September 2014


Perangkat elektronik dalam kamar anak bisa mengganggu jam tidur. Karena itulah pada 4 September 2014 para ahli kesehatan dari Stony Brook Children's Hospital, New York mengeluarkan rekomendasi untuk melarang perangkat elektronik di kamar anak.

Para ahli kesehatan itu berpendapat, perangkat elektronik seperti tablet, smartphone, dan video game dapat menghambat anak-anak dan remaja tertidur sehingga memiliki efek negatif pada kegiatan belajar sekolah. 

"Paparan cahaya dari telepon (meskipun hanya untuk mengecek waktu) dapat mengganggu siklus tidur," kata Dr. Jill Creighton, asisten profesor pediatri di Stony Brook. “Alarm adalah perangkat eletronik terbaik pengganggu tidur," tambahnya.

Setiap anak mungkin memiliki kebutuhan tidur yang berbeda. National Heart, Lung, and Blood Institute merekomendasikan anak-anak prasekolah setidaknya harus tidur sekitar 11 sampai 12 jam setiap hari. Sementara anak-anak usia sekolah harus tidur 10 jam per hari. Meskipun orang dewasa membutuhkan sekitar tujuh atau delapan jam tidur, namun remaja masih perlu sembilan sampai 10 jam waktu tidur.

Menurut survei yang dilakukan National Sleep Foundation, hampir 72 persen anak muda berusia antara 6 sampai 17 tahun setidaknya memiliki satu perangkat elektronik di kamar tidurnya. Anak-anak yang memiliki perangkat elektronik di kamar rata-rata mengalami kurang tidur selama 1 jam setiap malam.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Olahraga atau aktivitas fisik, baik yang individual maupun beregu, merupakan kegiatan yang banyak manfaatnya bagi anak, terutama pada masa pertumbuhan seperti sekarang ini. Selain untuk melatih motorik anak ternyata olahraga memilik manfaat lain, seperti:

Membangun Ketrampilan Sosial

Berpartisipasi dalam kegiatan olahraga akan membantu si kecil mengembangkan ketrampilan sosialnya, soalnya saat berlatih atau bertanding ia akan berinteraksi tidak hanya dengan anak-anak sebayanya tapi juga dengan pelatih, wasit, dan sports official lainnya. Lewat olahraga, si kecil juga akan melatih jiwa kepemimpinan, kemampuan team building, dan ketrampilan komunikasi yang sangat bermanfaat bagi masa depannya.

Meningkatkan percaya diri
Saat ikut kegiatan olahraga, si kecil akan mendapatkan dorongan dan pujian dari orangtua serta pelatih yang akan membantunya membangun percaya diri. Mereka juga akan belajar percaya pada kemampuan diri sendiri serta menerima tantangan. Dari pelatih biasanya si kecil juga akan menerima kritikan yang membangun dan belajar memnggunakan kritik tersebut untuk memperbaiki kemampuannya.

Membiasakan gaya hidup sehat

Olahraga seperti renang atau golf merupakan olahraga individual yang bisa dilakukan oleh segala usia, jadi tak hanya selama masa kanak-kanak, anak bahkan bisa meneruskan olahraga tersebut sampai ia lanjut usia. Anak-anak yang suka olahraga juga cenderung lebih ‘sadar’ soal pemilhan makanan sehat. Apalagi kalau mama dan papanya juga gemar berolahraga dan selalu memilih makanan sehat.
Sumber : http://www.parenting.co.id/


 

Insya Allah setiap bulan ada mabit di bina amal. Namun, mabit itu hanya diikuti oleh kelas besar, kelas 4 sampai kls 6. Untuk memudahkan, mabit tersebut dibuat bergilir per kelas paralel. Jika bulan ini jatah kelas 4 untuk mabit maka bulan berikutnya adalah giliran kelas 5 demikian seterusnya. Jadi dalam satu tahun, tiap siswa di kelas besar mengikuti 2 kali mabit.

Lalu, ada apa saja dalam mabit itu? Mabit itu menjadi sesuatu yang relatif ditunggu oleh siswa karena mereka dapat sepanjang hari bersama teman-temannya serta menginap bersama di sekolah. Biasanya, sore hari setelah sholat ashar akan ada aktifitas fisik berupa fun game. Lalu istirahat, sholat, tilawah, taujih dan makan bersama sampai ba'da Isya

Setelah Isya biasanya akan ada sesi materi malam yang bersifat motivasi dan mengangkat tema tertentu. Namun sesi malam ini, tidak harus berupa sesi materi. Bentuknya dapat beragam tergantung keadaan. Setelah itu, siswa istirahat dan kemudian dibangunkan kembali untuk sholat malam. Setelah sholat malam lalu sholat subuh dan biasanya akan ada sedikit renungan plus olah raga ringan sebelum penutupan.

Hari itu tanggal 19 - 20 September 2014, ada mabit di Bina Amal. Mabit kali ini punya status istimewa karena ia adalah mabit perdana bagi siswa kelas 4. Status istimewa itu kemudian melahirkan ragam keunikan. Satu diantaranya adalah pergerakan siswa ke sekolah yang laksana orang mau pindahan.

Ada yang membawa kasur, bantal, selimut plus logistik makanan yang sepertinya agak melimpah. Mengamati pemandangan itu seringkali memancing hadirnya sebuah senyuman. Karena ini adalah pengalaman perdana jadi it's oke. Ini sangat dapat dimaklumi. 

Dengan mabit itu sebenarnya, siswa diharapkan akan lebih dapat merasakan arti kemandirian. Untuk sesaat, ia harus melakukan sejumlah hal tanpa bantuan orang tua dan pembantu mereka di rumah. Mereka juga diharapkan lebih dapat berempati dan merasakan arti kesederhanaan dengan meninggalkan sesaat sejumlah kenyamanan dan fasilitas yang diberikan orang tua.

Itu semua adalah stimulus tersirat yang terdapat dalam mabit. Biar terasa lebih bermakna, sangat diharapkan wali murid dan ortu menindaklanjuti stimulus tersebut.

(@HPrasatya, guru BK sdit Bina Amal)

Siswa TKIT Bina Amal Melaksanakan Manasik Haji

Dalam rangka memperingati Bulan Dzulhijah dan mengajarkan rukun islam yang ke-5 yakni naik haji bagi yang mampu, TKIT Bina Amal mengadakan kegiatan Manasik Haji. Manasik Haji ini mengajarkan para murid TKIT Bina Amal untuk mengetahui bagaimana Tata Cara Menunaikan Ibadah Haji yang benar. Kegiatan dilakukan mulai pukul 07.00 WIB, 27 September 2014 lalu.

Kegiatan Manasik Haji ini diikuti oleh 340 peserta dari TKIT Bina Amal A dan TKIT Bina Amal B. Kemudian dari jumlah peserta tersebut dibagi menjadi 9 rombongan manasik haji, yaitu 7 rombongan dari TKIT Bina Amal A dan 2 rombongan dari TKIT Bina Amal B.

Kegiatan yang diselenggarakan dengan rangkaian Sholat Sunah di Masjid Namiroh, Thawaf mengelilingi Kabah dan Hajar Aswadnya, Sa’i dan Lempar Jum’rah ini memang wajib diperkenalkan kepada para murid usia dini agar menjadi bekal iman untuk masa depannya. Para murid TKIT yang lucu ini dibiasakan berpakaian ihram sedang bagi yang wanita mengenakan baju kurung berwarna putih dan dipisahkan keduanya ketika berlangsungnya Manasik Haji. Alhamdulillah kegiatan berlangsung lancar, walaupun ditengah kegiatan masih ada beberapa murid yang menangis, dikarenakan belum terbiasanya murid - murid tidak didampingi orangtuanya saat belajar.
 



Menanamkan kebiasaan baik merupakan tugas setiap orangtua dan pendidik. Pembiasaan ini merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter anak, yang diperoleh melalui keteladanan dan usaha yang terus-menerus dalam membangun prilaku tersebut.

‘Ala bisa karena biasa’ dan Practise makes perfect merupakan dua istilah yang berbeda, namun bermuara pada hal yang sama. Bahwa, suatu tindakan akan teraplikasi dengan baik, manakala, tindakan itu menjadi kebiasaan.

Kita tidak mungkin mengharapkan anak-anak akan menjadi pribadi-pribadi yang menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, bila kita tidak membiasakan mereka untuk mandi dan gosok gigi secara teratur dan mencontohkan perbuatan itu dalam keseharian kita.

Menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik yang sederhana pada anak-anak akan membuahkan kepribadian yang mengagumkan dikemudian hari. Menanam kebiasaan-kebiasaan baik ini, sekalipun tidak sulit, namun membutuhkan komitmen dan konsistensi.

Tidak perlu memulai dengan hal-hal yang memberatkan, kita bisa menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik dari hal-hal sederhana, seperti : mengingatkan anak-anak agar tidak membuang sampah sembarangan, misalnya, hal ini akan membuat anak-anak menyadari pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan merawat alam.

Contoh lain kebiasaan-kebiasaan baik yang bisa kita terapkan pada anak-anak sejak kecil : mencuci tangan sebelum makan, menggosok gigi dengan teratur, mengucapkan terimakasih setiap kali mendapatkan pertolongan, meminta maaf jika anak bersalah dan lain-lain.

Sebagai inspirasi tambahan, Bunda, ada baiknya kita belajar dari budaya bangsa Jepang yang sukses membangun kepribadian bangsa melalui pembiasaan yang ditanamkan sejak kanak-kanak. Di Jepang, anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Filosofi ini pula yang mempengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai dan membentuk sistem moral di Jepang.

Di sekolah-sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem moral melalui empat aspek. Yaitu :
  1.     Menghargai diri sendiri (Regarding Self)
  2.     Menghargai Orang Lain (Relation to Others)
  3.     Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime)
  4.     Menghargai Kelompok dan Komunitas (Relation to Group& Society)

Pendidikan seperti ini ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar, maka tak heran, bila dalam realitanya, masyarakat Jepang saling menghargai dan menjaga lingkungannya.

Hal ini tampak berbalik seratus delapan puluh derajat dengan karakter masyarakat kita. Pendidikan di tanah air yang selama ini lebih mengedepankan pendidikan akademis dan menomorduakan pendidikan moral, membuat masyarakat kita menjadi masyakat yang egois.

Kita tidak peduli dengan rusaknya lingkungan akibat sampah-sampah yang kita buang sembarangan. Kita tidak peduli dengan rusaknya hutan-hutan, rusaknya alam asalkan kita bisa menikmati keuntungannya. Bahkan, untuk belajar antri pun, kita kerap gagal.

Mungkin itu sebab, mengapa seorang guru di Australia mengatakan :

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak sekolah dasar kami tidak pandai Matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Mengapa menanamkan kebiasaan mengantri pada anak-anak jauh lebih penting dari mengajarkan matematika? Karena, dengan membiasakan anak untuk mengantri, banyak pelajaran penting yang bisa diperoleh si anak.

Yaitu :
  • Anak belajar manajemen waktu
  • Anak belajar bersabar menunggu giliran
  • Anak belajar menghormati hak orang lain
  • Anak belajar disiplin dan tidak menyerobot hak orang lain
  • Anak belajar kreatif dengan memikirkan solusi mengatasi kebosanan saat mengantri
  • Anak bisa belajar bersosialisasi
  • Anak belajar tabah menjalani proses
  • Anak belajar hukum sebab akibat
  • Anak belajar disiplin, teratur dan rapi
  • Anak belajar memiliki rasa malu, jika menyerobot antrian dan hak orang lain
  • Anak belajar bekerjasama dengan orang-orang yang berada di sekitarnya, jika ia perlu keluar  antrian sementara waktu.
  • Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

So, Bunda, mari tanamkan tanamkan kebiasaan-kebiasaan baik pada anak. Dengan kebiasaan-kebiasan baik yang sederhana. Agar mereka kelak tumbuh menjadi pribadi yang mempesona dan penuh tanggung jawab. Baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya.

Sumber : http://id.theasianparent.com/


Tenyata olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh bagi si anak saja, Ma. Sebuah studi yang dilakukan oleh American College of Sports Medicine menyimpulkan bahwa anak-anak yang banyak melakukan aktivitas fisik mempunyai prestasi akademik yang lebih baik di sekolah.

Hasil penelitian menunjukkan anak-anak yang berpartisipasi dalam olahraga seperti sepakbola, basket, dan softball mempunyai kemampuan berkonsentrasi yang lebih baik serta lebih kecil kecenderungannya mempunyai masalah perilaku.

Aktivitas fisik membuat tubuh mengeluarkan sejenis protein yang disebut IGF-1 yang membantu menstimulasi sel-sel otak untuk terus bercabang dan menyambung. Proses ini berarti kemampuan dan ketrampilan baru telah dipelajari oleh otak dan disimpan untuk penggunaan di masa depan.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Berita tentang Ebola ada di mana-mana. Dan sampai sekarang belum ada obat atau vaksin yang bisa menangkal virus tersebut. Ebola diperkirakan akan menyebar ke seluruh dunia. Untuk mencegahnya WHO dan organisasi kesehatan dunia sedang berupaya supaya virus itu tidak menyebar luas.

Ebola adalah salah satu contoh virus yang mematikan. Berkaca dari wabah Ebola yang terjadi di Afrika Barat, itu menandakan bahwa kehidupan manusia tidak pernah jauh dari virus. Paparan virus pasti membuat khawatir orang tua. Ya, anak memang sangat rentang terhadap virus. Sekolah mungkin menjadi tempat penyebaran virus terbesar. Di sekolah kemungkinan berkeliaran virus penyebab radang tenggorokan, mata merah, rotavirus, flu, dan lain-lain.

Supaya anak Anda terhindar dari virus tips sederhana yang dikutip dari WebMD ini akan membantu mencegah virus apapun. Baik itu virus mematikan atau tidak. Berikut ini tipnya.

1 Cuci tangan sesering mungkin. Setidaknya anak perlu mencuci tangan selama 20 detik. Cuci tangan perlu dilakukan terutama sebelum makan atau setelah dari kamar kecil. Buatlah kegiatan cuci tangan menyenangkan dengan bernyanyi.
2 Jangan berbagi makanan atau minuman dari tempat yang sama.
3 Cobalah untuk tidak menyentuh mata atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
4. Jangan meletakkan segala sesuatu ke dalam mulut Anda, seperti pensil atau pena.
5. Batuk atau bersin disarankan mengarah bahu. Ini perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus kepada orang lain.

Ingatkan anak Anda melakukan tip di atas secara teratur. Menciptakan kebiasaan tersebut akan menjaga mereka tetap sehat meskipun saat berada di sekitar orang yang sakit.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Beberapa makanan terutama makanan yang manis dapat merusak gigi Anda. Dan menghindari makanan yang merusak gigi dapat membantu Anda tidak malu untuk tersenyum.

Seperti yang dikutip dari WebMD, American Dental Association memberikan daftar makanan yang dapat merusak gigi. Makanan-makanan itu adalah:

  1. Permen, kandungan gula yang sangat tinggi dalam permen jenis apapun dapat merusak gigi.
  2. Kopi berkafein dan teh dapat mengeringkan area mulut Anda dan membuat gigi rusak. Disarankan banyak minum air putih sebagai gantinya.
  3. Makanan yang lengket, seperti buah yang dikeringkan.
  4. Makanan yang renyah, seperti keripik kentang. Makanan itu yang dapat terjebak di antara gigi dalam waktu yang cukup lama dan merusak gigi.
  5. Minuman yang asam, manis, bersoda, dan mengandung kafein.
  6. Minuman berenergi yang manis.
  7. Alkohol karena dapat mengeringkan rongga mulut.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Foodsafety.gov meluruskan tentang mitos keamanan makanan yang selama ini beredar.

  1. Keracunan makanan sebenarnya adalah penyakit serius dan dapat menyebabkan komplikasi kesehatan jangka panjang, bahkan kematian.
  2. Mencairkan makanan di meja tidak pernah aman karena bakteri dapat tumbuh dengan cepat pada suhu kamar.
  3. Membersihkan lantai dapur dengan larutan pemutih (1 sendok teh pemutih dicampur 1 liter air) akan membunuh bakteri.
  4. Semua buah-buahan dan sayuran, bahkan yang akan dikupas, harus dibilas dengan air dan jangan pernah membilasnya dengan sabun.
  5. Daging merah, unggas, dan makanan laut tidak harus dibilas karena hal itu dapat menyebabkan percikan bakteri hinggap di permukaan dapur.
  6. Ketika ada instruksi memasak yang mengharuskan membiarkan makanan berada di microwave selama beberapa menit, hal itu itu tidak untuk menghindari kebakaran, tetapi untuk memungkinkan makanan selesai dimasak.
  7. Makanan sudah bisa rusak sebelum ada bau busuk.
  8. Makanan yang dimasak perlu dipertahankan pada suhu hangat untuk mencegah pertumbuhan bakteri.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Jika anak terlihat senang sekali mengancam, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

-  Orang tua harus melihat dulu apa penyebabnya. Benarkah si kecil meniru Anda atau meniru orang di sekitarnya? Bila Anda menjadi ‘biang keladinya’, Anda harus refleksi diri dan segera memperbaikinya.

Yang pasti, menurut Nessi Purnomo, Psi., MSi, psikolog dari Personal Growth, Anda harus lebih jujur dan menyampaikan kondisi Anda yang sebenarnya. Misalnya, Anda capek sepulang dari kantor. Katakan kondisi tersebut dan buat kesepakatan baru. Anda berjanji akan mengajaknya bermain di akhir pekan. Jangan lupa, Anda harus selalu menepatinya sebab hal ini berkaitan dengan integritas Anda sebagai orang tua. Kalau tidak ditepati, si kecil akan kecewa dan tidak percaya lagi.

-  Anda harus memutus ‘rantai’ mengancam ini. Di dalam kepala anak ada keyakinan bahwa saat mengancam, dia akan selalu mendapatkan apa yang diinginkan. Orang tua harus mengubahnya dan membuat ancaman tersebut tidak akan berhasil lagi. Tentu saja, anak pasti kecewa bila ancamannya tidak berhasil. Di sini, orang tua harus segera berperan, dengan mengajak anak berbicara. “Yang dicoba dimodifikasi adalah ketika dia ingin melakukan sesuatu atau mendapatkan sesuatu, caranya tidak lagi melalui mengancam. Kita memakai cara yang lebih berbudaya, yakni melalui diskusi. Nah, hal seperti inilah yang harus diajarkan pada anak,” kata Nessi.

Apa yang bisa didapat anak dengan berdiskusi? Terjadi kesepakatan yang prinsipnya win-win solution. Hal ini disebabkan kedua belah pihak melihat kekurangan plus kelebihan dari suatu masalah, lalu mencari jalan keluar bersama.

Kapan perlu dibawa ke psikolog? Bawalah jika situasi makin tidak terkendali. Misalnya, ancaman anak sudah sangat mengganggu teman atau lingkungannya. Di klinik, psikolog akan mulai menggali berbagai info, seperti mengapa anak suka mengancam, bagaimana cara ia melakukannya, siapa yang ditirunya, dll. “Jika anak meniru orang tuanya, ya, orang tualah yang akan diajak bicara,” kata Nessi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda bisa meminta bantuan sekolah. Sekolah merupakan partner orang tua. Untuk itu, Anda bisa bekerja sama dengan guru kelasnya si kecil. Ajak guru berdiskusi dan biarkan anak bercerita tentang peristiwa yang terjadi. “Yang paling penting adalah Anda jangan reaktif. Namanya juga anak-anak. Pasti ada ‘korslet’ kecil-kecilan. Niatnya, sih, main atau becanda. Lama kelamaan jadi benaran dan berantemlah anak. Akhirnya, ada yang mengancam,” kata Nessi.

Kalau ini yang terjadi, Nessi menambahkan, pihak sekolah harus memberi punishment. Misalnya, jika anak ketahuan mengancam lagi, ia akan diskor. Di balik itu semua, orang tua harus selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Berikut ini jenis-jenis sumber makanan bergizi ntuk menunjang aktivitas si atlet kecil, rekomendasi Prof. Dr. Nuri Andarwulan, Dosen IPB dan Peneliti di SEAFAST  ( South East Asia Food and Agricultural Science and Technology) ;

1.    Beras/gandum/singkong/jagung/ubi
Karbohidrat kompleks yang terkandung dalam pangan tersebut dalam saluran pencernaan akan dicerna menjadi glukosa dan diserap usus halus, masuk ke dalam pembuluh darah secara perlahan, sehingga tidak meningkatkan kadar gula darah secara cepat yang menyehatkan saluran pencernaan.

2.    Telur/daging sapi/daging ayam
Sebagai sumber protein hewani, pangan ini bermanfaat untuk mengganti sel yang rusak dan membangun otot.  Vitamin B dalam pangan ini juga bermanfaat dalam membantu metabolisme karbohidrat untuk menghasilkan energi.  Zat besi yang terikat pada pigmen warna merah daging sangat bermanfaat untuk mempertahankan kadar Hemoglobin (Hb) darah.

3.    Susu
Susu merupakan sumber kalsium (juga fosfat) terbaik, dan bermanfaat untuk menguatkan tulang dan gigi. Sumber pangan untuk memenuhi asupan vitamin D memang terutama  berasal dari susu, saat anak terpapar sinar matahari. Konversi tersebut terjadi di bawah kulit. Untuk itu, anak yang aktif bergerak di luar ruangan akan mendapatkan vitamin D yang cukup untuk meningkatkan kekuatan tulangnya.

4.    Ikan
Ikan merupakan pangan sumber protein hewani, asam lemak esensial (omega-3) yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kognitif (kecerdasan) dan berbagai mineral mikro (selenium, magnesium, mangan, dan lainnya).  Ikan merupakan sumber mineral mikro yang terbaik yang bermanfaat untuk mengatur metabolisme zat gizi dalam sel.

5.    Kedelai (Tahu, Tempe, Susu Kedelai)
Kedelai mengandung protein, selain itu juga zat non-gizi yang bermanfaat sebagai zat pengatur di dalam tubuh, yaitu isoflavon. Isoflavon kedelai merupakan fitoestrogen yang mampu meningkatkan kekuatan tulang.

6.    Kacang-Kacangan (Kacang Hijau, Kacang Merah)
Selain sumber protein nabati, juga merupakan sumber lemak nabati yang mengandung asam lemak esensial (omega-6).  Kandungan vitamin E dari kacang-kacangan sangat bermanfaat sebagai antioksidan dalam tubuh agar terhindar dari proses penuaan dini.

7.    Sayuran: Bayam, Wortel, Brokoli
Vitamin A dan C dari sayuran berfungsi untuk menjaga kesehatan mata dan vitamin C berperan sebagai antioksidan yang menjaga kesehatan sel dari oksidasi. Serat pangan dalam sayuran bermanfaat untuk kesehatan pencernaan sehingga sikecil bias BAB secara rutin setiap hari.

8.    Buah: Pisang, Apel, Jambu Biji, Jeruk
Pisang sangat disarankan untuk dikonsumsi setiap hari, karena menyediakan karbohidrat yang mudah dicerna dan dapat menjadi sumber energi yang baik. Konsumsi apel, jambu biji, atau jeruk secara rutin sangat dianjurkan.

9.    Air
Air wajib dikonsumsi sebanyak 6-8 gelas per hari. Anak yang aktif harus selalu diingatkan untuk minum air yang cukup agar tetap bugar dan tidak terkena dehidrasi karena aktivitas yang tinggi.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Imajinasi anak-anak sangat luar biasa. Mereka bisa mengubah benda yang mereka pegang menjadi permainan yang menarik baginya. Jangan hambat imanjinasi anak. Sebaliknya beri mereka dukungan supaya mereka kreatif. Nah untuk menyalakan imajinasi si kecil Anda bisa menyediakan di lemari pakaiannya berbagai perlengkapan serba guna yang sederhana ini.

  1. Baju dan sepatu usang. Masukkan benda-benda yang bisa dipakai batita tanpa memerlukan bantuan, seperti baju mandi, sepatu dan kaos berkerah lebar. Di imajinasi mereka benda-benda ini akan menjadi seragam sekolah atau pakaian untuk berkemah.
  2. Selendang. Selendang warna-warni dan bandana dapat dengan mudah diubah menjadi jubah atau selimut boneka.
  3. Tas kecil dan kotak bekal makanan. Batita suka berkemas dan membongkar tempat penyimpanan apapun. Selain itu, membawa tas bisa membantu mereka berpura-pura pergi bekerja atau sekolah.
  4. Topi dan aksesoris. Di mata anak, perlengkapan untuk dipakai di kepala sendiri saja sudah merupakan kostum yang meyakinkan. Topi menyimbolkan begitu banyak karakter berbeda, jadi kemungkinan yang ada tidak akan pernah berakhir.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Pernah tertarik atau mungkin sudah menjajal sport drink dan energy drink untuk anak karena Anda begitu mengkhawatirkan kebutuhan cairan dan energi ‘atlet’ cilik Anda yang seolah tak pernah berhenti berkeringat? Coba pelajari komposisi keduanya dengan membaca label pada kemasannya.

“Sport drink merupakan produk minuman formulasi yang berisi mineral elektrolit yang dibutuhkan oleh tubuh serta gula sederhana (glukosa) yang dapat secara cepat diserap dan menghasilkan energi. Sport drink merupakan minuman yang cocok untuk menggantikan cairan yang hilang saat anak sangat banyak beraktivitas, terutama berolahraga cukup berat.  Minuman ini tidak harus dikonsumsi setiap hari,” jelas Prof. Nuri Andarwulan.

Jika anak Anda memang sangat aktif berolahraga, sport drink bisa menjadi pilihan. Namun, karena sport drink berisi karbohidrat dengan kalori yang cukup tinggi, konsumsi berlebih menjadi tidak tepat.

Beda lagi dengan energy drink. Umumnya, energy drink mengandung kafein, karbohidrat, protein, asam amino, vitamin, natrium, dan mineral serta bahan lainnya. Fungsi utamanya adalah menyuplai energi dengan cepat. Minuman jenis ini tidak disarankan untuk dikonsumsi anak-anak.

Nuri juga menambahkan, jika anak susah makan buah dan sayuran, suplemen multivitamin boleh diberikan kepada anak yang superaktif. Namun, sekali lagi, dosis harus menjadi perhatian penting Anda. Suplemen penambah nafsu makan (yang umumnya mengandung ekstrak kunyit ataupun kurkumin) juga diperbolehkan, namun pemberiannya harus dihentikan saat nafsu makan anak sudah kembali membaik, untuk menghindari terjadinya obesitas.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Selain dapat menurunkan berat badan, menurut berbagai penelitian, serat telah terbukti dapat membentengi tubuh dari berbagai keluhan dan penyakit. Penasaran penyaki apa saja yang bisa dicegah dengan mengonsumsi serat?
  • Disfungsi saluran cerna. Serat dapat memerlancar proses pembuangan kotoran sehingga mencegah terjadinya diverticulitis, wasir, dan konstipasi. Banyak orang yang mengalami kram perut, kembung, diare, dan konstipasi karena kurang mengonsumsi makanan kaya serat.
  • Penyakit jantung. Makanan kaya serat akan membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Kanker. Seperti halnya dengan diet rendah lemak, konsumsi makanan kaya serat juga mengurangi risiko kanker usus dan anus. Selain itu penelitian juga menemukan adanya hubungan antara konsumsi serat tinggi dengan kurangnya risiko kanker payudara.
  • Diabetes. Bahkan dokter menganjurkan penderita diabetes mengonsumsi sekitar 40 gram serat per hari.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

Parade Drama Siswa Yayasan Bina Amal
Terlepas dari segala kekurangannya, pembelajaran tematik bukan hal baru di Bina Amal. Makanya, meskipun siswa kelas 3 belum mengikuti kurikulum 2013 mereka tetap mendapatkan pembelajaran tematik khas Bina Amal. Salah satu ciri khas itu adalah puncak tema.

Setelah mempelajari tema tertentu, ‘gong’ tema itu adalah puncak tema. Ia menjadi sebuah  moment yang relatif ditunggu oleh siswa. Demikian juga dengan puncak tema kelas 3 yang digelar hari kamis 18 September 2014. Acara itu dilaksanakan dalam bentuk parade pentas drama dengan tema Baiti Jannati.

Tiap kelas dibagi menjadi dua atau satu kelompok untuk mementaskan sebuah naskah drama sederhana yang dibuat oleh guru wali masing-masing. Kelompok dengan pementasan terbaik akan mendapat piala. Demikian juga untuk pemeran putra dan putri serta naskah drama terbaik.




Acara dapat berlangsung dengan baik dan lancar. Namun, kalau memakai standar orang dewasa, acara ini sepertinya akan terasa tidak nyaman mengingat kemeriahannya yang dihiasi oleh kehebohan dan keributan khas anak-anak. Tapi puncak tema berupa parade pentas drama ini dibuat bukan untuk memenuhi standar orang dewasa. Naiv Hasan, selaku guru SBK dan pemandu acara menegaskan bahwa yang diinginkan dari pementasan drama ini adalah keberanian siswa untuk tampil di panggung dan juga perasaan bahagia ketika berada di panggung.




Bakteri dan virus dapat mengintai dimana saja. Namun mereka juga suka tinggal pada barang-barang yang sering harus disentuh orang tua. Jika Anda ingin si kecil terhindar dari penyakit yang disebabkan bakteri dan virus cobalah hindari barang-barang di bawah ini

Pegangan keranjang belanja. Studi yang dilakukan University of Arizona menemukan bahwa 55 persen keranjang belanja tercemar dengan material yang mengandung feses. “Membawa larutan steril pembasmi kuman di dalam tas dan gunakan saat Anda selesai berbelanja,” ujar Charles Gerba, PhD, ahli mikrobiologi yang menekuni tanah, air, dan ilmu lingkungan di University of Arizona, Tucson.

Peralatan taman bermain. Ketika para peneliti dari University of Arizona College of Public Health meneliti berbagai taman bermain, mereka menemukan kotoran manusia, urine, dan bahkan darah pada peralatan permainan tersebut. Cucilah tangan selalu setelah waktu bermain berakhir.

Tempat cucian piring Anda. Benda satu ini tertutup dengan kuman, 500.000 kuman per inci persegi. Mengapa? Saat Anda membilas makanan, terutama buah dan sayuran, bakteri seperti E.coli dan Salmonella masuk ke dalam saluran dan berkembang biak di sana. Cucilah tempat cucian piring dengan cairan pemutih dan air paling tidak seminggu sekali.
 
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Bukan hanya Anda yang antusias, anak pun tampaknya menunjukkan minat untuk serius berlatih menjadi atlet. Kalau memang itu yang diinginkan, beberapa hal berikut bisa dipersiapkan demi atlet masa depan Anda:

Carikan tempat berlatih dan pelatih yang tepat
Tempat berlatih yang baik dan pelatih yang tepat akan membuat kemampuan si kecil meningkat pesat karena ia dibimbing dengan metode latihan yang tepat. Ia juga akan terekspos dengan kompetisi-kompetisi yang akan menguji pencapaian prestasinya.

Siapkan mental anak
Prestasi adalah buah dari latihan yang disiplin terus-menerus. Bisa jadi suatu saat si kecil jadi jenuh. Pada saat itulah mama-papa dan pelatih harus bisa membangkitkan kembali motivasi anak untuk berlatih, dan mempersiapkan mentalnya agar tidak mudah terpuruk saat kalah dan tidak sombong serta terlena saat menang.

Persiapkan keuangan Anda
Untuk menjadi atlet pasti butuh dukungan financial, misalnya untuk biaya pendaftaran bergabung ke klub olahraga, biaya menyewa pelatih professional, membeli peralatan olahraga dan perlengkapan latihan yang dibutuhkan.

Pertimbangkan sekolah anak
Bagi atlet professional sekolah seolah menjadi nomor dua, padahal sekolah tetap perlu karena seorang atlet justru harus pintar. Selain kemampuan fisik, ia harus cerdas untuk mampu memahami strategi bertanding dan membuat analisa serta eksekusi dalam hitungan detik. Jadi Mama-Papa harus berusaha mencari cara agar sekolah dan latihan si kecil bisa sejalan.

Bersiaplah ‘mengorbankan’ kehidupan sosial
Di saat anak-anak lain mungkin bisa bebas istirahat setelah jam sekolah atau bermain dengan teman-teman, tapi si kecil Anda harus latihan dan latihan. Selain berpengaruh pada kehidupan sosial anak, kesibukan ini tentu menular pada kehidupan sosial Anda karena Mama kan harus mendampingi si kecil.

Sumber : http://www.parenting.co.id/

Belidiri mungkin salah satu seni olah rubuh yang harus dikuasi anak terutama anak laki-laki. Salah satu manfaat beladiri adalah untuk melindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan. Ingatkan anak jangan pernah menggunakan keahlian beladiri untuk menganiaya teman-temannya. Inilah manfaat dari seni bela diri bagi anak.

  • Seni beladiri menumbuhkan rasa percaya diri. Anak merasa memiliki keahlian yang tidak dimiliki oleh semua orang.
  • Disiplin, rasa saling menghormati, sportivitas, dan persaudaraan juga dipupuk dalam proses latihan. Interaksi dengan pelatih dan sesama pemain juga mengasah kemampuan anak berkomunikasi dan bersosialisasi.
  • Martial art menjadi pilihan ideal bagi anak yang kurang menyukai olahraga beregu. Sehingga si “penyendiri” tetap punya berkesempatan untuk melakukan aktivitas yang mengombinasikan latihan fisik dan mental.
  • Anak berkebutuhan khusus, seperti anak dengan attention deficit disorder (ADD), kesulitan belajar, dan hiperaktif, kerap disarankan untuk mengikuti latihan martial art karena anak bisa memetik manfaat dari teknik latihan yang terstruktur dan memerlukan konsentrasi.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Apa itu mengancam? Menurut Nessi Purnomo, Psi., MSi., psikolog dari Personal Growth, “Mengancam merupakan mekanisme seseorang untuk memenuhi tujuannya dengan cara yang tidak terlalu sulit. Memang, effort yang harus dikeluarkan anak tidak terlalu besar. Tinggal mengancam, dan bereslah segala sesuatunya.” Lalu, mengapa anak ‘suka’ mengancam? Benarkah ini suatu bakat? Apa solusinya?

Sebenarnya, mengancam adalah sebuah perilaku yang dipelajari oleh anak. Dari mana ia bisa mendapatkannya? Yang pasti, ia belajar dari orang lain, terutama orang terdekatnya. Misalnya, orang tua, nenek, kakek, atau pengasuhnya. Setelah itu, ia  mencoba mempraktikkan perilaku tersebut alias meniru untuk mengetahui apakah usahanya ini bisa berhasil atau tidak. Kalau berhasil, dia akan mengulangi terus, terus, dan terus.

“Jadi, ada proses modeling juga. Kalau ia melihat papa atau mama atau kedua-duanya suka mengancam, mau tidak mau ia menganggap hal ini wajar dan sah-sah saja melakukannya,” kata Nessi.

Ironisnya, sering kali orang tua mengancam anak dengan sesuatu yang tidak ada hubungannya. Misalnya, “Kalau kamu nggak makan, entar dipanggilin satpam!” Sayangnya, tak jarang ancamannya membingungkan. Misalnya, makan dan satpam. Apa kaitannya? Harusnya, anak diberitahu kalau tidak makan, ya, bakal kelaparan. Itu saja. Sebaiknya, orang tua juga berhati-hati dalam memilih kata-kata ancaman.

Selain itu, mengancam bisa juga dilakukan si kecil karena merasa sudah bicara baik-baik, namun tidak membuahkan hasil. Untuk gampangnya, lebih baik ia mengancam saja. Toh, cara ini lebih efektif. Mengancam ala ini yang sangat berbahaya.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Sampai kini, kebanyakan hidup anak diisi dengan keberadaan Anda di sisinya. Jadi terasa seperti kejutan tidak menyenangkan saat dia tiba-tiba menutup pintu kamar (“Cuma anak-anak yang boleh masuk, Ma!)” atau lebih sering bercerita kabar terbaru sahabatnya daripada tentang Anda. Jangan dulu merasa tersisih. Dia ada di usia yang membutuhkan ruang untuk dirinya sendiri. “Orang tua memiliki dorongan yang tidak bisa dimengerti untuk tahu segalanya, tapi kadang lebih baik mundur saja,” ujar Pete Stavinoha, PhD, neuropsikologis anak di Children’s Medical Center of Dallas. “Anak perlu mengembangkan rasa bahwa dia bisa mengatur sesuatu tanpa bantuan Anda.”

Memberi banyak privasi pada anak adalah cara terbaik memastikan Anda tidak tersisih dari hal-hal penting. Kenyataannya, terlalu melibatkan diri bisa malah membuat efek di luar yang diharapkan. “Saat anak terbebani untuk berbagi, mereka mengembangkan berbagai cara untuk bersembunyi,” kata K. Mark Sossin, PhD, guru besar psikologi di Pace University, New York.

Tantangannya adalah mengetahui kapan Anda harus tidak ikut campur urusan anak dan kapan saat harus mengetahuinya. Kami punya rangkuman beberapa area pribadi paling penting.

RUANG PRIBADINYA

Jangan ikut campur: Semua butuh waktu untuk sendiri, begitu pula anak. Jika dia ingin menutup pintu kamarnya kini ataupun nanti, hormati keinginannya. Mungkin dia perlu waktu sendiri terlepas dari saudaranya atau berlatih kemampuan baru tanpa ada yang mengamati. “Anak yang baru suka membaca misalnya, seringkali menikmati bukunya dengan leluasa. Ini membuat mereka lebih santai,” jelas Dr. Sossin. Bisa juga dia hanya ingin bermain dengan teman-teman tanpa orang dewasa berada di dekatnya.

Intiplah: Secara alami, penting mengetahui dia tidak melakukan hal-hal yang tidak baik, tidak aman, atau hal yang tidak bisa diterima—seperti membuat kekacauan besar—di balik pintu kamar yang tertutup. Jika Anda peduli, ketuk pintu dulu, lalu masuk untuk menawarkan makanan kecil atau bertanya apa yang dilakukan. Namun jangan menetap di situ saat kehadiran Anda tidak dibutuhkan.

PIKIRAN DAN PERASAANNYA

Jangan ikut campur: Saat Anda ingin sekali berkomunikasi dengannya setelah berpisah sehari penuh, jangan memaksa mencari tahu dengan terperinci. “Dia mungkin ingin menyortir hal-hal itu sebelum membaginya,” kata Dr. Sossin. “Tujuan Anda adalah menunjukkan Anda tertarik dan bisa dipercaya.” Pikir dua kali sebelum mengatakan kepada orang lain tentang hal yang diceritakannya. Apa yang terlihat seperti anekdot menawan bagi Anda, bisa menjadi hal memalukan bagi anak yang konsep dirinya sedang berkembang.

Intiplah: Dia perlu tahu, ada beberapa informasi yang harus dia bagi. Apapun yang melibatkan keselamatan dan ketentraman (dia atau orang lain) harus dibagi. Jika ada orang dewasa lain yang memintanya menyembunyikan rahasia dari orang tua, waspadalah. Jelaskan, tidak ada orang dewasa manapun yang boleh meminta seorang anak menyembunyikan sesuatu dari orang tuanya.

TUBUHNYA

Jangan ikut campur: Suatu hari dia akan mengejutkan Anda dengan permintaan mendadak akan privasi. Bukan masalah. Jika dia ingin sendirian saat mandi, bantulah mengatur temperatur air atau mencuci rambut. Lalu tutup pintunya. Dia perlu tahu, jika sudah berurusan dengan tubuhnya, dia bisa mengatakan “tidak” pada situasi yang  membuatnya malu atau merasa tidak nyaman. Rumah adalah tempat terbaik untuk berlatih berbagai batasan itu.

Intiplah: Pastikan dia tahu akan ada saatnya orang tua atau dokter perlu melihat tubuhnya demi alasan kesehatan. Misalnya Anda perlu mengecek adanya serangga atau tungau setelah dia bermain dalam hutan.

MILIKNYA

Jangan ikut campur: Beberapa anak mulai menuliskan pikirannya dalam buku harian. Jangan mengintai! Kartu ucapan ulang tahun, undangan, dan catatan dari nenek/kakek harus dibuka oleh yang dituju. Hormati juga hak untuk  terlibat dalam pengambilan keputusan atas barang miliknya.

Intiplah: Jika Anda memperhatikan ada mainan atau pakaian yang tidak dikenal, boleh saja menanyakan dari mana asal barang itu. Kemungkinan positifnya adalah itu mainan teman yang ketinggalan. Namun jika dia ‘lupa’ membayarnya di toko atau itu adalah pemberian pria menyeramkan di jalanan, Anda perlu untuk tahu.

Sekali dia menyadari Anda menghormati privasinya, pertanyaan Anda akan diterima sebagai bentuk rasa tertarik ketimbang campur tangan. Dia juga akan lebih terbuka dan menceritakan semuanya.

Sumber : http://parentsindonesia.com/





Pernahkah Anda memperhatikan kira-kira berapa jam dalam sehari anak Anda menghabiskan waktunya menonton TV dan bermain games? Jika dalam satu hari totalnya mencapai lebih dari 2 jam, maka Anda harus menyadari bahwa aktivitasnya di depan layar sudah terlalu banyak. Aktivitas yang menyebabkan anak hanya duduk pasif seperti itu harus dikurangi ya, Ma. Bahkan, sejak dini pun anak-anak perlu berolahraga. Berlari, melompat, dan berbagai aktivitas fisik lainnya sebenarnya adalah olahraga untuk anak.

Untuk mengeksplor dan menyalurkan energi mereka, anak-anak perlu aktif bergerak. Selain tubuh anak menjadi lebih sehat dan kuat, otot-ototnya juga terlatih sehingga lebih kencang, dan tulangnya pun lebih kokoh. Selain itu, organ-organ tubuh lainnya seperti jantung, paru-paru, dan lain-lain juga pasti akan lebih sehat. Banyak penelitian membuktikan bahwa anak yang minim melakukan aktivitas fisik cenderung menderita obesitas. Kondisi tersebut tentu berbahaya bagi kesehatan anak secara menyeluruh. Dan, untuk mengatasinya, tidak ada cara lain selain anak harus lebih aktif bergerak (berolahraga), karena anak tidak dianjurkan sembarang menjalani diet.

Dan ternyata, ada efek lain dari aktif bergerak, yaitu dapat meningkatkan hormon yang menciptakan rasa senang sehingga anak akan lebih happy. Jangan ragu untuk beraktivitas fisik bersama anak, ya, Ma. Sebab, hal ini akan meningkatkan bonding orang tua dengan anak, membangkitkan rasa percaya dirinya, dan mengajari anak tentang team work serta aturan dalam bermain. Jika usianya sudah cukup, memasukkannya ke dalam klub olahraga boleh dipertimbangkan. Selain mengembangkan skill dan menyalurkan minatnya, anak akan belajar untuk bersosialisasi dan mengembangkan sikap-sikap positif seperti sportif, kerja keras, dan terdorong untuk berprestasi.   

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Centers  for Desease Control and Prevention (CDC) menyatakan sekitar 9 dari 10 anak di Amerika Serikat mengonsumsi natrium lebih dari yang direkomendasikan. Sebagian besar natrium didapat dari garam.

Makanan yang mengandung natrium tinggi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. CDC mengatakan Sekitar 1 dari 6 anak-anak usia 8 sampai 17 tahun mengalami tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama pencetus penyakit jantung dan stroke.

Menurunkan kadar natrium dalam makanan anak-anak saat ini dapat membantu mencegah penyakit jantung di masa depan, terutama bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan. Sebagai informasi rasa garam dikenalkan oleh orang tua saat anak usianya masih sangat muda. Orang tua dapat membantu mengurangi natrium dengan memerbaiki cara pemberian makanan kepada anak-anak.

Inilah tip dari CDC kepada orang tua untuk mengurangi konsumsi natrium anak:
  • Berilah pengertian tentang konsumsi makan sehat untuk anak-anak Anda dengan cara lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran dan tidak menambahkan garam pada makanan yang dimasak sendiri.
  • Bandingkan fakta label nutrisi pada makanan kemasan dan pilih makanan yang memiliki kadar natrium terendah.
  • Mintalah bantuan dari manajer toko grosir untuk menunjukkan makanan-makanan yang rendah natrium.
  • Saat berada di restoran mintalah informasi kepada pelayan tentang makanan apa saja yang rendah natrium.
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Beberapa waktu lalu seorang teman mengirim pesan. Ia bertanya bagaimana cara mengajari anaknya yang memiliki gaya belajar kinestetik, menulis. Anaknya baru saja masuk Sekolah Dasar.

Anak-anak dengan gaya belajar kinestetik cenderung  belajar lebih baik sambil bergerak.  Duduk tenang dan menyalin untuk berlatih membentuk huruf selama beberapa waktu  bisa menjadi tantangan yang besar bagi anak-anak dengan gaya belajar kinestetik. Hm, sebenarnya gaya berlatih menulis dengan duduk tenang dan menyalin kata atau kalimat adalah sebuah tantangan bagi anak-anak, terutama bagi orang dewasa yang menemani mereka belajar.

Saya belajar beberapa hal dari murid-murid saya tentang berlatih menulis bagi pemula. Beberapa hal berikut ini mungkin bisa Anda coba bersama anak-anak di rumah.

1. Menulis harus Bermakna
Menyalin kalimat berulang-ulang adalah kegiatan yang kurang bermakna untuk anak-anak. Pendeknya, mungkin mereka bertanya-tanya, “Kenapa sih, aku harus menulis yang itu-itu terus?” 
Maka membuat kegiatan menulis yang bermakna untuk mereka menjadi penting. 

Pada dasarnya, menulis adalah salah satu cara berkomunikasi. Minta anak menulis surat pendek atau kartu ucapan.  Minta anak menuliskan daftar mainan atau makanan yang mereka suka. Esok hari, minta anak mencatat bagian-bagian dari seri mainan atau tokoh kartun yang mereka suka. Lain hari, diktekan daftar belanjaan Anda untuk ditulis anak.

2. Menulis harus Menyenangkan
Ubahlah waktu berlatih menulis menjadi waktu bermain yang seru.  Umumkan waktu permainan bernama Super Paper. Tidak boleh bicara, tapi harus menulis di kertas. Tanyakan pertanyaan-pertanyaan lucu yang membuat anak tertarik menuliskan jawabannya di kertas. 
Ciptakan permainan-permainan yang baru. Tulislah sebuah kata, kemudian minta anak menulis kata lain yang dimulai dengan huruf terakhir dari kata yang Anda tulis.

Misalnya, saya menulis : BUKU. Binar akan menulis ULAR. Saya lanjutnya dengan RAMAI. Binar bisa melanjutkan dengan kata lain berawalan I.

3. Menulis dengan Target Kecil
Murid-murid kecil saya mengeluh bila diminta menulis satu halaman. “Panjang sekali, Bu.” “Aku kan sudah capek, Bu.” Suatu hari, saya buatkan pola daun sebagai tempat menulis. Saya beri beberapa lembar daun dan minta mereka menulis cerita.

Daun-daun ditempelkan menjadi sebuah pohon yang cantik. Hari itu, mereka menulis sebanyak dua halaman tanpa mengeluh dan tanpa mereka sadari. Yang mereka ketahui, delapan lembar daun yang mereka punya sudah penuh dengan cerita.

4. Stasiun Menulis
Buat sebuah pojok istimewa untuk menulis. Lengkapi dengan kertas dan aneka alat tulis berwarna. Barangkali, kotak surat kecil untuk setiap anggota keluarga akan memberi semangat baru. Jika Mama atau Papa ikut terlibat saling mengirim atau berbalas kartu, anak-anak tentu bersemangat turut serta.

5. Kreatif dengan aneka barang
Anak-anak yang sedang belajar menulis huruf akan senang sekali jika boleh menulis dengan jari di atas baki berlapis tepung. Membuat huruf di lantai dengan bekas-bekas amplop atau selebaran dari bank juga akan menyenangkan.

6. Sedikit Kritik, Banyak Pujian
Ingat, Ma. Anak-anak tidak bisa serta merta menulis dengan sempurna. Beri mereka waktu untuk berkembang menjadi penulis yang handal. Anda tidak perlu memperbaiki semua hal dalam satu waktu.

Minggu ini, fokuskan kegiatan menulis untuk berlatih membuat bentuk huruf yang benar. Maka biarkan saja jika tulisan anak anda tak sama besarnya, atau ia lupa memberi spasi antar kata. Minggu depan, pilih satu hal lagi sebagai fokus latihan.

Biarkan anak menyelesaikan tugas menulisnya. Jika terlalu panjang, pecahlah menjadi beberapa bagian. Pada akhir setiap bagian, ajak anak mengevaluasi kembali hasilnya. Apa yang kamu tulis? Apa yang bisa dilakukan agar tulisanmu lebih baik? Bagaimana membuat huruf “y” yang benar? Dengan demikian, Anda tidak perlu mengomentari setiap langkahnya dalam berlatih menulis.

Jangan lupa, beri pujian bila anak anda membuat kemajuan meskipun kecil.

Tak ada yang lebih menyenangkan bagi anak-anak dibanding melakukan kegiatan yang sama dengan Mama dan Papa. Jika Anda sedang mengajak anak-anak belajar menulis, Anda perlu bermain dan menulis bersama mereka. Polisi yang ngomel dan mengkritik semua gerakan anak saat sedang menulis, apalagi sambil sibuk dengan gadget, tentu bukan partner menulis yang menyenangkan! 

Belajar, tidak harus selalu duduk tenang. Belajar bisa dilakukan sambil bersenang-senang!

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Menyiapkan bekal makan siang untuk anak adalah tantangan setiap mama. Selain harus yang disukai anak, bekal harus bergizi, dan mama harus bangun harus lebih pagi untuk menyiapkannya.

Tapi, sudah repot-repot disiapkan, eh… pulang sekolah bekal nyaris utuh, bahkan tidak jarang benar-benar tidak disentuh!

Bisa jadi, anak memang bosan dengan menu dan penampilan makanan yang dibawakan mama. Mau tidak mau, mama memang harus sabar dan lebih kreatif.
Coba ini, Ma:

- Tanyakan anak tentang makanan yang ingin dibawanya pada malam sebelumnya. Untuk menolongnya berpikir tapi juga mempermudah Anda, berikan 3 pilihan makanan favoritnya. Misal, nasi goreng selimut omelet, roti sandwich gulung, atau pancake saus jeruk manis.

- Sajikan menarik. Makanan dibentuk lucu atau ditata dengan baik dan penuh warna. Kalau merasa tidak cukup kreatif, sontek saja penyajian bekal lucu di internet. Boleh juga investasi beberapa alat membuat bento, wadah makan dengan karakter kesukaannya, garpu-garpu mungil lucu, sendok warna-warni, dll.

- Porsi secukupnya. Anak-anak cenderung enggan makan jika porsinya membludak. Pastikan porsi makanan sesuai kebutuhannya, tidak berlebihan. Yang penting, gizinya seimbang dan tercukupi.

Sumber : http://www.parenting.co.id/

Sebenarnya, teman TK memiliki peran yang lebih penting dari dugaan Anda, terutama untuk anak laki-laki. Anak laki-laki yang sangat dekat dengan temannya saat TK, akan berpikir banyak tentang arti berbagi, menunggu giliran, dan cepat baikan setelah berkelahi.

Jadi, mereka memang lebih sedikit memiliki masalah perilaku dan akan lebih terampil bersosialisasi pada saat kelas 3 SD, menurut penelitian yang dilakukan University of Illinois Urbana-Champaign. Karena kerja tim menjadi bagian besar dari proses belajar, anak yang tidak mempunyai teman dekat bisa memiliki kesulitan untuk beradaptasi. Akibatnya? Ia mendapat nilai akademis yang kurang baik. Ini caranya untuk membuat semuanya berjalan lancar:

- Tanyakan pada guru anak, “Keterampilan sosialisasi apa yang harus Noel kuasai?” ketimbang bertanya “Apakah Noel mempunyai teman?” kata Liz Rampy, yang sudah menjadi guru TK di South Carolina, AS, selama beberapa tahun. Rasanya tidak mungkin guru mengatakan kalau si kecil tidak mempunyai teman. Jadi, ajak anak ikut aktivitas tertentu, sehingga ia bergaul dan memiliki teman.

- Cari buku yang memiliki tema berteman. Buku ini akan membantu anak  memahami arti mempunyai seorang teman. Lalu, tanyakan pada si kecil, “Kalau Bella dan Sharon berteman, kira-kira apa yang mereka lakukan agar selalu senang,” kata Rampy.

- Temukan solusi terbaik. Katakan pada anak, “Lain kali, tanyakan Ben apa yang ingin dilakukan. Sekarang, Mama pura-pura jadi Ben. Jadi, kamu bisa latihan kira-kira mau ngomong apa.” Dan karena anak lebih kecil tertarik untuk berempati dengan teman sekelasnya, pujilah perilakunya jika ia melakukan sesuatu yang positif: “Kamu pasti merasa bangga sebab berbagi mainan baru kamu dengan Dylan.”

- Turut campur jika konflik yang dihadapi anak cukup berat. Misalnya, pasang alarm HP, sambil menjelaskan bahwa mereka mempunyai waktu 2 menit untuk memutuskan bagaimana cara menyelesaikan masalah mereka. Apakah mereka berhasil atau tidak melakukannya, itu bukan tujuan utamanya. Katakan saja kalau ini waktunya untuk makan snack atau apa pun. Yang penting, alihkan perhatikan mereka, ya.
Sumber : http://www.parenting.co.id/


Meski saat ini penggunaan gadget sudah mewabah, ada baiknya tetap mewaspadai risiko yang ditimbulkannya terhadap kesehatan, khususnya bagi anak:

- Risiko radiasi. Berbagai penelitian menunjukkan, paparan radiasi ponsel berdampak serius bagi kesehatan. Sebaiknya, anak tidak terus menerus memakai gadget untuk mengurangi paparan radiasi.

- Risiko kecanduan. Penelitian Rutgers University menunjukkan, BB, misalnya, memicu ketergantungan dan membuat penggunanya memerlukan terapi setara dengan terapi ketergantungan obat-obatan.

Terbiasa selalu mengecek pesan atau email, dan kemudahan terhubung dengan internet membuat penggunanya tanpa sadar selalu terdorong untuk membuka BB, berharap menerima pesan atau email yang menyenangkan.

- Risiko insomnia. Berkirim pesan atau chatting berkepanjangan membuat pola tidur terganggu sehingga akhirnya menyebabkan insomnia. Kurang tidur juga menyebabkan sakit kepala dan sulit konsentrasi.

Untuk meminimalkan risiko di atas, pakailah gadget secara bijak. Jangan letakkan di dekat tubuh atau di samping kepala, terlebih saat sedang tidur. Sedapat mungkin pakailah headset agar kepala tidak terlalu dekat dengan antena.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Mogok sekolah yang berlarut-larut bisa membuat Anda frustrasi dan kehabisan akal untuk membujuk anak sekolah. Akhirnya Anda mengeluarkan berbagai ancaman dan anak semakin keras menolak  ke sekolah.

“Mengancam dan menakut-nakuti anak jelas tidak cocok untuk mengatasi mogok sekolah, karena mogok sekolah biasanya berkaitan dengan kecemasan. Ancaman orang tua malah bisa menambah kecemasan anak. Tenang Ma, hal itu tidak hanya dirasakan Anda saja kok. Ternyata, 1 dari 5 anak pasti pernah menolak masuk sekolah setidaknya sekali sepanjang masa sekolahnya. Ini salah satu cara untuk mengatasinya:

1. Tetap tenang dan terkendali. Daripada bereaksi penuh emosi, cobalah mundur sedikit, lupakan dulu rasa marah dan panik Anda, dan pusatkan perhatian pada tanggung jawab dan jalan keluarnya.

2. Bicara pada guru dan sekolah. Guru atau Kepala Sekolah anak Anda mungkin bisa memberi informasi mengenai apa yang sedang terjadi di kelas atau sekolah yang mungkin berhubungan dengan perilaku mogok sekolah anak.

Berbicaralah dengan netral dan galilah sebanyak mungkin informasi yang bisa membantu Anda menemukan pola mogok sekolah anak. Misalnya, apakah ia selalu muntah sebelum berangkat ke sekolah sebab ia harus tampil di depan kelas?

3. Dengarkan anak Anda. Ada kalanya kemampuan anak memecahkan masalah yang menjadi akar permasalahan mogok sekolah. Misalnya, ia mungkin tertinggal dalam pelajaran matematika, tetapi tak tahu bagaimana caranya meminta bantuan guru.

Carilah waktu dan suasana yang tepat untuk bicara dari hati ke hati dengan anak. Berikan pertanyaan terbuka, seperti “Apa yang kamu rasakan paling sulit di sekolah?”, “Apa yang kamu lakukan jika gurumu memberi tugas yang terlalu sulit bagimu?”, atau “Bagaimana reaksimu ketika si A mengejekmu?”  Dengarkan jawaban anak Anda. Apa pun jawabannya, sebaiknya jangan disepelekan, ya?

4. Cari bantuan Ahli. Mungkin Anda perlu bertemu dengan dokter anak untuk menyingkirkan kemungkinan gejala-gejala yang ditunjukkan anak tidak berhubungan dengan penyakit tertentu. Anda juga bisa menemui psikolog untuk membantu Anda menyusun siasat dan jalan keluar yang tepat untuk membantu anak mengatasi kecemasannya dan kembali bersekolah dengan gembira.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Pendidikan politik sebaiknya dimulai dari rumah. Menurut Devi Asmarani, Mama bisa memperkenalkan politik kepada anak mulai dari hal-hal kecil:

- Ajarkan untuk mendengar. Kebanyakan orang Indonesia hanya ingin didengar, namun sulit untuk mendengarkan orang lain

- Berpikir kritis dalam menanggapi setiap permasalahan. Untuk dapat berpikir dan bersikap kritis tentunya harus dibekali dengan pengetahuan yang benar.

- Ajari bertanggung jawab terhadap pilihannya, termasuk tidak berbohong dan tidak curang.

- Proses sama pentingnya dengan hasil. Dalam mencapai sesuatu, jika kita hanya mementingkan hasil akhirnya saja, maka bukan tidak mungkin kita akan menghalalkan segala cara demi mendapatkan hasil yang baik.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Kabar baik bagi para orangtua : meski 80% tinggi tubuh anak ditentukan oleh faktor genetis, ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk memacu pertumbuhan tinggi tubuh anak secara aman dengan cara berikut:

• Cukupi nutrisi selagi hamil. Pertumbuhan anak sudah dimulai sejak dalam kandungan. Karenanya, menurut Prof. Simon Cousens dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris, upaya mengoptimalkan tinggi tubuhnya sudah bisa dimulai sejak Anda masih mengandungnya dengan cara mencukupi kebutuhan nutrisi selama hamil yang mencapai 2300 kalori per hari.

Selain makan dalam jumlah cukup, konsultasikan pula ke dokter apakah Anda perlu mengonsumsi suplemen (zat besi, kalsium, seng, asam folat) atau tidak.

• Hindari baby blues. Penelitian yang dilakukan di Johns Hopkins School of Public Health di Baltimore, Amerika, menyatakan bahwa para mama yang mengidap depresi pasca persalinan memiliki risiko 40% membesarkan anak-anak yang terhambat pertumbuhan tinggi badannya.

Salah satu penyebabnya adalah, anak akan tertular stres dari ibunya yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada sistem endokrin di dalam tubuh anak. Akibatnya, produksi hormon pertumbuhan di dalam tubuhnya juga akan ikut terganggu.

• ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif akan menjamin terpenuhinya asupan nutrisi yang seimbang bagi anak pada awal kehidupannya. Ini terutama penting pada usia dua tahun pertama, dimana anak akan mengalami percepatan pertumbuhan tinggi dan berat badan secara pesat.

• Beri makanan bervariasi. Prinsipnya, tidak ada satu jenis makanan pun yang mampu memenuhi semua kebutuhan nutrisi seseorang. Karena itu, berikanlah asupan makanan yang beragam jenisnya kepada anak dalam porsi sesuai kebutuhannya. Pastikan Anda memberikan karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah seimbang setiap harinya.

• Pelihara kesehatannya. Serangan penyakit—terutama pada masa-masa awal kehidupannya, bisa mengakibatkan anak mengalami kekurangan nutrisi. Anda bisa memberikan perlindungan yang dibutuhkan anak dengan cara menepati jadwal imunisasi.

• Cukupi waktu tidur. Menurut situs Kidshealth, anak-anak membutuhkan waktu tidur antara 10-12 jam setiap malam. Ketika tidur, tubuh anak akan mengalami proses perombakan serta perbaikan sel yang diperlukan oleh tubuhnya. Kelancaran proses ini ikut pula melancarkan pertumbuhan tinggi badannya.

• Tingkatkan aktivitas fisik. Memperbanyak aktivitas fisik seperti bersepeda, berlari, dan melakukan jenis olahraga lainnya akan membuat tubuh anak terhindar dari kondisi obesitas yang bisa menghambat pertumbuhan. Aktif secara fisik juga bermanfaat melancarkan distribusi oksigen dan zat-zat nutrisi ke seluruh sel tubuh sehingga bisa mengoptimalkan proses pertumbuhan.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Mama perlu menyadari bahwa dalam pertemanan anak akan ada saat ketika anak merasa senang maupun sedih, maka itu Mama perlu mendampinginya untuk memahami hal-hal yang dihadapinya dalam pertemanan.

Apabila anak baru saja melewati hari buruk, misalnya konflik bersama teman, coba dengarkan terlebih dahulu keluh kesahnya dan apa yang membuatnya kesal. Setelah itu, beritahu padanya bahwa tiap hubungan pasti akan melewati waktu yang baik dan buruk. Kemudian biarkan anak mencari solusinya sendiri karena mungkin saja hari ini ia kesal dengan temannya, besok ia akan terlihat riang dan bermain lagi bersama temannya.

Ajarkan juga pada anak cara berempati. Beritahu padanya bahwa ada hal-hal yang tidak disukai dan disukai teman-teman yang tidak ia sadari. Coba bicarakan hal ini secara perlahan agar anak mengerti, dan beritahu padanya bahwa anak baik akan lebih disenangi orang lain. Serta, berikan tip pada anak caranya dapat berinteraksi baik dengan anak lain.

Terakhir, bila anak merasa sangat sedih tidak diajak pergi ke acara ulangtahun atau acara-acara besar lainnya, katakan hal-hal positif yang bisa ia dapat karena tidak ikut ke acara-acara tersebut. Buatlah anak terus berpikir positif namun tidak dengan cara menjelek-jelekan atau merendahkan orang lain.

Sumber :  http://www.parenting.co.id/

Pernahkah Anda merasa kurang nyaman karena lawan bicara Anda bau mulut? Ya, bau mulut memang sangat mengganggu, dan ternyata bisa terjadi sejak dini juga, yaitu pada anak-anak. Dr. William Sears, dokter konsultan untuk Parenting AS, memaparkan ada beberapa hal yang mengakibatkan bau mulut pada anak beserta solusinya, yakni:

Infeksi sinus. Walaupun jarang diketahui, infeksi sinus yang sudah kronis bisa membuat mulut bau. Tanda-tanda lain dari sinus adalah sering pilek dan biasanya cukup lama, adanya lendir kuning saat mengeluarkan ingus, mudah lelah, dan sering batuk. Diperlukan pemeriksaan dokter lebih lanjut untuk mengatasi masalah sinus ini.

Amandel membesar. Makanan dan lendir dari saluran pernapasan dan pencernaan akan tersimpan di dekat amandel, serta lama kelamaan akan membusuk. Pastikan anak mendapatkan pemeriksaan dari dokter untuk mengetahui apa bau mulut anak disebabkan oleh amandelnya yang membesar.

Masalah gigi, yaitu berasal dari sisa makanan yang tersimpan di sela-sela gigi anak. Jadi, pastikan anak menyikat giginya dengan baik, menggosok lidahnya, serta berkumur. Bantu Ia saat berkumur dan pastikan mulutnya sudah bersih.

Mulut kering. Saat ini terjadi, kemampuan alami ludah untuk membersihkan mulut akan menurun. Akibatnya, bakteri tumbuh di dalam mulut dan menimbulkan bau. Atasi hal ini dengan meminta anak banyak minum air.

Naiknya asam lambung ke tenggorokan.
Gejalanya seperti mual, yang juga diikuti kolik, sering meludah, tidak tenang saat tidur, suara serak, dan perut tidak nyaman setelah makan. Coba atasi dengan membuat anak duduk tegak dan tidak banyak bergerak (setidaknya selama setengah jam setelah makan). 


Sumber : http://www.parenting.co.id/

 Dari perspektif orang dewasa, kehidupan anak-anak mungkin terlihat bahagia. Namun kenyataannya, anak-anak saat ini hidup dengan banyak masalah yang bisa memicu ketakutan dan depresi. Semuanya tergantung pada kehidupan mereka. Berikut adalah dua kekhawatiran yang mungkin dihadapi anak zaman sekarang dan cara mengatasinya

Intimidasi

Intimidasi pada anak  timbul ketika dia mulai masuk sekolah dasar atau di usia sekitar 6 tahun. Di usia ini anak-anak mulai memiliki kekuasaan secara sosial. "Bagi anak-anak, sekolah merupakan tempat interaksi sosial pertama mereka. Ini pertama kalinya mereka harus memecahkan masalah sosial, dan itu bisa membuat mereka depresi," kata Robert Sege, MD, Ph.D., direktur advokasi anak di Boston Medical Center. "Guru bisa saja bilang 'semua orang adalah teman.' Tapi anak-anak tahu secara naluri bahwa itu tidak selalu benar. "Anak yang merasa terintimidasi mungkin akan bilang bahwa mereka disiksa. Tetapi ada juga yang pulang ke rumah lalu mereka merasa sedih, menangis, dan marah.

Sebagai orangtua, pastikan anak Anda terbuka dan mau bicara kepada guru atau kepala sekolah. Jelaskan tentang yang dialaminya dan seberapa sering itu terjadi. Diskusikan langkah-langkah yang diperlukan dengan pihak sekolah untuk menjaga anak Anda aman. Di rumah, berikan kepercayaan kepada anak. “Bilang pada anak Anda bahwa Anda percaya dia dapat menangani masalah," kata Dr Sege.

Perceraian orangtua

Untuk beberapa pasangan, sebuah konflik bisa berujung pada perceraian. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar sepertiga dari pernikahan pertama pria akan berakhir dengan perceraian sebelum anaknya berusia 10 tahun. Bagi anak-anak, berapapun usianya, perceraian merupakan masalah yang sangat besar. "Efek dari perceraian bagi anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak bisa diketahui. Anak bisa merasa stres, sedih, dan bingung," kata Mona Gupta psikiater di Raleigh, North Carolina. "Anak-anak tidak bisa berpikir jauh. ‘Mereka akan berpikir apa yang akan terjadi pada saya jika ibu dan ayah tidak tinggal bersama lagi?"

Untuk mengurangi kecemasan anak, yakinkan dia bahwa semua akan baik-baik saja. Tetap tinggal di lingkungan dimana dia biasa tinggal dan jaga rutinitasnya. Minta mantan pasangan Anda untuk bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Mungkin di awal akan terasa sulit. Tapiseiring perkembangan anak, merka akan mengerti.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

Kelaparan adalah masalah global yang sangat memprihatinkan dan telah membunuh ribuan orang setiap tahun. Kita yang tinggal di negara yang memiliki persediaan makanan yang cukup tidak seharusnya tidak menyia-nyiakan makanan.

Tapi, jika Anda memiliki anak, pasti pernah sesekali atau sering membuang sisa makanannya. Jika Anda sering membuang makanan anak, sebaiknya jangan salahkan si kecil yang tidak mau makan. Cobalah tengok apakah menu yang disediakan diskuai anak tau tidak. Jika tidak segeralah mencari menu baru supaya anak tidak bosan.

Jika Anda sudah mecoba berbagai cara tapi si kecil masih membuang makanannya cobalah tip dari The Academy of Nutrition and Dietetics ini. Tip ini menunjukkan bagaimana mengajarkan anak-anak untuk mengurangi atau tidak membuang makanan:

-Tinjau menu makan siang sekolah anak. Biarkan anak Anda menentukan makanan apa yang disukai dan tidak disukainya untuk dibawa ke sekolah.

-Suruh anak Anda untuk mencoba makanan baru. Tetapi pastikan makanan baru yang dicoba adalah makanan sudah sudah akrab baginya.

-Sediakan banyak makanan baru di rumah dan sajikan masakan yang berbeda setiap harinya supaya dia tidak bosan.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget