siang hari.

"Studi telah menunjukkan bahwa menonton TV dapat mengganggu tidur. Tapi hanya sedikit yang mengetahui tentang dampak smartphone dan layar kecil lainnya," kata penulis studi Jennifer Falbe, dari School of Public Health di University of California, Berkeley.

“Smartphone harus menjadi perhatian khusus karena benda itu menyediakan akses ke berbagai konten termasuk game, video, website, dan teks, yang dapat digunakan di tempat tidur dan menunda waktu tidur,” kata Falbe.

Falbe juga menemukan bahwa tidur di dekat smartphone dan tidur di sebuah ruangan yang ada televisi terkait dengan durasi tidur yang lebih pendek. "Anak-anak yang tidur di dekat smartphone lebih mungkin untuk merasa mereka tidak mendapatkan cukup tidur," katanya

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute menyarankan anak usia sekolah membutuhkan setidaknya 10 jam tidur setiap hari. Sedangkan remaja membutuhkan waktu antara sembilan sampai 10 jam tidur. Jadi apakah anak Anda sudah cukup tidur?

Studi ini dipublikasikan pada 5 Januari 2015 dalam jurnal Pediatrics.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Obesitas anak meruapakan hal yang paling dikhawatirkan orang tua. Hal itu membuat orang tua terlalu berhati-hati saat memberikan makan. Namun di luar masalah obesitas, anak juga perlu menaikkan berat badannya. “Anak-anak dengan berat badan kurang mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, dan hal ini bisa berdampak pada suasana hati, konsentrasi, dan pertumbuhan,” kata Jill Castle, RD, pakar nutrisi anak di Nashville, Amerika Serikat.

Jika dokter anak mengatakan bahwa berat badan anak Anda perlu dinaikkan, Anda perlu melakukan hal di bawah ini.

Buat jadwal untuk makan berat dan makanan kecil, taati seketat mungkin. Tawarkan anak makanan setiap tiga sampai empat jam, dan pastikan Anda tidak membuatnya makan terburu-buru. Arahkan anak untuk makan besar dan menyantap makanan kecil masing-masing tiga kali sehari.

Tambahkan bahan-bahan berkalori tinggi dan kaya dengan zat gizi ke dalam makanan anak tanpa membesarkan porsi makanan, yang bisa membuat anak kewalahan. Taburi keju di atas mashed potato (kentang yang dihaluskan) dan scambled eggs (terlur orak arik), letakkan irisan alpukat ke dalam roti.

Beri anak Anda susu, saus salad, dan keju yang full fat. Biarkan kulit ayam tetap menempel di dagingnya dan gunakan bagian daging sapi yang banyak kandungan lemaknya (seperti mengandung 85 persen daging murni bukan yang 90 persen). Dan jangan takut dengan lemak. Ingat, ini adalah solusi jangka pendek untuk menaikkan berat badan anak Anda agar sesuai dengan pertumbuhannya, bukan pola makan yang berlangsung seumur hidupnya. Castle merekomendasikan untuk mengaduk-adukan mi ke dalam sedikit minyak zaitun sebelum menambahkan saus, dan bisa juga mengoleskan mentega di bawah selai kacang atau mayonnaise.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

binaamal.or.id - Baru-baru ini SDIT Bina Amal melaksanakan kegiatan seleksi terhadap calon siswa SDIT Bina Amal. Kegiatan dilaksanakan di Kampus Bina Amal Jalan Kyai Saleh No. 8, Mugassari, Semarang. 

Kegiatan seleksi ini diikuti oleh 126 Siswa, tes seleksi diantaranya adalah kemampuan sosial, interaksi, doa-doa harian, kemandirian dan lain sebagainya. Seleksi ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui kemampuan dasar anak, sehingga sekolah dapat memiliki gambaran sebagai pijakan menentukan pola pendidikan yang tepat. 

Humas Bina Amal Muntafingah mengatakan bahwa Sekolah Bina Amal terus berkomitmen untuk melahirkan generasi bangsa yang unggul, unggul dalam kompetensi dan juga karakter. Untuk itu tes seleksi ini sebagai gambaran awal melihat potensi anak.

"Kami ingin mengetahui sejauh mana potensi calon siswa kami, sehingga kami memiliki gambaran bagaimana pola pendidikan yang nanti akan kami terapkan," ungkap fingah.

Siswa Bina Amal Belajar Menanam Jahe
binaamal.or.id - Salah satu visi Sekolah Bina Amal adalah melahirkan anak dengan kemampuan yang terpadu. Tidak hanya nilai akademik, namun juga nilai akhlak dan juga kemandirian. Kali ini Sekolah Bina Amal melatih anak untuk bercocok tanam sebagai bentuk kepedulian dengan lingkungan.

Berada di lingkungan SMPIT Bina Amal, siswa diminta menanam tumbuhan jahe yang merupakan salah satu tanaman apotik hidup. Kegiatan ini dilaksankan oleh semua siswa kelas 7 SMPIT Bina Amal yang beralamat Jl JL. Gunungpati-Ungaran Kecamatan Gunung Pati ini.

Dengan kegiatan ini diharapkan siswa memiliki mental mandiri dan juga memiliki kepedulian terhadap lingkungannya. Sehingga kegiatan yang dilakukan di sekolah dapat di aplikasikan di lingkungan mereka


Bencana alam, perang, tragedi lokal maupun nasional yang kerap muncul di berita memang menakutkan. Anda tidak mungkin bisa melindungi anak sepenuhnya dari kejadian yang terus mengalir. Namun, tetap ada cara untuk meminimalkan rasa takutnya. 

Kurangi gambar-gambar grafis. Terpaam gambar-gambar yang mengganggu dari media massa cenderung menambah kekhawatiran anak daripada membantunya memahami kejadian yang sesungguhnya. Awasi dia saat menonton dan membaca, dan jauhkan dia dari adegan-adegan dan cerita yang sangat menakutkan.

Konkret, bukan komplet. Berikan jawaban jujur dan sederhana terhadap pertanyaan-pertanyaan anak mengenai apa yang terjadi. Tapi, jangan berikan informasi terlalu banyak secara sukarela. Tunggu sampai dia bertanya lebih banyak lagi pertanyaan memberi penjelasan lebih detil.

Fokus terhadap keamanan, bukan risiko. Daripada mencekoki informasi mengenai bahaya, lebih baik tekankan pada si kecil bahwa ada banyak orang, seperti orang tua, dokter, guru, polisi, dan tentara yang akan membantu agar kita tetap aman.

Tunjukkan hal-hal baik. Biarkan anak mengetahui, ada orang-orang yang bekerja untuk memperbaiki masalah yang terjadi di dunia. Dorong dia untuk turut berperan di dalamnya. Misalnya, dengan mengumpulkan makanan bagi yang membutuhkan, atau ikut gerak jalan yang menjadi bagian kegiatan sosial.  
Supaya Anak Tetap Tenang
Jika Anda sudah berusaha meminimalkan rasa takutnya, selanjutnya Anda harus membuatnya tenang. Ikuti tip ini

Menarik napas dalam-dalam
Minta anak untuk berpura-pura meniup gelembung dengan menarik napas lalu mengembuskannya perlahan-lahan. Katakan, bahwa semakin lambat embusan napasnya, maka akan semakin besar gelembungnya.

Mencari obyek pengganti
Anda bisa mengatakan kepada anak untuk mentransfer rasa cemasnya ke boneka. Atau, suruh dia berimajinasi, misalnya dengan meletakkan rasa cemasnya ke dalam perahu layar yang akan pergi jauh.

Visualisasi
Minta anak untuk membayangkan dirinya sedang mengambang di atas awan, atau badannya bertabur debu ajaib yang dapat membuatnya rileks.

Melatih otot
Minta anak untuk berbaring dalam keadaan terlentang. Lalu, suruh dia untuk menegangkan otot tubuh secara bertahap, mulai dari kaki, selama tiga detik. Kemudian, rilekskan otot kembali. Minta dia untuk mengulanginya beberapa kali.

Aktivitas fisik
Semangati anak untuk berlari, berdansa, meloncat, atau melakukan lompat tali untuk melepaskan stres.


Menjelang waktu tidur, si kecil membangkang dengan argumen layaknya pengacara di pengadilan. Larangan seperti, “Tidak boleh makan permen sebelum makan malam!” akan membuatnya tak berhenti merengek dan membujuk, hal yang bahkan mampu membuat ibu paling tegas sekalipun akhirnya menyerah. Tapi, jangan tertipu dengan reaksi-reaksi semacam ini. Sekalipun reaksi yang muncul mampu memancing pertengkaran, pada dasarnya mereka menghargai peraturan. “Anak-anak usia enam sampai dengan delapan tahun adalah para pemikir yang konkret,” kata Sigita Plioplys, MD, seorang psikiater bagian saraf dari Children’s Memorial Hospital, Chicago. “Mereka belum bisa menganalisa dunia yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, mereka lebih suka diberitahu mengenai mana yang benar, mana yang salah, dan apa yang harus dikerjakan.”

Tantangan yang Anda hadapi adalah untuk membuat peraturan yang adil, realistis, dan bisa dipatuhi si kecil. Jangan khawatir, sebenarnya hal ini tidaklah sesulit yang Anda bayangkan.

Gunakan kata-kata yang bijak


Saat menegakkan peraturan, cobalah untuk mengutarakannya dalam bentuk kalimat positif. “Akrablah dengan adikmu,” daripada mengatakan, “Jangan berantem terus!” Ketika kalimat yang Anda ucapkan dibingkai dalam bentuk negatif, anak-anak akan kesulitan untuk mematuhinya. Sementara kalimat positif akan memberi petunjuk kepada anak Anda,” kata Jerry Wyckoff, PhD, penulis Getting Your Child from No to Yes. Atau, cobalah untuk mengucapkan kalimat yang sederhana, terdengar menyenangkan, dan bisa diaplikasikan bagi seluruh anggota keluarga, seperti, “Semua orang harus saling membantu,” Kalimat ini sebenarnya mengisyaratkan pesan positif bahwa “Kita semua bertanggung jawab agar semua hal di rumah berjalan lancar,” kata Christine Hierlmaier Nelson, spesialis komunikasi di Foreston, Minnesota.

Jelaskan alasannya

Anak cenderung akan patuh saat Anda menjelaskan kepadanya alasan suatu perintah daripada ucapan otoriter, “Pokoknya Mama bilang...” Namun Anda tetap harus memberi penjelasan yang sederhana. “Kita selalu mengucapkan ‘terima kasih’ karena itu berarti kita menghargai bantuan yang diberikan orang lain,” adalah alasan yang jelas maksudnya. Dan Anda tak perlu lagi memberi penjelasan panjang lebar mengenai sejarah tatakrama.

Mungkin terdengar bertentangan tapi meminta anak untuk berpartisipasi dalam membuat peraturan justru akan menjadikannya lebih patuh. Anda tak perlu lagi mengingatkannya mengenai hal yang harus dilakukannya.. Jika Anda membuat peraturan mengenai berbagi mainan, tanyakan, “Menurutmu, berapa lama satu orang boleh bermain dengan mainan ini? Lima atau sepuluh menit?” Dengan begitu, Anda telah menetapkan fakta bahwa dia harus berbagi. Sekalipun demikian, anak Anda sebenarnya telah berinvestasi dalam mematuhi aturan tersebut.

Bersikap konsisten, tapi tetap fleksibel

“Sekali Anda membuat peraturan, bersikaplah konsisten,” kata Robert Field, PhD, psikolog anak dan remaja di San Ramon, California. Bukan berarti tak akan ada situasi-situasi khusus. Misalnya, Anda telah membatasi waktu menonton TV hanya selama satu jam tapi bisa diperpanjang menjadi dua jam jika ada film keluarga yang layak tonton sedang diputar. Dan waktu tidur juga bisa diperlambat saat liburan. Hal-hal yang membuat peraturan bisa diubah harus jelas. Lebih baik Anda tak membuat peraturan samasekali daripada membuat satu peraturan yang seringkali dilanggar.

Menetapkan konsekuensi

“Anda harus membantu si kecil untuk memahami bahwa tingkah laku mereka akan mempengaruhi orang lain maupun diri mereka sendiri,” kata Cindy Post Senning, kepala Emily Post Institute. Pastikan konsekuensi yang harus ditanggung anak berhubungan dengan aktivitas yang dilakukannya. Misalnya, begitu putra Anda bertingkah saat makan malam, minta dia untuk segera meninggalkan meja, daripada membatalkan izin untuk bermain di luar esok hari. Yang terbaik adalah, Anda membiarkan anak mengetahui konsekuensi terlebih dahulu. Dengan demikian, dia dapat melihat hubungan antara aksi dan reaksi.

Mencermati dan mengevaluasi kembali


“Peraturan yang dipatuhinya dua tahun yang lalu mungkin sudah tak cocok lagi untuk dirinya yang sekarang,” kata Dr. Field. Misalnya, tentang jam tidur. Waktu tidur yang dibutuhkan anak berusia 8 tahun lebih sedikit dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Di tahap-tahap yang berbeda dalam kehidupannya, anak mungkin membutuhkan lebih sedikit, atau bahkan lebih banyak peraturan. Karena itu, penting untuk mencermati kembali setiap peraturan yang Anda buat secara periodik. Siapa tahu peraturan itu sudah tidak lagi relevan. Dr. Field menyatakan jika Anda memaksanya terlalu keras, anak akan kehilangan tempat berpijak. Jika Anda terlalu longgar, anak akan kurang ajar. Jika Anda memaksa dalam porsi yang tepat, dia akan melangkah maju.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Ketika anak Anda memelajari suatu keterampilan baru, puji prosesnya (bagaimana dia bekerja keras), bukan hasilnya (tendangannya bagus, misalnya). Begitu saran Dr. David Marshal, MD, direktur medis olahraga kesehatan di  Children’s Healthcare of Atlanta. Singkirkan kecemasan pada diri anak Anda dengan komentar yang membangkitkan semangat seperti di bawah ini.

  1. Konsentrasi kamu sangat bagus.
  2. Mama bangga dengan cara kamu mencoba.
  3. Mama tahu ini sulit, jadi Mama pikir luar biasa sekali kamu tidak frustasi.
  4. Sungguh, Mama suka sekali dengan caramu memikirkan bagaimana kamu akan melakukan hal itu.
  5. Menyenangkan sekali, kamu mendapatkan hasil atas upayamu, kamu perlu bangga pada dirimu sendiri.
Sumber : http://parentsindonesia.com/




Kebiasaan baik harus diajarkan kepada anak sejak dini. Kebiasaan baik akan terus terbawa sampai anak dewasa. Orang tua baru dikatakan berhasil merawat anak jika dia mempu menanamkan kebiasaan baik pada anaknya. Jika Anda memiliki balita atau batita mulailah mengajarkan kebiasaan baik sekarang. Inilah beberapa kebiasaan anak yang wajib diajarkan kepada si kecil.

Sikat Gigi 2 Kali Sehari 

Kebanyakan anak-anak malas menyikat giginya. Seperti pepatah lama bilang, Anda tidak akan merasakan pentingnya merawat gigi, sampai Anda merasakan sakit gigi. Jadi tanamkan kebiasaan sikat gigi kepada anak sama seperti kebiasaan makan tiga kali sehari dan tidur tepat waktu.

Bangun tidur sendiri

Kebanyakan orangtua harus membangunkan anaknya setiap pagi. Ini bukanlah kebiasaan yang baik. Jam biologis anak harus diatur sejak dini, atau anak Anda akan terus bagun telat sepanjang hidup mereka.

Makan di meja makan

Anak-anak harus dibiasakan makan sendiri di meja makan. Jika anak sudah bisa makan sendiri segera ajarkan dia supaya terbiasa makan di meja makan.

Mengatakan tolong dan terima kasih

Jika anak terbiasa bilang tolong dan terima kasih hidup mereka akan lebih mudah kedepannya. Tolong dan terima kasih adalah dua kata ajaib yang sangat sopan. Jika selalu menggunakan dua kata itu anak Anda tidak akan pernah menyakiti perasaan orang lain.

Makan makanan sehat

Anak-anak suka sekali dengan pizza dan hamburger. Tapi jangan sampai anak Anda kecanduan makanan cepat saji. Selalu sediakan makanan sehat di rumah, sehingga anak terbiasa dengan makanan rumah.

Melarang anak buang sampah sembarangan

Saat anak dibiarkan anak buang sampah sembarangan, Anda telah memberikan dampak buruk kepada masyarakat. Penting sekali mengajarkan anak bertanggung jawab secara sosial. Segera ajarkan kepada anak membuang sampah pada tempatnya.

Membantu pekerjaan rumah tangga

Saat anak Anda berusia 6 sampai 8 tahun, mereka harus diajarkan beberapa pekerjaan rumah. Berikan pekerjaan rumah yang ringan terlebih dahulu seperti membersihkan meja atau mengangkat jemuran supaya mereka terbiasa.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Kesehatan gigi tidak terlepas dari kesehatan tubuh secara holistik. Anak yang tumbuh dengan gizi seimbang akan mengalami struktur pertumbuhan gigi yang juga baik. Jika kekurangan gizi, apalagi sering sakit, pembentukan struktur gigi menjadi kurang sempurna. Apa saja yang harus diperhatikan agar gigi si kecil bisa tumbuh sehat dan kuat?

Pentingnya kalsium. Kalsium adalah nutrisi yang tidak hanya berguna untuk pembentukan tulang, tapi juga gigi. Sumber kalsium tertinggi adalah susu. Sekitar usia dua tahun, anak sudah mulai bisa disapih. Pada saat ini, Anda bisa memberikan susu formula sebanyak dua kali sehari. Selain susu, keju atau yogurt juga bisa dijadikan pilihan sebagai sumber kalsium.

Perbanyak sayur dan buah. Sayur dan buah bisa membantu membersihkan gigi karena dapat meningkatkan produksi air liur yang berguna untuk melindungi gigi. Biasakan anak untuk mengonsumsi lebih banyak sayur dan buah, khususnya yang banyak mengandung  air, seperti buah pir, apel, melon, dan mentimun. Jangan lupa untuk menyajikannya dengan kreatif agar anak tidak merasa bosan. Hadirkan sayur dan buah yang bervariasi dalam menu si kecil. Jika memungkinkan, hidangkan buah dengan potongan yang menarik sehingga anak tertarik untuk memakannya.

Jangan biasakan memberi camilan. Boleh saja Anda sesekali memberikan permen atau cokelat kepada putra-putri tercinta. Tetapi, jangan menjadikannya kebiasaan. Sebab, makanan yang manis dan sifatnya lengket akan dengan mudah berakumulasi menjadi plak. Anda boleh bersikap tegas terhadap anak mengenai aturan konsumsi camilan manis. Toh, ini semua untuk kebaikan si kecil di kemudian hari.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


“Jangan” memang kata yang paling tepat untuk melarang si kecil melakukan hal-hal yang berbahaya, seperti memegang pisau atau berkeliaran di tempat pertokoan.  Kata “jangan” juga menjadi kata langganan ketika harus mendisiplinkan si kecil, namun terkadang terlalu banyak kata “jangan” bisa jadi sekedar angin lalu saja.  Nah bagaimana ya membuat si kecil mau mendengar, tanpa harus membuat Anda kesal.

Meski Anda memang perlu menyelamatkan si kecil yang nakal itu, terlalu banyak kata “jangan” bisa menjadi bumerang, lho. Mereka nantinya akan menganggap seperti angin lalu saja sehingga cenderung untuk mengabaikannya. Misalnya, saat mereka ingin menyeberang jalan dan Anda bilang “tidak”. Karena para batita ini amat pintar meniru, semakin sering Anda bilang tidak, semakin sering ia akan kembali mengatakannya pada Anda.  Beberapa anak menanggapi larangan tegas itu dengan mengamuk, dan jika Anda terus-terusan melarang ini itu, risikonya hubungan Anda dan si kecil akan memburuk.

Tapi, itu tak berarti Anda lalu boleh mengabaikan disiplin sama sekali. Jika Anda tidak menetapkan aturan, sikap anak Anda akan buruk, dan pasti takkan menyenangkan berada di dekatnya. Nah, untuk membantu Anda tetap tegas, tanpa harus bersikap diktator, inilah beberapa petunjuk bagi Anda, taktik untuk bilang “jangan”.
  • Lindungi rumah Anda. Sembunyikan vas bunga hadiah dari nenek atau cangkir-cangkir kristal Anda. Batita suka  menjelajah, dan mereka perlu tenggelam dalam suatu kegiatan tertentu. Kadangkala itu juga berarti memberikan  akses yang lebih mudah bagi mereka untuk menjangkau sesuatu.
  • Gantikan. Solusi mudah lainnya adalah dengan mengganti mainan/aktivitas yang tak boleh dilakukan dengan  mainan serupa. Saat anak Anda yang berusia 2 tahun mengambil palu, pelan-pelan ambillah palu itu dan bimbing  dia untuk bermain-main dengan mainan alat pertukangannya sendiri. Dengan begitu, ia akan bisa terus memukul- mukul tanpa melukai diri sendiri.
  • Jelaskan posisi Anda. Saat mengatakan pada si kecil apa yang harus ia lakukan, jelaskan alasan mengapa ia harus  mendengarkan kata-kata Anda. Dengan memberikan penjelasan, permintaan yang kita ajukan terlihat lebih  beralasan dan memacu si anak untuk menerima aturan tersebut. Jika mereka paham konsekuensinya, mereka  mungkin akan berpikir dua kali sebelum melakukannya lagi, baik dalam pengawasan Anda atau pun tidak.
  • Jangan menjelaskan secara berlebihan. Batita tak bisa memahami penjelasan yang rumit seperti misalnya keadilan,  jadi berikan solusi yang sederhana. Jika anak Anda merebut truk mainan temannya, kembalikan mainannya, dan  berikan ia mobil pemadam kebakaran.
  • Mintalah dengan kalimat positif. Katakan pada si kecil apa yang Anda ingin ia lakukan, bukan apa yang Anda tak  ingin ia lakukan.
  • Bersikaplah konyol. Anak Anda ingin makan sebungkus Oreo sekaligus? Daripada bilang “Tidak boleh! Itu tak  sehat,” cobalah bersikap nyeleneh: tanya ia sambil tertawa,”Emang kue-kue itu sama sehatnya dengan brokoli?”  Dia tahu bahwa Anda mendengar permintaannya, namun batasan yang Anda berikan juga jelas.
  • Pahami perasaannya. Anak akan lebih mudah menerima pernyataan “Ibu tahu kamu sangat menginginkan boneka  anjing itu, tapi kamu kan sudah punya enam boneka” daripada Anda menyatakan penolakan langsung. Mungkin  mereka takkan senang, tapi jika mereka pikir Anda memahami kekecewaan mereka, mereka akan lebih mudah  menerima keputusan Anda.
  • Menyerahlah sekali-sekali. Jika Anda terlalu kaku menerapkan disiplin, si kecil akan merasa tertekan. Lagipula,  siapa yang akan peduli kalau anak Anda memakai kostum Batman ke toko kelontong? Lihat saja sisi lucunya.  Pasti akan lebih menyenangkan.
Sumber : http://www.parenting.co.id/


AKUILAH: Anak-anak pasti suka banget pada makanan yang diselaputi gula, garam, serta lemak. Dan, tentu dong, beberapa keripik, cookies, atau semangkuk es krim sesekali waktu sah-sah saja. Tetapi, di masa para dokter anak dan pakar gizi terus mencari penyebab peningkatan masalah obesitas pada masa kanak-anak, mereka terus memerhatikan jenis makanan yang disantap anak-anak kita di antara jam makan. Dan para pakar itu was-was dengan apa yang mereka temui.

“Epidemi obesitas anak-anak jelas berkaitan dengan kelebihan kalori yang dikonsumsi anak setiap harinya saat mengemil,” ujar Barry Popkin, Ph.D., professor of nutrition pada University of North Carolina School of Public Health. Bahkan lebih parah lagi, menurut para pakar, tren ini terjadi di segala usia— dari batita sampai remaja.

Masalahnya adalah, anak-anak zaman sekarang tidak hanya ngemil lebih sering, namun porsinya juga jauh lebih besar dan lebih menggemukkan. Ambil contoh camilan umumnya batita: Satu kotak kecil crackers berbentuk binatang dan 200 ml jus kotak mengandung 350 kalori— sekitar sepertiga kalori yang dibutuhkan oleh si dua tahun dalam satu hari. Angka ini bertambah terus. Rata-ratanya, anak Amerika usia dua tahun sudah mengonsumsi sekitar 1.250 kalori per hari. Padahal, ia hanya perlu 1.000 kalori/hari. Di Indonesia, fenomena ini juga sudah harus diwaspadai. Lihat saja di swalayan, begitu banyak jenis cemilan untuk anak.

Satu generasi sebelumnya, kata Popkin, anak mendapat kurang dari 20 persen kalori hariannya dari camilan. Kini, sudah mencapai sekitar 25 persen--dan ini masih terus meningkat.

Ketika batita serta si usia prasekolah ngemil terlalu sering—dan menyantap makanan yang salah— mereka ini sebenarnya sudah di ambang pergulatan seumur hidup melawan masalah berat badan dan kondisi kesehatannya. “Akar masalah kegemukan di masa kanak-kanak terjadi antara umur satu sampai lima tahun,” jelas William Klish, M.D., pediatric gastroenterologist di Texas Children’s Hospital di Houston.

Tentu saja, secara alami bayi-bayi agak gemuk alias chubby. Namun, begitu mulai belajar berjalan, kira-kira menjelang ulang tahun pertama, secara perlahan-lahan anak akan kehilangan lemak tubuh dan menambah jaringan lunak tubuh (kebanyakan sih otot) hingga beberapa tahun sesudahnya. Bila proses itu tidak terjadi, bersiap-siaplah menghadapi masalah yang sangat serius. Jika si prasekolah dibiarkan kegemukan, ia akan menghasilkan terlalu banyak lemak tubuh, sementara massa jaringan lunaknya tidak terbentuk sebanyak yang dibutuhkan.

Tanpa massa jaringan lunak yang mencukupi, metabolisme tubuhnya akan kurang lancar. Akibatnya, tubuh tidak mampu membakar kalori yang cukup, dan  juga lemak. Ini, pada gilirannya, secara fisiologis akan membuatnya lebih mudah lagi menambah berat badannya. Akibatnya? “Selama di sekolah dasar, ia akan mengumpulkan lemak tubuh lebih cepat ketimbang anak lain,” ujar Dr. Klish. “Kalau kita biarkan batita dan si prasekolah jadi kegemukan, ini berarti kita membiarkan ia jadi overweight di sekolah dasar dan setelahnya.”

Karena ini kenyataannya: Anak-anak yang kegemukan cenderung tumbuh jadi orang dewasa yang kegemukan juga.

MENGUBAH KEBIASAAN BURUK
Banyak orang tua yang menyadari kalau anaknya seharusnya ngemil makanan yang lebih bergizi. Masalahnya cuma, kita begitu sibuknya dengan hidup kita, sehingga tidak tahu bagaimana, atau di mana, mulainya.

Charlotte Bush, mama Fiona, 16 bulan, dari Williamsburg, Virginia, melihat banyak anak asyik mengunyah kentang goreng dan minum soda di tempat bermain saat jam ngemil tiba. “Saya dengar banyak ibu-ibu ngomong, ‘Saya pingin dia minum yang lain dibandingkan soda’. Dan saya berpikir, ‘Kenapa kamu dulunya ngasih dia soda?’” Tamara Zappa juga bingung dengan pilihan makanan ibu lainnya—termasuk suami sendiri: “Dia baru mengenalkan keripik kentang ke si dua tahun kami, Henry,” kata mama dari Phoenix ini. “Tapi, kayaknya sih dia masih terlalu kecil.”

Masalahnya adalah, sekali kebiasaan mengemil makanan tak sehat mulai tertanam, nantinya sulit sekali diubah. “Kami tahu kalau pola makan anak, cita rasa dan selera makannya mulai terbentuk dalam dua tahun pertama usianya,” jelas Margaret Bentley Ph.D., professor of nutrition pada University of North Carolina, Chapel Hill. Dan kebiasaan ngemil ini akan terus berlanjut, kata Dr. Klish. “Begitu  anak gelisah, bosan, atau capek, tangannya langsung merogoh camilan,” jelasnya. Dan banyak orang tua yang menyerah, maklum, biasanya mereka itu lebih mementingkan agar anak betah duduk lama-lama di mobil atau saat berbelanja di swalayan. Pertimbangan nutrisi pun jadi tak terpikirkan.

Kebiasaan anak ngemil di sela-sela jam makan tidak selalu seburuk itu. Pada generasi sebelumnya, ketika mama ingin memberi anaknya camilan, biasanya ia sudah lebih dulu menyiapkan sesuatu—mengoleskan pindakas di roti atau mengupas pisang. Dan camilan disediakan untuk sesuatu yang khusus, biasanya di meja makan. Tidak seperti sekarang. “Saya tidak bisa meninggalkan rumah tanpa membawa seabrek camilan. Untuk jaga-jaga,” ujar Megan Gorman, mama dua anak perempuan, umur tiga dan empat tahun, di Melrose Park, Pennsylvania. “Saya bawa-bawa di tas saya, di mobil, pokoknya kemanapun saya pergi. Seperti kebanyakan mama, saya mengkondisikan anak-anak untuk memintanya begitu lapar.”

Dan betul. Itulah yang mereka minta.

ADA DI KEMASAN
Apakah anak betul-betul butuh ngemil di antara jam makan? Tentu saja. Camilan penting bagi anak, kata para pakar, sebab perutnya kecil. Dan karena anak tidak bisa makan banyak-banyak sekaligus, ia perlu ngemil lebih sering. Namun apapun camilannya dalam sehari, seharusnya kita hanya memberikan 20 persen dari total kalorinya.

Pakar gizi menganjurkan, batita boleh ngemil tiga kali dalam sehari; anak-anak prasekolah dan usia sekolah sampai umur delapan tahun, dua kali; anak umur sembilan tahun dan lebih, satu kali. Tetapi yang lebih penting dari berapa banyak camilan anak di sela-sela jam makan adalah apa yang dikunyah.

Langkah pertama, menurut para pakar: Berhenti memikirkan camilan sebagai sesuatu yang harus dikemas. Itu karena, pada kebanyakan kasus, camilan kemasan itu so pasti manis atau asin—dengan kata lain, padat kalori. Ini seharusnya disebut treat alias bonus istimewa.

Dan bonus istimewa seharusnya merupakan sesuatu yang hanya terjadi sesekali-saja — es krim setelah menang pertandingan sepakbola Sabtu sore atau beberapa cookies selama berkunjung ke rumah nenek di akhir pekan. Yang jelas, treat bukanlah sesuatu yang anak Anda harapkan setiap pulang sekolah. Tutur Zappa mengenai anak laki-lakinya, Henry: “Kakeknya membiarkannya minum soda,” katanya. “Dia boleh minum soda di restoran pada acara-acara khusus.” Tapi, tidak setiap hari kan?

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Memberi hadiah atas kerja keras anak dengan cara yang berbeda ternyata meberikan dampak yang baik bagi anak.

Grace Yong,
pendiri Character Montessori di Singapura, mengingatkan keburukan memberi hadiah pada anak atas kerja kerasnya. Pesan terselubung yang diberikan orang tua: “Berusaha keras dan senangkan hati saya, maka saya akan memberi kamu hadiah”. Anak-anak kemudian bekera keras untuk hadiah, sehingga ia tidak pernah menikmati buah dari kerja kerasnya yang justru penting untuk kesuksesannya di masa depan.

Sebagai gantinya, Grace menyarankan agar Anda memberi afirmasi secara lisan. Contoh, katakan: “Kamu selama ini berlatih keras, makanya kamu terpilih mewakili sekolah untuk perlombaan menari. Kamu hebat, ya!”. Kita perlu membuat anak-anak fokus pada pencapaian yang mereka rasakan secara alami saat mereka bekerja keras dan membuat kemajuan. Dalam proses ini, anak-anak membangun rasa penghargaan terhadap diri sendiri dan juga penghargaan terhadap kesuksesan.

Tapi walau menyarankan penghargaan lisan, Grace juga percaya bahwa pencapaian anak perlu dirayakan. Saat salah satu dari empat anaknya, yang berusia antara 12 – 21 tahun, melakukan sesuatu dengan baik, mereka pergi makan ke tempat spesial. Pesannya: Sebagai keluarga, kita mendukung kesuksesan salah satu anggota keluarga.

Tan Meng Wei, direktur utama pusat penitipan anak Star Learner’s Group di Singapura, juga percaya akan pentingnya pemberian penghargaan kepada empat anaknya yang berusia antara 4 – 12 tahun. Tapi ia menyarankan orang tua untuk menempatkan pesan dengan hati-hati. Contohnya, kata Meng Wei, mereka membawa anaknya ke restoran Perancis yang lezat setelah memenangkan lomba mewarnai di sekolah. Mereka tidak menghubungkan hadiah tersebut dengan “Jika kamu menang, kami akan membawa kamu makan di luar.” Tapi, lebih seperti, “Usaha yang bagus, ayo kita rayakan!”

Lita Lunanta, psikolog anak dan pengajar pada Universitas Esa Unggul, sepakat bahwa hadiah tidak harus melulu dalam bentuk materi, tapi bisa dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. " Permainan di malam hari, membuat pizza bersama-sama, dan kegiatan seru lainnya bisa menjadi reward, seperti yang sering kami lakukan dalam keluarga kami," kata Lita.

"Didiklah anak Anda untuk menjadi seorang pemimpin, menjadi seorang pemenang, dan menjadi seseorang yang hebat."

Mungkin kalimat diatas menjadi salah satu tujuan SMP IT Bina Amal mengadakan berbagai kegiatan untuk meningkatkan  pengetahuan dan kemandirian siswa-siswinya. Beberapa kegiatan yang baru saja dilaksanakan diantaranya Puncak Tema untuk kelas 7, Home Stay untuk kelas 8, dan AMT (Achievement Training Motivation) untuk kelas 9.

Rabu (28/1) kemarin, Puncak Tema siswa kelas 7 yang bertemakan "Pemanfaatan Energi" diadakan di Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. Kawasan wisata Goa Kreo ini berada di Dukuh Talun Kacang, Ds.Kandri, Kec. Gunungpati, Kota Semarang. Para siswa semangat mendengarkan penjelasan dari tour guide tentang Asal Usul Goa Kreo dan Pembuatan Waduk Jatibarang, yang nantinya akan menjadi bahan tulisan untuk laporan para siswa.

Kamis s/d Sabtu (29 s/d 31/1) siswa kelas 8 mengikuti Home Stay di Desa Wisata Bejalen, Kec.Ambarawa, Kab.Semarang. Disana mereka diajarkan untuk bisa melakukan berbagai kegiatan, baik pekerjaan rumah maupun pekerjaan keseharian orang tua mereka dalam menjalani hidup. Dengan begitu, para siswa dapat mengambil pelajaran dari kehidupan yang sederhana. Di pagi hari mereka sudah disibukkan dengan membajak sawah, mengangkut sampah, memotong rumput untuk para kerbau, dsb. Mereka sangat antusias dalam mengikuti berbagai kesibukan di keluarga asuhnya masing-masing. Selain itu di Desa tersebut para siswa juga mengadakan bakti sosial yaitu pasar murah sembako dan pakaian. Uang yang nantinya terkumpul dari pasar murah akan diberikan untuk membantu pembangunan masjid yang ada di desa tersebut. Meskipun lelah, wajah mereka tetap menunjukkan keceriaan sampai waktu kepulangan tiba. Dengan adanya Home Stay diharapkan dapat menumbuhkan sikap kemandirian dan kerjasama siswa di kehidupan sehari-hari. Sama seperti kegiatan Puncak Tema, kegiatan Home Stay juga nantinya akan menjadi bahan tulisan untuk laporan para siswa.

Sabtu-Minggu (31/1 - 1/2), AMT juga dilaksanakan di Medini, tepatnya di perkebunan teh yang ada di Kec.Limbangan Kab.Kendal. Untuk kegiatan AMT para siswa diwajibkan membawa peralatan memasak, karena mereka nanti akan memasak menu makanan mereka sendiri. Di hari pertama kedatangan, mereka mengikuti briefing dari wali kelas dilanjutkan memasak untuk makan siang. Dini hari sebelum sholat tahajud, siswa mendengarkan motivasi yang diberikan oleh guru pembimbing. Hari selanjutnya, mereka bermain game disekitar area perkebunan dan Minggu siang semua sudah kembali ke sekolah. Kegiatan AMT ini bertujuan untuk memotivasi para siswa dalam mengerjakan UN nanti sekaligus sebagai relaksasi sejenak sebelum mereka menghadapi Ujian Nasional 2015.

Ini adalah sekilas dokumentasi keceriaan para siswa saat mengikuti kegiatan tahunan SMP IT Bina Amal...

Puncak Tema :






Home Stay :





dan, AMT :









Si kecil mungkin sudah punya celengan dengan berbagai bentuk lucu. Jika menurut Anda isi tabungannya sudah cukup banyak, boleh lho untuk ‘membobol’ tabungannya dan menggunakan isinya untuk bersenang-senang. Intinya: anak boleh mendapat kesenangan setelah menahan diri dengan menabung.
  
Tentu saja menggunakan tabungan bukan berarti dibelikan sesuatu yang tak berguna. Biar tabungannya bisa digunakan dengan baik, rencanakan dulu apa yang mau dibeli. Mungkin yang di bawah ini bisa jadi ide.
  • Barang yang sudah lama diidamkan. Ini bisa jadi motivasi untuk menabung: mainan, pakaian, aksesoris, peralatan sekolah, buku cerita.
  • Membeli sesuatu yang menyenangkan dirinya dan orang lain dan mengumumkan bahwa itu dibeli dari hasil jerih payahnya: mentraktir keluarga makan di restoran, beli kado untuk orang tercinta seperti nenek kakek, beli sesuatu yang bisa digunakan oleh seluruh anggota keluarga, memberi kepada orang lain yang kurang mampu, seperti anak-anak di panti asuhan, yayasan sosial, rekening bantuan bencana yang dimiliki media massa, atau beli makanan dan mainan untuk dibagikan pada anak jalanan.
  • Ingatkan anak, tujuan menabung bukan cuma ini. Ini hanyalah awal dari kesenangan yang bisa didapat, tapi seharusnya ia akan bisa menabung lebih banyak untuk tujuan yang lebih mulia. Dengan kesenangan awal yang sudah ia dapat, ia akan lebih termotivasi untuk menabung lagi kelak. 
Sumber : http://www.parenting.co.id/


Dari Twitter sampai Facebook, kehadiran sosial media yang sangat cepat dalam kehidupan anak, meyakinkan The American Academy of Pediatrics memberikan peringatan bagi para orangtua. “Dunia digital merupakan sesuatu yang perlu dipelajari orang tua sehingga mereka dapat mengontrolnya,” ujar coauthor Kathleen Clarke-Pearson, M. D. 

Jejaring sosial atau social networking sebenarnya memiliki banyak keuntungan. Jaringan ini akan mendekatkan koneksi dengan teman dan keluarga, mendorong partisipasi dalam komunitas, kolaborasi dalam proyek sekolah, dan komunikasi dengan pelatih ataupun teman olahraga satu grup.

Jaringan ini juga membantu anak yang susah untuk beradaptasi dengan lingkungannya sehingga dapat mengembangkan identitasnya dan memiliki kemampuan unik untuk bersosialisasi.

Lalu mengapa sosial media ini dapat berbalik dan merusak anak kita? Anak yang masih dalam usia muda tentunya sering berkomentar dan berkata-kata (dalam post atau wall to wall) tanpa berpikir sebelumnya, hal itu bisa saja dapat menyakiti temannya yang lain, kata Dr. Clarke-Pearson.

Ini beberapa tips agar anak aman saat beraktivitas di sosial media: 

- Buatlah akun Anda dalam jejaring sosial tersebut. Anda harus mengetahui bagaimana caranya membuat profil baru, bertemanlah dengan anak Anda, dan jadilah bagian dari kehidupan online anak Anda. Mungkin anak akan malu dan tidak mau Anda berkomentar di dunia online, itu lumrah dan biarkanlah. Yang terpenting Anda tetap memiliki akses untuk mengawasi anak.

- Jadilah model. Jika Anda secara konstan memiliki telepon genggam atau komputer dan sering dilihat menggunakan sosial media, maka anak Anda akan tertarik untuk memilikinya juga.

- Kontrol waktu anak . Katakan pada anak bahwa saat makan malam merupakan saat bebas telepon genggam dan segala alat jejaring sosial. Batasi juga jam tidurnya.

- Jangan terlalu percaya pada software net nanny yang menjaga agar anak Anda tidak menjangkau situs-situs yang tidak boleh dikunjunginya. Coba ajak anak Anda bicara mengenai situs-situs apa yang dikunjungi mereka saat online.

- Jangan letakkan komputer di dalam ruang keluarga atau dapur.

- Jangan bergosip atau mengatakan hal-hal yang tidak benar dan dapat menyakiti orang lain.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Setelah hadir di Paragon Mall, Starbucks Coffe hadir juga di kawasan Simpang Lima, tepatnya Mal Ciputra sejak 29 Juni 2014. Outlet Citraland ini terbagi menjadi 2 bagian, bagian dalam yang ber-AC, dan bagian luar untuk yang menikmati kopi sambil merokok. Dengan membawa tumbler, pengunjung mendapatkan diskon 3 ribu rupiah.

Harga harga kopi di Starbucks ini antara lain: Caffe Latte 26, Cappuccino 26, Caffe Mocha 32, Brewed Coffe 17, Caramel Mcchiato 35, Caffe Misto 19. Minuman lain: Full-Leaf Brewed Tea 16, Green Tea latte 33, Ice Shaken Lemon Tea 26, Signature Chocolate 33, Caramel Chocolate 39. Harga dalam ribuan, sudah termasuk pajak 10%. Harga pada Agustus 2014.

Starbucks Coffee Ciputra Semarang
Alamat: Mall Ciputra Ground Floor, Extention Mall Timur
Jl Simpang Lima No 1 Semarang Jawa Tengah.
Website: www.starbucks.co.id
Jam buka 10.00 – 22.00 WIB.
Lokasi: Keluar dari Mc DPutra saya yang berusia tujuh tahun, Carl, begitu terobsesi dengan kemenangan.  Olahraga, bermain catur, bahkan berganti baju di pagi hari adalah kompetisi baginya. Tidak ada yang bisa membuatnya lebih bahagia daripada berseru, “Aku menang!”

Mengapa anak-anak usia 6–8 tahun menjadikan semua hal sebagai sebuah perlombaan? Mereka ingin pamer. Maklum, kemampuan fisik anak, seperti menembakkan bola basket ke ring, maupun kemampuan analitik, misalnya berpikir sebelum menggerakkan bidak catur, sedang mengalami perkembangan. Selain itu, mereka mulai tertarik dengan hal-hal yang bisa dilakukan orang lain. “Anak-anak pada usia ini mulai melihat sekeliling dan membandingkan, siapa saja yang mendapat pujian jika nilai PR-nya bagus atau yang berhasil mencetak lebih banyak gol,” ujar Marty Ewing, PhD., psikolog olahraga di Michigan State University, East Lansing. “Mereka tahu bahwa kemenangan berarti mendapatkan hadiah, sementara tidak demikian dengan kekalahan.”

Sebenarnya, kompetisi bukanlah hal buruk. Melihat orang lain mampu mencetak prestasi akan membuat anak merasa tertantang untuk mencoba lebih keras lagi. Seiring dengan peningkatan kemampuan dalam permainan atau olahraga, anak-anak juga memperoleh rasa percaya diri. Namun sifat haus kemenangan bisa dengan mudah membuat anak kehilangan kontrol. Dia mulai bersedia melakukan apa saja, misalnya menyontek, mengganti aturan main seenaknya, atau beradu pendapat, demi menghindari kekalahan. Anak yang memiliki sifat seperti ini tidak akan punya banyak teman.

Mengapa kemenangan menjadi begitu penting?

Beberapa anak menyenangi kompetisi sementara yang lain menghindar. Kepribadian anak sangat mempengaruhi pendekatannya dalam menghadapi suatu kompetisi. Anak-anak memperhatikan reaksi orang-orang dewasa di sekitarnya dalam menghadapi kemenangan dan kekalahan, kata Rae Pica, penulis A Running Start: How Play, Physical Activity, and Free Time Create a Successful Child. Jika Anda merasa jengkel ketika melihat anak gagal mencetak gol, atau terus menerus membandingkan penampilannya dengan anak lain maka ia merasa Anda akan menerimanya jika ia lebih baik dari orang lain. Hasilnya, anak akan mencoba untuk menang dengan cara apapun, atau malah berhenti mencoba sama sekali.

Bantu anak untuk memahami bahwa kemenangan bukanlah segalanya. Sebab, tujuan sebuah kompetisi adalah memberikan performa yang terbaik. Alih-alih bertanya, “Apakah kamu menang?” atau “Berapa nilaimu?” sebaiknya tanyakan, “Apakah kamu cukup bersenang-senang?” atau “Apa yang tadi dipelajari?” Pujilah usahanya, bukan hasil yang diperolehnya. Selain itu, berikan komentar yang spesifik, misalnya memuji tendangannya yang sangat kuat atau tangkapannya yang tepat sasaran. “Mengatakan, ‘Sudah bagus,’ tidaklah cukup,” kata Pica.

Membesarkan Atlet yang Sportif

Terlepas dari usaha Anda, anak mungkin masih bersikap kompetitif secara berlebihan. Di bawah ini terdapat beberapa tips untuk memperbaiki tingkah lakunya tersebut.

Bermain sesuai aturan. Ketika Anda bertanding dengan anak dalam sebuah permainan, gunakan kesempatan ini untuk mengajarkan sang buah hati cara memenangkan atau menerima kekalahan dengan sportif. Anak tidak menghargai kemenangan yang telah diraih jika Anda sengaja mengalah. Dan jangan biarkan anak mengubah aturan main. Meski begitu, tidak ada salahnya mengadaptasi sebuah permainan demi membangun kemampuannya. Saat bermain pingpong, berikan kesempatan bagi anak untuk melakukan servis tambahan di awal permainan. Selama Anda setuju dengan perubahan aturan main sejak awal, maka hal itu sah-sah saja.

Bantu dia menetapkan target. Semangati anak untuk berlomba melawan diri sendiri, dan bukan orang lain. Tanyakan, berapa kali dia mampu mendribel bola dalam 60 detik, atau berapa banyak pukulan bola tenis yang bisa dilakukan berturut-turut. Ia akan puas melihat kemajuan yang berhasil dilakukannya. Selain itu, cara ini juga akan membuatnya tidak terlalu ngotot saat bermain melawan temannya.

Berganti kegiatan. Jika anak terlalu serius dalam menanggapi kemenangan, carilah kegiatan yang lebih mementingkan kecakapan daripada perolehan nilai, misalnya bela diri, bersepeda, atau menari.

Jangan menoleransi sikap tak sportif. Ajarkan anak untuk mengontrol emosi, baik saat menang ataupun kalah. Ajarkan pula dia untuk siap menerima konsekuensi. Seorang pemenang yang sesumbar juga sama buruknya. Beberapa jenis liga olahraga meminta dua tim yang berhadapan untuk bersalaman setelah pertandingan berakhir. Coba terapkan kebijakan yang sama di rumah. [Karen Horsch]onald, balik arah kanan.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Es krim merupakan makanan favorit yang pasti disukai oleh si kecil, sedangkan yogurt sering ‘diperlakukan’ sebagai makanan bebas rasa bersalah. Namun, hal ini tak selamanya benar, lho.

“Memang, yogurt biasanya mengandung lebih sedikit kalori dan lemak serta lebih banyak mengandung kalsium daripada es krim. Tapi, tidak selamanya begitu,” ujar Marilyn Tanner, juru bicara American Dietetic Association. Untuk mengetahui mana yang lebih baik untuk si kecil, periksa label untuk memastikan kandungannya kurang dari 150 kalori dan tidak lebih dari lima gram lemak jenuh per setengah cup – baik es krim maupun yogurt beku. (Sesekali sah-sah saja untuk memilih yang kadar lemaknya lebih tinggi.)

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Dalam laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), hanya 30 persen anak-anak berusia 6-13 tahun yang menonton televisi kurang dari 2 jam setiap hari. Padahal terlalu banyak menonton televisi mendatangkan berbagai efek yang kurang baik. AAP dan CDC mengimbau orang tua untuk membatasi berapa lama anak boleh menonton televisi. Orang tua disarankan tidak menaruh televisi di dalam kamar anak. Anak-anak dengan televisi di kamarnya, dilaporkan menonton televisi 1,5 jam lebih banyak dibandingkan mereka yang tidak memiliki televisi di kamar. Beberapa cara di bawah ini juga bisa dilakukan untuk mengurangi waktu menonton televisi:

  • Jangan menyetel televisi di waktu makan.
  • Hindari menggunakan televisi sebagai suatu penghargaan, misalnya karena anak telah berlaku baik maka dia boleh menonton televisi lebih lama.
  • Carilah alternatif kegiatan lain untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Bermain monopoli atau halma misalnya, atau lempar frisbee di halaman rumah.
  • Cara mendidik anak juga merupakan kunci dasar. Jadi tunjukkan kepada anak bagaimana cara bersantai tanpa televisi, bisa dengan membaca, bermain alat musik, atau melakukan hobi lainnya.

Sumber : http://parentsindonesia.com/



Jika kita diajari oleh Nabi untuk bershalawat di mana di sana dicantumkan dua Nabi,maka jelas pesannya. Karena keduanya memang teladan bagi manusia. Sebagaimana yang disebutkan dalam al-Qur’an bahwa Uswatun Hasanah hanya disematkan untuk kedua Nabi ini; Nabi Ibrahim alaihis salam dan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.Tetapi yang menarik adalah, shalawat kita ternyata juga diperuntukkan bagi keluarga keduanya. Sungguh ini sebuah kemuliaan bagi kedua keluarga mulia ini. Dan sekaligus menyampaikan bahwa kedua keluarga ini memang layak didoakan bagi seluruh manusia. Karena memang mereka dua keluarga mulia. Tetapi ada yang menarik dalam al-Qur’an. Ada satu keluarga istimewa; Keluarga Imron. Keistimewaan itu jelas terlihat. Ditandai oleh beberapa hal:

a. Inilah satu-satunya keluarga yang dipakai untuk menjadi Nama Surat dalam al-Qur’an

Tidak ada surat al-Qur’an yang menggunakan nama keluarga kecuali Surat Ali Imron (Keluarga Imron)

b. Inilah keluarga biasa yang dipuji sejajar dengan keluarga Nabi

Sebagaimana yang bisa kita baca dalam ayat:

إِنَّاللَّهَاصْطَفَىآَدَمَوَنُوحًاوَآَلَإِبْرَاهِيمَوَآَلَعِمْرَانَعَلَىالْعَالَمِينَ (33)

“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (Qs. Ali Imron: 33)

Di dalam ayat ini, Allah memilih di atas segala umat dua Nabi: Adam dan Nuh, serta dua keluarga: Keluarga Ibrahim dan Keluarga Imron.

c. Inilah keluarga ideal yang dibandingkan lebih mulia dari keluarga dua Nabi .Ayat terakhir dalam Surat at-Tahrim menjelaskan hal itu:

وَمَرْيَمَابْنَتَعِمْرَانَالَّتِيأَحْصَنَتْفَرْجَهَافَنَفَخْنَافِيهِمِنْرُوحِنَاوَصَدَّقَتْبِكَلِمَاتِرَبِّهَاوَكُتُبِهِوَكَانَتْمِنَالْقَانِتِينَ

“Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.” (Qs. At-Tahrim: 12)

Ayat ini diawali oleh dua ayat sebelumnya. Di mana ayat 10 Allah menyampaikan tentang istri dua Nabi yang kafir; istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth. Selanjutnya di ayat 11 Allah berfirman tentang istri Fir’aun yang beriman, sementara suaminya kafir. Dan di akhir Surat at-Tahrim, Allah memuji Maryam sebagai orang sangat mulia yang merupakan putri Imron. Dan kelak, dialah wanita yang melahirkan seorang Nabi dengan cara mukjizat; Nabi Isa alaihis salam.

Tentu ada banyak pesan tentang pemunculan keluarga Imron. Di antara pesan sangat penting adalah :

1. Jangan beralasan dengan Nabi Nuh ketika kita gagal mendidik anak. Sebab Allah telah menegur Nabi Nuh saat dia tidak sanggup membimbing anaknya hingga mau naik ke bahtera bersama orang-orang beriman.

قَالَيَانُوحُإِنَّهُلَيْسَمِنْأَهْلِكَإِنَّهُعَمَلٌغَيْرُصَالِحٍفَلَاتَسْأَلْنِمَالَيْسَلَكَبِهِعِلْمٌإِنِّيأَعِظُكَأَنْتَكُونَمِنَالْجَاهِلِينَ

Allah berfirman: ” Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya ia adalah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.” (Qs. Hud: 46)

Teguran ini Allah sampaikan kepada Nabi Nuh setelah Nabi Nuh bertanya kepada Allah mengapa anaknya ikut ditenggelamkan bersama orang-orang kafir.

2. Jangan berkata bahwa keluarga kita tidak bisa menjadi mulia seperti keluarga para Nabi. Karena ternyata keluarga Imron yang merupakan keluarga manusia biasa pun bisa menjadi sejajar dengan keluarga Nabi. Dan karena para nabi diutus untuk menjadi pembimbing dan teladan bagi manusia.

Tapi sayangnya, sebagian kita masih terbalik dalam menyikapi generasi dan keluarganya. Saat ada yang gagal mendidik anak, berdalih dengan Nabi Nuh. Padahal seharusnya tidak boleh, karena Nuh telah ditegur Allah.Sementara saat keberatan dalam melahirkan keluarga istimewa, acapkali ada yang berkata bahwa kita bukan keluarga Nabi. Padahal, keluarga Imron pun bisa sejajar dengan keluarga Nabi bahkan bisa lebih baik.

Dari Kehamilan hingga Pengasuhan

Untuk mengungkap rahasia kehebatan keluarga manusia biasa tetapi disejajarkan dengan kemuliaan keluarga Nabi, kita harus membuka langsung Surat Ali Imron. Pasti kita akan mendapatkan petunjuknya di sana.Pembahasan tentang keluarga Imron dalam Surat Ali Imron, ternyata dimulai pembahasan tentang istri. Lihatlah ayat 35 dan seterusnya. Ini menjadi pelajaran pertama sebelum yang lainnya, betapa peran seorang istri yang kelak menjadi seorang ibu adalah peran sentral. Menyiapkan dengan baik seorang ibu berarti menyiapkan satugenerasi istimewa. Yang artinya, gagal dan mengabaikan penyiapan seorang wanita yang kelak menjadi istri dan ibu adalah merupakan kegagalan lahirnya generasi yang baik.

Pembicaraan tentang keluarga Imron dimulai dari ayat ini:

إِذْقَالَتِامْرَأَةُعِمْرَانَرَبِّإِنِّينَذَرْتُلَكَمَافِيبَطْنِيمُحَرَّرًافَتَقَبَّلْمِنِّيإِنَّكَأَنْتَالسَّمِيعُالْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (35)

Dalam ayat ini dibahas tentang kehamilan. Sebuah fase yang sangat penting. Mengabaikannya berarti kehilangan sebuah fase penting.Ayat ini mengajarkan kepada setiap keluarga muslim agar para istri banyak menyematkan harapan mulia bagi janin. Harapan semulia istri Imron. Sekaligus banyak mendoakan bagi calon jabang bayi agar kelak menjadi orang yang baik dan mulia.

Dari sinilah, maka teori pendidikan manusia sejak dalam kandungan bukanlah hal yang baru muncul hari ini. Al-Qur’an telah membicarakannya.Tetapi yang jelas bertentangan dengan Islam adalah ketika metode pendidikan janin yang digadang-gadang hari ini adalah pendidikan dengan memperdengarkan musik klasik di perut ibu. Banyak yang meyakini bahwa hal ini merupakan hasil penelitian. Sayangnya, umat ini masih lebih percaya penelitian yang entah dari mana sumber dan kepentingan di baliknya, dengan ayat yang absolut haq dan telah melahirkan para pemimpin bumi yang istimewa.

Yang lebih celaka lagi, ketika umat Islam dikelabuhi oleh dunia barat. Bukan penelitian dikatakan sebagai penelitian. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah hal itu salah, bukan penelitian pula. Ini efek kita lebih mengagungkan penelitian daripada ayat dan petunjuk Nabi. Satu studi terkenal pada 1993 yang diterbitkan di jurnal Nature menunjukkan bahwa mendengarkan musik Mozart akan meningkatkan kemampuan kognitif. Itu meningkatkan ketertarikan orang dalam memajan bayi dan anak kecil pada musik klasik, dan pengusaha berlomba menjualnya ke berbagai sekolah, pusat perawatan siang-hari dan orang-tua.

Namun, hasil studi oleh oleh ilmuwan Austria yang disiarkan oleh HealthDay News, Jumat (14/5/2010) mengatakan tak menemukan bukti bahwa mendengarkan musik Mozart –betapapun meriahnya musik tersebut– memiliki dampak pada kemampuan kognitif seseorang. Dalam studi paling akhir itu, para peneliti di University of Vienna mengkaji lebih dari 40 studi dan penelitian yang tak disiarkan yang meliputi lebih dari 3.000 subjek. Kesimpulan mereka ialah tak ada yang mendukung pendapat bahwa musik Mozart meningkatkan kemampuan otak anak.

(http://kesehatan.liputan6.com/berita/201005/277083/Mendengarkan.Mozart.Tidak.Membuat.Anak.Cerdas)

Kesalahan fatal pendidikan orangtua hari ini ternyata dimulai sejak dalam kandungan. Anak yang belum lahir telah dirusak oleh musik yang jelas tidak disukai dalam Islam –terlepas dari perbedaan pendapat para ulama seputar hukum musik. Bagi yang masih harus bersandar pada penelitian, berikut ini hasil salah satu penelitian tentang bahaya musik,Remaja yang menghabiskan banyak waktu mendengarkan musik lebih berisiko mengalami depresi daripada remaja yang memiliki kegemaran membaca. Demikian diungkap sejumlah peneliti dariUniversity of Pittsburgh School of Medicine, Amerika Serikat.

(http://metrotvnews.com/metromain/newscat/polkam/2011/04/11/48290/Wah-Remaja-Penggemar-Musik-Lebih-Mudah)

Cukuplah kita baca surat asy-Syu’ara’ (26) dan kita akan bisa mendapati peringatan keras ayat terhadap dunia yang ‘wajib’ digemari oleh setiap orang itu. Sebelum kita baca, perlu diketahui bahwa asy-Syu’ara’ artinya para penyair. Para penyair di zaman dahulu kala biasa menjadi orang terkenal setelah mereka memenangi perlombaan syair. Bahkan sebagian syair mereka digantung di Ka’bah, yang dikenal dengan mu’allaqat sab’ah. Hal ini yang membuat mereka menjadi terkenal. Jadi mereka hari ini sejajar dengan mereka yang menamakan dirinya selebriti. Mereka juga berfungsi sebagai pembawa berita, penyebar opini serta menggerakkan masyarakat. Hari ini, hal seperti itu sejajar dengan media.

Dari ayat 221 sampai 223 Allah menyampaikan tentang syetan dan ciri penggemarnya. Langsung setelahnya, pada ayat 224 Allah menyampaikan tentang para penyair, ciri mereka dan para pengagumnya. Sebuah keakraban luar biasa antara syetan dan para penyair. Dan berikut ini ayat tentang para penyair:

وَالشُّعَرَاءُيَتَّبِعُهُمُالْغَاوُونَ (224) أَلَمْتَرَأَنَّهُمْفِيكُلِّوَادٍيَهِيمُونَ (225) وَأَنَّهُمْيَقُولُونَمَالَايَفْعَلُونَ (226

224. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. 225. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap- tiap lembah 226. dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?

Ibnu Abbas menjelaskan pengembaraan mereka di tiap-tiap lembah: Mereka tenggelam dalam setiap kesia-siaan. (Tafsir Ibnu Katsir 6/173, MS)

Sumber : http://www.eramuslim.com/


Berikut ini makanan super yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Telur
Mengandung protein dan sangat kaya akan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Sarapan yang mengandung cukup protein akan membuat anak tetap kenyang sampai tiba waktunya makan siang.

Oatmeal
Penelitian menunjukkan bahwa oatmeal bisa membantu anak menjadi lebih berkonsentrasi dan memusatkan perhatian saat di sekolah. Oatmeal juga kaya akan serat yang akan dicerna secara perlahan, sehingga cadangan energi tidak akan cepat habis.

Aneka buah-buahan
Buah apa pun baik untuk anak, karena menyediakan aneka vitamin dan mineral yang penting. Buah juga mengandung serat untuk melancarkan pencernaan anak. Untuk mendapat aneka manfaat buah, biarkan ia mengonsumsi beberapa jenis buah sekaligus dalam sehari.

Kacang
Mengandung lemak sehat yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Sedikit asupan lemak sehat di pagi hari mampu meningkatkan energi anak secara instan untuk bekal aktivitasnya.

Susu
Protein dan kalsium di dalam susu dan produk susu merupakan bahan bakar untuk otak dan tubuh anak. Protein berfungsi untuk pembentukan sel-sel otak, sedangkan kalsium dibutuhkan untuk tulang dan gigi yang kuat.

Blueberry
Antioksidannya sangat berguna untuk melindungi kesehatan jantung, mencegah diabetes, serta meningkatkan fungsi otak. Blueberry juga mencegah terjadinya lemak perut, yang berhubungan dengan obesitas. Berikan pada anak dalam ice pop (blender segenggam blueberry dan bekukan!).

Tahu
Makanan yang terbuat dari kacang kedelai merupakan sumber protein yang memiliki sifat antikanker, terutama pada anak perempuan. Tak hanya digoreng, tahu juga bisa disajikan dengan cara lain. Misalnya, mencampurkan tahu lembut ke dalam yogurt atau smoothies.

Tomat
Kaya akan lycopene, antioksidan pencegah kanker. Memasak tomat akan memberi efek yang lebih menyehatkan, karena kandungan lycopene akan semakin banyak. Coba konsumsi makanan bertomat dengan lemak baik, seperti minyak zaitun. Cara ini akan membantu tubuh menyerap lebih banyak lycopene. Untuk anak, pizza berlumur saus tomat dan potongan daging tentu tak akan ditolaknya.

Plain Yogurt
Mengandung bakteri baik yang bisa membantu menyehatkan pencernaan. Keunggulan lainnya: Less sugar! Jika ingin tambahan rasa manis, gunakan madu atau sirup maple, yang memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak membuat anakl sugar rush.

Kol
Rasanya yang crunchy mungkin akan lebih disukai oleh anak dibanding sayuran lainnya. Kol dan teman-teman sejenisnya (seperti brokoli dan kale) mengandung fitonutrien yang bisa menurunkan risiko kanker serta memperbaiki kesehatan saluran cerna. Tambahkan kol dan teman-temannya ke dalam sup atau mi favorit si kecil.

Salmon
Kandungan omega-3 pada salmon sangat baik untuk perkembangan otak anak. Tapi, pastikan Anda memilih ikan salmon jenis yang tepat, dengan kandungan merkuri yang rendah. Untuk penyajiannya, salmon bisa disajikan menjadi isian burger atau dicampur ke dalam salad.

Cocoa
Siapa tak suka minuman cokelat? Selain enak, cokelat kaya akan flavonoid yang bersahabat dengan jantung. Cokelat juga bisa melindungi kesehatan kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Selain dibuat menjadi minuman hangat, cokelat juga dapat dicampurkan ke dalam kue, waffle, atau roti bakar.  

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Bantulah anak Anda bersemangat memberi dan tetap berniat melakukannya. Kami telah mengidentifikasi beberapa masalah kesehatan besar yang dihadapi anak-anak di seluruh dunia dan cara-cara yang bisa dilakukan keluarga Anda untuk membuat perbedaan. Oleh Rebecca Felsenthal

Saat Anda membaca tentang anak-anak di dunia lain yang kelaparan atau sekarat karena penyakit yang tidak bisa dicegah, adalah hal yang sangat menggoda untuk memeluk buah hati Anda sendiri, berterima kasih atas segala yang dimiliki, dan melenyapkan cerita yang Anda baca itu dari dalam benak. Ada ide bagus: Carilah cara, untuk membantu mereka yang kekurangan. Anda tidak hanya akan memiliki pengaruh besar pada hidup orang lain, tapi Anda juga akan mengajarkan anak-anak pelajaran bernilai dalam mengasihi orang lain dan berderma.

Berbicara kepada anak tentang kemiskinan, kelaparan, dan penyakit lainnya adalah hal yang penting, namun Anda harus menyimpan diskusi berat ini sampai si kecil berusia paling tidak 7 atau 8 tahun, kata penasihat Parents M. Gary Neuman, penulis In Good Times & Bad. Bagi anak batita yang masih terlalu muda untuk mengerti konsep penderitaan, mendorong mereka untuk membantu yang lainnya masih merupakan pelajaran bernilai. ”Ini seperti mengingatkan anak untuk mengucap tolong dan terima kasih—dia tidak akan tahu mengapa melakukan hal tersebut, tapi kita masih ingin dia terbiasa akan kebiasaan itu,” jelas Neuman.

Kami punya cara mudah untuk memulai: Balik halaman majalah ini untuk membaca enam hal dasar kesehatan yang bisa kita bantu tapi anak-anak di negara lain tidak mendapatkannya, dan cek organisasi terkait yang dapat menggunakan bantuan keluarga Anda.

KITA BIASA MENGABAIKAN...
Tingkat Angka HIV yang Rendah

Negara bagian Sahara Afrika di Zimbabwe ”terhuyung-huyung” karena efek HIV/AIDS. PBB melaporkan, hampir 16 persen populasi orang dewasa dan 132.938 anak-anak menderita penyakit ini. Kira-kira 13 juta (satu dari lima) anak telah kehilangan orang tuanya karena kematian yang berhubungan dengan AIDS, membuat Zimbabwe menjadi negara dengan proporsi angka anak yatim piatu yang tinggi.

YANG BISA ANDA LAKUKAN Menyumbang untuk American Foundation for Children With AIDS. Organisasi ini bekerja dengan kelompok lokal yang menyatukan gereja Zimbabwe untuk melatih para anggotanya tentang bagaimana merawat anak yatim piatu. Hanya dengan $35 Anda bisa memberikan anak penderita HIV/AIDS atau perawatnya (biasanya anak yang lebih besar atau keluarganya) persediaan Co-trimoxazole–antibiotik vital untuk bertahan hidup–selama setahun. Yayasan ini juga telah bekerjasama dengan organisasi yang mengajarkan anak-anak yang lebih besar untuk bertani, agar mereka bisa memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

KITA BIASA MENGABAIKAN...
Angka Kematian Bayi yang Rendah

Seperempat kematian bayi di dunia terjadi di India, sepertiganya terjadi di bagian Utara Uttar Pradesh, dimana hanya sekitar 25 persen perempuan melahirkan dengan fasilitas kesehatan. Kemiskinan tersebar luas, dan banyak ibu yang mengalami malanutrisi. Paksaan budaya juga menghalangi proses kelahiran yang sehat, karena budaya di sana meyakini bahwa mengetahui kehamilan bisa membawa nasib buruk, jadi banyak ibu hamil yang menghindari perawatan prenatal. Yang lainnya percaya bahwa puasa selama hamil akan menjamin mereka bisa mendapatkan anak lelaki.

YANG BISA ANDA LAKUKAN Menyumbang untuk proyek Sure Star PATH. Uang Anda akan membantu melatih komunitas sukarelawan kesehatan untuk mengajarkan perempuan pentingnya menggunakan fasilitas kesehatan dan melakukan perawatan prenatal dasar. PATH juga membantu perempuan mendapatkan akses ke sumber daya yang didukung pemerintah seperti bantuan keuangan untuk kehamilan dan perawatan persalinan.

KITA BIASA MENGABAIKAN...
Masalah Kelaparan

Kolumbia telah kacau balau dalam perang sipil sejak 1964, yang meninggalkan hampir 3 juta orang dalam pengasingan–74 persen dari mereka adalah perempuan dan anak-anak. Kebanyakan tidak memiliki makanan.

YANG BISA ANDA LAKUKAN Menyumbang Concern America untuk membantu membiayai pelatihan penyuluh kesehatan selama setahun (hanya $400), yang akan bekerja dalam distrik sangat miskin di Antioquia dan Choco. Organisasi ini menyediakan akses sumber makanan untuk anak-anak yang menderita malanutrisi, mengupayakan penambahan berat badan bagi anak-anak di bawah 5 tahun demi memastikan mereka cukup makan, dan mengajarkan tip nutrisi bagi para ibu, seperti memasak nasi dan kacang dalam minyak untuk membuat makanan menjadi lebih padat kalori. Para pekerja juga menangani parasit usus dan memberikan cairan yang cukup untuk anak-anak yang bergulat dengan rotavirus, yang keduanya bisa merampok nutrisi anak.

KITA BIASA MENGABAIKAN...
Perlindungan terhadap Kebakaran

Perempuan Guatemala memasak dengan cara tradisional dalam satu-satunya ruangan di rumah dengan api unggun. Ruangan itu juga merupakan tempat anak-anak bermain. Kecelakaan terjadi, dan dokter mengobati anak-anak untuk luka bakar serius pada tangan dan wajah. Infeksi pernapasan yang disebabkan asap rokok juga menjadi penyebab umum kematian bayi.

YANG BISA ANDA LAKUKAN Pemberian sebesar $150 untuk ONIL Stove dari HELPS International akan menyediakan kompor bagi keluarga di sana. Organisasi ini memasang kompor aman di atas lantai (untuk meminimalkan cedera) dan memiliki cerobong yang mengeluarkan asap dan karbon monoksida dari dalam rumah. Kompor ini juga menggunakan kayu 70 persen lebih sedikit, yang membantu mengurangi penebangan hutan.

KITA BIASA MENGABAIKAN...
Air Bersih untuk Diminum

Hanya sekitar 29-41 persen orang-orang di area Jumla dan Baglung Nepal memiliki akses air bersih, dan kurang dari 40 persen yang memiliki toilet. Ini berarti anak-anak berisiko besar mengidap penyakit fatal seperti kolera, tifoid, dan cacing usus. Nyatanya, 13.000-15.000 anak-anak di Nepal meninggal setiap tahunnya karena diare yang disebabkan karena air yang terkontaminasi.

YANG BISA ANDA LAKUKAN Sumbangkan untuk Concerns Worldwide US. Hanya dengan $45 Anda bisa memberikan anak-anak akses untuk air bersih. Organisasi ini masuk ke dalam area termiskin dan paling terpencil di Nepal, dan uang Anda digunakan untuk membangun sistem saluran pipa, memasang pompa air di sekolah-sekolah, dan membangun kakus, dengan sumber daya setempat. Perkumpulan ini juga melatih penduduk cara memurnikan air, memelihara saluran pipa, dan mengirigasi apotek hidup untuk menumbuhkan sayuran. Donasi juga mendanai penasihat kesehatan dan kebersihan lingkungan untuk mengajarkan cara mencuci tangan dan bagaimana menangani anak yang diare.

KITA BIASA MENGABAIKAN...
Tidak Ada Malaria Karena Gigitan Nyamuk

Malaria adalah penyebab tertinggi kematian anak di distrik Busia dan Samia di Kenya. Anak-anak di bawah usia 5 tahun memiliki kemungkinan terbesar meninggal karena penyakit ini, dan ibu hamil yang mengidap malaria umumnya memiliki bayi yang terlahir prematur dan sering mengalami kerusakan otak.

YANG BISA ANDA LAKUKAN Donasikan untuk African Medical and Research Foundation (AMREF). Dengan $25 Anda dapat memberikan jaring tempat tidur antiserangga untuk 5 orang anak atau ibu hamil. AMREF juga melatih pekerja kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan memberikan penangan pencegahan bagi ibu hamil dan bagaimana mengenali gejala, serta menangani malaria pada anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Anak-anak harus dibiasakan makan sayuran sejak dini karena sayuran merupakan makanan penting untuk tumbuh kembang anak. Alasan anak perlu makan sayuran karena kandungan yang dimilikinya antara lain vitamin, mineral, dan serat. Vitamin berperan penting untuk regenerasi sel, sistim kekebalan, pembentukan sel darah, menjaga sistim saraf, metabolism energi, menjaga selera makan, memelihara kesehatan gigi, gusi, kulit, otot, dan tulang.

Mineral, misalnya kalsium, fosfor asam folat, zat besi, meskipun dalam jumlah kecil berperan signifikan. Mineral berfungi dalam regenerasi sel, mencegah anemia, dan mengangkut oksigen dalam tubuh. Serat yang dikandung sayur bermanfaat untuk melancarkan proses pencernaan dan menjaga usus si kecil. Jadi masih adakah alasan untuk tidak makan sayur?
Tip agar anak Anda mau makan sayuran.
  • Mulailah makan sayur ketika bayi mulai mendapat MPASI. Campurkan sayuran dalam MPASI mereka. Atau Anda bisa menyesuaikan tekstur sayur dengan kemampuan mengunyah bayi Anda. Misalnya Anda memberikan wortel kukus kepada bayi yang telah memiliki gigi pertama.
  • Bagi Anda yang memilki anak yang sudah bisa makan, jadikanlah kegiatan makan sayur menjadi kebiasaan di rumah.
  • Buatlah menu sayuran yang lezat, tampilan menarik, dan bervariasi setiap harinya. Misalnya, kerupuk bayam, capcay, sayuran dicampur daging, tumis buncis, dan jagung manis.
  • Mengajak anak memotong dan memasak sayuran, sambil bercerita tentang pentingnya sayur untuk tubuh kita. Atau Anda dapat juga mengajak anak Anda menanam sayuran. Namun, kegiatan ini disesuaikan dengan umur anak.
  • Potong sayuran berbentuk lucu dan ubah nama sayuran itu dengan istilah yang lucu. Misalnya wortel yang dipotong bulat diberi nama matahari tersenyum, buncis, dan bunga brokoli disusun dan diberi nama pohon serat dan lainnya.
  • Buatlah peraturan yang mewajibkan anak Anda untuk makan sayuran minimal dua jenis dalam satu hari atau peraturan lain yang Anda rasa cocok untuk diterapkan kepada anak Anda.
  • Bila anak masih tetap menolak makan sayur, jangan menyerah. Anda bisa mencobanya terus.
Sumber : http://parentsindonesia.com


 Supaya berinternet aman bagi anak, langkah pertama adalah menerapkan peraturan mendasar bagi anak saat memakai internet. Begitu Anda membuat peraturan tersebut, jangan memberi kelonggaran sedikitpun. Ikuti tip ini untuk menerapkan internet yang aman di rumah

Letakkan komputer di area umum seperti ruang keluarga. Untuk alasan ini, maka komputer keluarga menjadi lebih baik daripada memiliki laptop.

Ikut online bersama anak. “Buat anak menyadari bahwa Anda tertarik dengan teman-teman online dia dan aktivitas apa saja yang mereka lakukan di internet,” ujar Tim Lordan, executive director of the Internet Education Foundation.

Ciptakan bookmark atau situs yang telah ditandai khusus untuk anak, dan buat agar anak hanya bisa mengakses internet melalui bookmark. “Katakan, ini bookmark situs-situs untuk kamu, jika Adik ingin membuka situs lainnya, bilang pada Mama dan kita akan membukanya bersama,” ujar Willard. Atau Anda juga bisa membuatkan suatu homepage atau situs khusus berisi jaringan ke situs-situs yang aman bagi anak; Anda bisa melihat referensi di Kids.gov dan the American Library Associaton’s Great Web Sites for Kids (ala.org/greatsites), atau coba lihat apakah perpustakaan umum di kota Anda memiliki website khusus untuk anak-anak.

Nyalakan program filter pada mesin pencari situs (search engine) yang digunakan anak. Untuk Google dan Yahoo!, klik tulisan preferensi yang ada tepat  di sebelah kotak pencari situs dan pastikan bahwa filter SafeSearch diaktifkan dalam level paling tinggi. Ini kuncinya jika Anda mengizinkan anak membuka situs seperti YouTube, dimana mereka sangat mungkin terpapar informasi yang tak sesuai dengan usia mereka.

Sembunyikan tampilan kontrol navigasi dari browser Anda- lakukan dengan meng-klik tulisan preferensi. Dengan begini, jika anak ingin membuka satu situs yang baru didengar dari teman-temannya, dia harus membuka melalui search engine (yang sudah Anda siapkan di bookmark miliknya) daripada anak mengetik sendiri alamat situs tersebut dan kemungkinan salah ketik sehingga keluar situs lain dengan nama sejenis tapi memiliki isi yang tidak sesuai bagi anak. Saat anak melakukan pencarian situs, ajari dia untuk selalu meng-klik hasil pertama yang keluar di daftar penelusuran oleh mesin pencari situs.

Baca aturan privasi atau informasi untuk orang tua dengan teliti saat anak ingin mengunduh program atau bergabung dengan komunitas sosial di dunia maya. Aktifkan program kontrol orang tua dan fitur proteksi yang Anda rasa pantas ketika Anda membantu anak mengisi daftar anggota saat bergabung pada satu komunitas. Setiap situs memiliki aturan yang berbeda, tapi beberapa memiliki opsi yang membuat Anda bisa mengatur apakah Anda mengijinkan anak untuk bisa chatting dengan temannya atau tidak.

Awasi dengan baik jika anak sedang melakukan riset melalui internet untuk tugas sekolahnya. Anak kemungkinan besar akan terekspos dengan hal-hal yang patut dipertanyakan kepantasannya jika berselancar bebas di internet daripada jika dia mengakses melalui situs yang sudah Anda bookmark.

Tegaskan kepada anak untuk tidak pernah berbagi infomasi mengenai dirinya seperti nama lengkap, alamat lengkap, alamat sekolah, atau nomor telepon.

Ajari anak untuk memberi tahu Anda jika dia ingin mengunduh sesuatu; apakah itu program permainan, musik, atau yang lainnya. Beberapa jenis download sebenarnya illegal dan situs lainnya bisa menginstal program spyware di komputer Anda. Pastikan program yang diunduh anak sesuai dengan usianya dan legal, dengan membaca informasi “About Us”. Anda bisa mengetahui perusahaan apa yang memiliki situs tersebut sebelum mengizinkan anak mengunduh program tersebut. Jika Anda merasa asing dengan nama perusahaannya, atau jika program anti virus dan spyware Anda memberi tanda peringatan, jangan izinkan anak untuk mengunduh dari situs tersebut.

Anak sebaiknya tidak memiliki alamat email sendiri. Tidak ada alasan mengapa anak kecil harus memiliki alamat email sendiri, tapi ketika Anda memutuskan bahwa kini saat yang tepat untuk anak memiliki alamat emailnya sendiri, buat alamat email keluarga sehingga dia tahu Anda juga bisa mengakses alamat email miliknya.

Monitor riwayat penelusuran anak di internet. Katakan bahwa Anda akan memeriksa situs-situs apa saja yang dia kunjungi setiap beberapa hari, dan jelaskan bahwa ini atas dasar keselamatan, bukan karena keinginan untuk memata-matai.

Pastikan sistem penghalang popup aktif. Untuk mencegah iklan yang tidak sopan tiba-tiba muncul di layar komputer (lihat dibawah tulisan preferensi di tampilan internet Anda.)

Beri instruksi spesifik pada anak jika dia melihat sesuatu yang mengerikan di internet. “Katakan padanya untuk segera mematikan layar komputer dan pergi mencari Anda,” saran Willard. Jangan panik atau justru menyalahkan anak. Anda tentu tidak ingin anak merasa enggan mendatangi Anda untuk bertanya.

Selalu waspada terhadap cyber bullying, apalagi jika anak Anda mengunjungi situs yang memiliki layanan chat. Tegaskan pada anak bahwa dia tidak perlu membalas bully yang dilontarkan orang lain. Jika teman sekelas si kecil ada yang senang mengganggu, tentu Anda akan mengutarakan pada guru (dan pada kepala sekolahnya). Dan jika yang mengganggu adalah orang asing, beritahukan pada administrator situs tersebut.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget