November 2014


Anak senang makan permen kenyal/chewy, karena rasanya yang manis dan tekstur yang kenyal. Tapi, apa saja komposisi bahan makan dalam camilan ini?   Tak ada salahnya Mama kenali bahan dan nutrisi yang terkandung dalam permen favorit anak ini.

* Bahan Penstabil (Gelatin Sapi)
Sama seperti pada produk biskuit, bahan penstabil (stabilizer) adalah BTP yang berfungsi untuk menstabilkan sistem dispersi agar campuran ingredient menjadi homogen. Untuk produk permen kenyal yang biasa digunakan memang jenis gelatin. Fungsi lain gelatin adalah sebagai bahan pembentuk gel atau pembentuk tekstur.

* Humektan
Merupakan BTP yang digunakan untuk mempertahankan kelembaban produk pangan. Bahan yang sering digunakan sebagai humektan untuk permen adalah sorbitol dan xilitol yang juga mampu memperbaiki cita rasa kunyah untuk  permen chewy.

* Pengatur Keasaman (asam sitrat, asam laktat)
Fungsi sama dengan pada produk chips dan biskuit

* Perisa Buah-Buahan
Merupakan jenis BTP flavouring yang berfungsi memberi flavor selain asin, manis, dan asam.

* Bahan Pelapis (Minyak nabati, beeswax)
Disebut juga glazing agent. Merupakan BTP yang berfungsi untuk melapisi permukaan pangan sehingga memberikan efek perlindungan dan/atau penampakan mengilap.

* Pewarna (kurkumin CI75300, tartrasin CI19140, dan lainnya)
Kurkumin CI75300 merupakan jenis pewarna alami, sedangkan tartrazin CI19140 (Tartrazine) adalah jenis pewarna sintetis.

* Pengental: gum xanthan
Merupakan BTP untuk meningkatkan viskositas (kekentalan) produk pangan.
 Xanthan gum juga berfungsi sebagai penstabil.

* Pengawet: Kalium Sorbat
Pengawet (Preservative) adalah BTP yang ditambahkan untuk mencegah atau menghambat fermentasi, pengasaman, penguraian, dan perusakan lainnya terhadap pangan yang disebabkan oleh kerusakan mikroorganisme. Jenis asam sorbat dan garamnya, termasuk kalium sorbat, umum digunakan dalam produk kembang gula (hard ataupun chewy)

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan mengatakan dunia pendidikan harus menciptakan sekolah dengan suasana belajar yang menyenangkan. Suasana belajar yang menyenangkan, menurut Anies mampu menciptakan seorang siswa yang unggul dan pembelajar.

“Oleh karena itu, yang utama dalam penyusunan kurikulum adalah harus memastikan sekolah menjadi tempat belajar yang menyenangkan,” tutur Anies seperti yang dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kurikulum, kata Anies, didesain untuk membentuk interaksi antara pendidik dan peserta didik dengan struktur yang jelas. Struktur tersebut dapat digunakan dengan standar yang sama, dan menyenangkan bagi peserta didik. Bila dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, maka peserta didik akan menjadi seorang pembelajar, dan ini yang dibutuhkan generasi masa depan.

Mengapa kurikulum harus mampu membuat peserta didik menjadi seorang pembelajar? Anies mengatakan, perubahan ilmu pengetahuan begitu cepat, demikian juga perubahan dunia pekerjaan. Jika peserta didik adalah seorang pembelajar, maka dimanapun mereka belajar akan selalu menjadi unggulan. “Anak-anak harus diberikan suasana dengan lingkungan yang memungkinkan semua potensinya tumbuh. Anak sebagai bibit yang harus ditumbuhkan,” kata dia.

Anies menuturkan, menjadi tugas pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh kalangan peduli pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. “Begitu kita bisa menciptakan suasana menyenangkan dalam pembelajaran, maka potensi peserta didik akan tumbuh besar,” ujarnya.

Sumber : http://parentsindonesia.com/





Siswa-siswi SMPIT BINA AMAL tak henti-hentinya mendulang prestasi yang membanggakan. Kemarin Senin-Jum’at (17-21/11) Tim Futsal Bina Amal mengikuti NUSAPUTERA CUP yang diselenggarakan oleh SMA NUSA PUTERA dan diikuti sekitar 9 peserta dari berbagai SMP.

Siswa SMP Bina Amal yang mengikuti lomba ini gabungan antara siswa kelas 7 dan 8. Meskipun berbeda umur mereka terlihat solid dan kompak. Dengan semangat tinggi dan ikhtiar, akhirnya Tim Futsal Bina Amal berhasil meraih Juara 2 Tingkat Kota. 



Barakallah untuk para siswa, semoga bisa terus berprestasi dan selalu menjadi motivasi untuk teman-temannya.  :)


Ketika anak masih batita, orang tua adalah dunianya. Namun seiring bertambahnya usia, dia mulai mengerti konsep yang lebih luas mengenai keluarga. “Balita menemukan bahwa mereka adalah bagian dari keluarga besar dan mereka punya tempat khusus di sana,” kata Jodi Dworkin PhD, asisten profestor bidang ilmu sosial keluarga di University of Minnesota, St. Paul.

Ini terjadi karena anak usia 4 dan 5 tahun sudah bisa mengingat orang lebih baik jika dibandingkan setahun sebelumnya. Mereka juga mulai bisa melihat saudara sebagai individu dengan kepribadian berbeda. Hal ini menjadikan periode balita sebagai waktu yang tepat untuk membangun dan mengeratkan ikatan kekerabatan. “Hubungan dengan kakek-nenek, om-tante, dan sepupu menawarkan rasa aman kepada anak. Maksudnya, selain Papa dan Mama, ada banyak orang yang peduli terhadapnya,” kata Barbara Fiese, PhD, profesor psikologi di Syracuse University.

Pertemuan rutin

Apakah keluarga Anda tinggal jauh atau di sebelah rumah, tidaklah mudah  mempertahankan hubungan untuk tetap stabil. Cara cerdas untuk menjaga eratnya ikatan adalah dengan menjadwalkan waktu keluarga secara rutin. Apabila keluarga Anda tinggal dekat dengan Anda, atur waktu pertemuan setiap 1 atau 2 minggu sekali. Cari minat yang sama yang akan disukai anak Anda. Misalnya berkemah dengan kakek atau bermain sepatu roda dengan sepupu. Kemudian, atur waktu agar mereka bisa melakukan kegiatan ini bersama-sama.
Jika tidak bertetangga, luangkan waktu beberapa menit setiap minggu bersama balita Anda untuk menelepon atau mengirim email ke nenek atau saudara yang lain. Gunakan pula waktu tidur sebagai kesempatan untuk memberitahu anak berita terbaru mengenai kegiatan keluarga, kata Meg Cox, penulis The Book of New Family Traditions. “Sebelum mematikan lampu, minta dia mengucapkan selamat tidur kepada semua anggota keluarga,” katanya. Kemudian, sebarkan informasi menarik, misalnya, “Ayo kita ucapkan ‘selamat tidur’ ke Stacy, sepupumu. Ngomong-ngomong, hari ini dia punya anjing baru, loh.”

Berbagi cerita.

“Anak usia 4 dan 5 tahun senang mendengarkan dongeng,” kata Dr. Fiese, “dan cerita adalah cara yang baik untuk memberi gambaran mengenai saudara mereka.” Perdengarkan legenda favorit keluarga kepada anak, misalnya ketika kakek mencoba bermain sepatu roda atau ketika sepupunya dijuluki “Si Kinoy” untuk pertama kali. Ketika berkumpul dengan keluarga, luangkan waktu untuk berbagi cerita. Dorong semua orang untuk membagi cerita spesial mereka.

Menjembatani jarak.

Memperlihatkan foto adalah satu dari beberapa cara terbaik untuk membuat anak tetap kenal dengan keluarga yang tinggal jauh. “Anak-anak pada usia ini adalah para pemikir konkret, dan foto menawarkan hubungan ke orang yang jarang mereka lihat dalam waktu lebih cepat,” kata Elizabeth Sawyer Danowski, terapis keluarga di Birmingham, Michigan. Kumpulkan foto-foto lalu bentuk pohon kekerabatan bersama anak, atau buatlah kolase foto untuk digantung di dinding. Kemudian, luangkan waktu untuk menunjukkan kemiripan dalam keluarga, misalnya, “Lihat, rambut tante dan sepupu-sepupumu ikal, sama sepertimu.”

Reuni akbar

Reuni keluarga adalah cara terbaik untuk berhubungan kembali dengan saudara, baik yang tinggal dekat maupun jauh. Luisa Frey Gaynor dari Nutley, New Jersey tinggal 3 jam dari saudara perempuannya. Jadi, kedua keluarga itu berkumpul setiap tahun dalam sebuah perjalanan ke Cape Cod. Sebagai penulis artikel perjalanan, dia membawa Ethan, putranya yang berusia 5 tahun, ke tempat-tempat eksotik, mulai dari Alaska hingga Karibia. Tetapi, tempat favorit si buyung adalah ke Cape. Karena dia bisa bermain bersama sepupu-sepupunya di sana.

Cara lain untuk membantu anak menjalin ikatan dengan anggota keluarga yang sebaya adalah dengan membuat “perkemahan sepupu.” Ini sama sederhananya dengan memperpanjang liburan di rumah Anda atau di rumah nenek setiap tahun,” kata Cox. Apabila Anda memilih reuni tradisional, yakni kegiatan yang dihadiri semua anggota keluarga di manapun berada, maka pastikan Anda datang dengan membawa beberapa aktivitas yang bisa membuat anak-anak berusia muda merasa diikutsertakan. Undang anak-anak untuk membantu membuat roti lapis atau membuat kartu bertuliskan nama anggota keluarga untuk diletakkan di meja. Jika Anda mengadakan reuni di hari libur panjang, buat meja hias atau minta anak berlatih lalu mengadakan pertunjukkan kecil. Siapkan waktu bagi balita Anda untuk berkumpul dengan keluarga yang lebih dewasa, yang bisa membagi cerita atau menjawab pertanyaan mengenai keluarga. Sebelum Anda menyadarinya, langkah-langkah sederhana ini akan membantu si kecil membangun hubungan yang kekal. 
 
Sumber : http://parentsindonesia.com/



Aneka keripik renyah ‘kriuk-kriuk’ termasuk camilan favorit anak-anak. Cita rasanya gurih dan tersedia dalam berbagai kandungan bahan makanan. Apa saja?

* Pengemulsi Nabati:
Termasuk dalam kategori pengemulsi atau emulsifier. Merupakan BTP yang berfungsi untuk menyatukan dua atau lebih fase yang tidak tercampur, seperti fase air dan fase minyak. Pengemulsi bisa berasal dari bahan nabati, seperti lesitin (kedelai), karagenan, agar-agar, pati, hingga pektin, ataupun dari bahan hewani, seperti gelatin.

* Dekstrosa
Merupakan nama lain untuk glukosa dan bukan termasuk BTP. Dekstrosa digunakan sebagai ingredient untuk pemberi cita rasa manis.

* Pengatur keasaman asam sitrat
Disebut juga acidity regulator. Merupakan BTP dengan fungsi untuk mengasamkan, menetralkan dan/atau mempertahankan derajat keasaman produk. Asam sitrat digunakan dalam produk chips adalah untuk memberikan cita rasa asam.  Rasa manis asam merupakan kombinasi rasa yang melengkapi rasa gurih asin yang diinginkan untuk produk chips.

* Minyak kelapa sawit (mengandung antioksidan TBHQ)
Minyak kelapa sawit digunakan untuk menggoreng produk chips. TBHQ (tert-butylhydroquinone) merupakan jenis antioksidan yang dipakai dalam minyak goreng tersebut. Antioksidan (antioxidant) adalah BTP yang berfungsi mencegah atau menghambat terjadinya reaksi oksidasi atau ketengikan, yaitu reaksi kerusakan akibat minyak terekspos oksigen. TBHQ diperbolehkan untuk produk-produk sumber lemak (minyak, margarin, mentega), produk emulsi yang mengandung lemak kurang dari 80 persen, pasta dan mi pra-masak (mi instan yang sudah digoreng setengah matang), makanan ringan berbahan umbi, produk kacang. Batas maksimum penggunaannya pada pangan berbeda-beda.

* Monosodium glutamat (MSG)/Dinatrium inosinat &Dinatrium guanilat
Merupakan jenis flavor enhancer yang berfungsi mempertegas atau memodifikasi rasa dan/atau aroma yang telah ada dalam bahan pangan tersebut tanpa memberikan rasa dan/atau aroma tertentu terutama cita rasa kaldu daging/ayam. Ketiga jenis penguat rasa ini akan bekerja bersinergi dalm memberi rasa umami yang sempurna. Namun dinatrium inosinat dan dinatrium guanilat memiliki harga yang relatif lebih mahal daripada MSG.

* Pewarna makanan kuning FCF CI15985

Pewarna adalah BTP yang ketika ditambahkan mampu memberi atau memperbaiki warna pada produk pangan. Ada 2 jenis pewarna, pewarna alami dan pewarna sintetis. Pewarna alami (Natural food colour) adalah pewarna yang dibuat melalui dari tumbuhan, hewan, mineral atau sumber alami lain. Ada 15 jenis pewarna alami yang diizinkan BPOM. Sedangkan pewarna sintetis (Synthetic food colour) adalah pewarna yang diperoleh secara sintesis kimiawi. Jumlah yang diizinkan ada 11 jenis.

Kode CI merupakan kode internasional yang dipakai untuk pengkodean pewarna. Pewarna makanan kuning FCF CI15985 disebut juga sunset yellow FCF dan termasuk jenis pewarna sintetis.

Sumber : http://www.parenting.co.id/



Kemarin Selasa-Rabu (18-19/11), siswa-siswi SMPIT BINA AMAL mengikuti kegiatan Puncak Tema yang diadakan di beberapa tempat. Kelas 7 dan 9 pada hari Selasa sedangkan kelas 8 pada hari Rabu.

Untuk kelas 7 putra dan putri, puncak tema bertempat di SMPIT BINA AMAL dengan agenda membuat es krim. Para siswa sangat bersemangat saat mengikuti proses pembuatan es krim yang ternyata cukup melelahkan.

Kelas 8 putra dan putri, puncak tema bertempat di Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka mendapatakan banyak pelajaran dari seminar tersebut diantaranya tentang macam-macam narkotika dan bahaya yang bisa ditimbulkan dalam kehidupan kita. Siswa kelas 8 juga sangat antusias mengikuti acara sampai selesai.

Sedangkan kelas 9 putra bertempat di kediaman salah satu siswa putra dan untuk kelas 9 putri diadakan di kediaman salah satu siswa putri dengan agenda memasak bersama. Kegembiraan terpancar dari wajah para siswa saat mereka memasak masakan masing-masing.

Kegiatan puncak tema ini sebagai salah satu agenda rutin SMPIT BINA AMAL, untuk merefresh pikiran para siswa setelah  berada dalam kesibukan kegiatan belajar mengajar.

















SMPIT Bina Amal Semarang Kembali Menjuarai Lomba Cerpen Tingkat Nasional Kemendikbud

Kamis, 13 November 2014 SMPIT Bina Amal kembali berhasil menggondol piala di kancah nasional Lomba Menulis Cerita Remaja (LMCR) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah dua tahun berturut-turut berhasil masuk dalam 15 finalis LMCR, di tahun ketiga ini SMPIT Bina Amal melambungkan namanya dengan meloloskan dua siswi terbaiknya atas nama Aulal Muna dan Khalisha Hamida dalam final LMCR tingkat nasional. Prestasi ini sangat membanggakan karena untuk kali pertamanya SMPIT Bina Amal mampu mengantarkan dua siswa sekaligus menduduki tiga besar yaitu juara satu dan juara tiga. Di Tahun sebelumnya yaitu tahun 2012 SMPIT Bina Amal juga mengantarkan siswanya masuk 15 finalis LMCR sebagai juara 1 atas nama Khodijah Wafiya dan tahun 2013 atas nama Zahra Fauziah sebagai juara ketiga.

Penjurian lomba cerpen tersebut dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama, dari 1929 cerpen yang masuk ke panitia disaring menjadi 98 cerpen. Tahap kedua dari 98 cerpen disaring lagi menjadi 15 cerpen. Tahap ketiga merupakan workshop (penjurian final) 15 cerpen terbaik yang telah dipilih oleh dewan juri. Adapun 15 naskah cerpen terbaik tersebut adalah Aulal Muna (SMPIT Bina Amal Semarang), Anjar Rian Harimurti (SMP 1 Pacitan), Khalisha Hamida (SMPIT Bina Amal Semarang), Amelia Nuraisyah Quensi Jemy (SMP 2 Blitar), Sarah Abigeil Bastian (SMP Tarakanita Gading Serpong), Rahmah Istiqomah (SMP 7 Madiun), Felia Ananda Wijaya (SMP Theresia Pangkal Pinang), Andi Indra Jaya (MTS Negeri Kupang), Angela Rezka Andua Putri (SMP 1 Pacitan), Andi Mutiara Muthoharoh (SMP 2 Pare-Pare), Raufa Sayyidah Adila (SMP 2 Tanjung Pandan Belitung), Mimi Arpati (SMP 2 Panti Sumatera Barat), Aulia Azizah (SMP Malinau Kota Kalimantan Utara), Susi Nur Kusumawati (MTSN Pamulang), Dea Nada Fauziah (SMP Islam Al Ihsan Bintaro).

Workshop penjurian final digelar hari Senin-Kamis, 10-13 November 2014 di The Riyen Premiere Hotel Jalan Raya Puncak km. 77, Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Acara dibuka oleh Sekretaris Jenderal Direktorat Pendidikan Dasar dan dilanjutkan dengan technical meeting lomba. Keesokan harinya (Selasa, 11/11) penjurian final dilakukan. Finalis diminta untuk menulis cerpen secara spontan dengan tema ‘benda kesayangan’ dan dilanjutkan dengan mempresentasikan karyanya dihadapan tim juri yang merupakan sastrawan terkemuka di Indonesia. Mereka diminta mempertanggungjawabkan keorisinilitas karya selama kurang lebih tiga jam. Tim Juri yang diketuai oleh Prof. Suminto beranggotakan Agus R Sarjono, M. Hum, Sunu Warsono, M.Hum, Yeti Mulyati, M.Pd, Jamal B Rahman, M.Hum akhirnya memutuskan Aulal Muna dengan cerpen Tarian Salju Karaban menjadi juara 1 LMCR 2014, disusul Anjar Rian Harimurti dengan cerpen Gugurnya Sehelai Daun sebagai juara 2 dan Khalisha Hamida dengan cerpen Tembang Canting Kinanti sebagai juara ke 3. Karya 15 finalis nantinya akan dibukukan dan akan disebarkan ke sekolah-sekolah di penjuru Indonesia.

Cerpen Aulal Muna yang berjudul Tarian Salju Karaban berkisah tentang seorang anak bernama April yang kesal kepada ayahnya karena harus pindah rumah dari kota besar Jakarta ke sebuah desa terpencil di pelosok Pati yaitu Desa Karaban. Berawal dari peristiwa tersebut April mengalami sebuah petualangan. Di Karaban April bertemu dengan seorang gadis buta bernama Ayu yang sedih karena hutan kapuk randu di desanya akan segera ditebang untuk dijadikan perumahan elit. Karena terenyuh dengan cerita Ayu, April bertekad membantu agar hutan kapuk randu tidak ditebang. April menemukan sebuah cara, ia melakukan sebuah penelitian tentang manfaat kapuk randu. Penelitian tersebut menghantarkan April menjadi juara dalam ajang internasional Biologia Celular e Molecular Microbiologia di Brasil. Ayah April begitu bangga dengan April. Pertemanan April dan Ayu semakin erat hingga suatu hari April mengatakan kepada Ayu bahwa ia harus kembali ke Jakarta karena ayahnya pindah tugas lagi. Sebuah kejadian yang membuat April tersentak, saat ia mengemasi barang-barang yang akan ia bawa ke Jakarta, April menemukan sebuah surat pembatalan kontrak pembangunan perumahan elit di Karaban. Dari surat tersebut April tahu jika yang akan menebang hutan kapuk randu di Karaban adalah ayahnya sendiri.

Lain halnya dengan cerpen Khalisha Hamida. Jika cerpen Muna lebih mengangkat tema cinta lingkungan, cerpen Khalisha lebih mengangkat tema kejujuran dan cinta tanah air. Tembang Canting Kinanti berkisah tentang seorang anak perempuan, Kinanti yang mengalami konflik batin. Kinanti adalah seorang gadis remaja yang suka membatik tetapi karena keterbatasan fisik yaitu karena ia mengalami buta warna maka semangat membatiknya goyah. Ia tergiur mengikuti cara instant seperti yang dilakukan tetangganya Bu Lastri dengan membeli batik di kota lain untuk dijual kembali di Kota semarang untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Tindakan Kinanti diketahui oleh ibunya. Awalnya ia tidak mau mengaku tetapi setelah ibunya memberikan sebuah canting dari nenek buyutnya dan menceritakan perjalanan canting tersebut Kinanti mengakui perbuatannya bahkan Kinanti menceritakan jika ia mengalami buta warna, penyakit yang selama ini ia tutupi dari ibunya agar ibunya tidak merasa sedih. Sejak saat itu Kinanti bertekad akan membatik dengan keterbatasan yang ia miliki.

Melalui cerpen Tarian Salju Karaban, Muna berhak mendapatkan tropi, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 7.500.000, sedangkan Khalisha berhak mendapatkan tropi, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 6.500.000. Semoga bisa memotivasi anak-anak Indonesia untuk terus berkarya dengan pena.

            Keberhasilan Aulal Muna dan Khalisa dalam kejuaraan lomba menulis cerita tingkat nasional ini tidak terlepas dari Visi dan misi sekolah di tempat mereka belajar dan menimba ilmu. Menurut Ketua Yayasan Wakaf Bina Amal, H. Joko Widodo, SE, sejak awal berdirinya sekolah Islam Terpadu Bina Amal, tempat dimana saat ini Aulal Muna dan Khalisa belajar adalah sekolah yang berkomitmen menjadi ‘sekolahnya para juara’. Maksudnya, setiap peserta didik dimotivasi agar senantiasa dalam iklim kompetisi kebaikan agar seluruh peserta didik mampu menjadi juara. Ditegaskan oleh Joko Widodo, menjadi juara adalah wujud kemandirian yang menjadi misi sekolah. Kemandirian itu sendiri akan terwujud dengan kreatifitas dan keuletan.


Jika anak Anda berjuang dengan tugas-tugas sekolahnya atau mengalami gangguan belajar, lakukan langkah-langkah berikut untuk mengetahui apabila dia butuh bantuan ahli atau hanya lebih banyak waktu untuk menjadi lebih matang.

AmatiApakah anak Anda tampak tertinggal dari pelajaran sekolah lebih dari 2 bulan meski Anda telah mencoba beragam strategi? Anda punya alasan untuk merasa khawatir. Jadi, diskusikan hasil pengamatan Anda kepada guru apabila dia berpikir anak Anda perlu dievaluasi.

KonsultasiJika akar masalah ternyata memang berasal dari gaya belajarnya, dan bukan sebuah gangguan, bicarakan hal itu dengan gurunya. Persanjatai diri dengan anekdot spesifik yang mengilustrasikan hal-hal yang telah diamati dan beberapa strategi yang Anda harap akan dicoba oleh guru.

Pertimbangkan usia“Ada perbedaan yang begitu luas antara anak berusia 6 dan 7 tahun,” kata Mel Levine MD, penasihat Parents, profesor bidang kesehatan anak serta salah satu anggota dari organisasi All Kinds of Minds. Lumrah bagi anak kelas 1 SD jika lambat dalam membaca dan matematika. Tapi mereka bisa mengejar keterlambatan ini pada akhir tahun ajaran. Kecuali jika anak memang memiliki masalah perilaku yang parah atau kesulitan belajar yang siginifikan, sebaiknya Anda sabar, setidaknya hingga dia melewati waktu beberapa bulan di kelas 2 SD.

Sumber : http://parentsindonesia.com


Agar anak Anda terhindar dari alergi akibat gigitan serangga, Mama bisa melakukan hal ini;

•Hindari area yang biasanya jadi tempat bersembunyi nyamuk, seperti semak-semak, tanaman yang rimbun, dan kolam.
•Hindari berada di luar saat aktivitas nyamuk sedang tinggi, yaitu menjelang matahari terbenam atau sesudah turun hujan.
•Periksa area bermain anak, pastikan tidak ada sarang semut atau sarang lebah, di tempat yang mungkin diinjak anak.
•Pastikan di area tempat si kecil bermain tidak banyak lebah beterbangan.
•Si kecil mungkin sering terkagum-kagum melihat serangga. Mama tentu boleh mengenalkan serangga pada si kecil, tapi jangan lupa untuk menjelaskan risiko bahwa serangga juga bisa menggigit atau menyengat, dan terkadang bisa berbahaya. Ajari si kecil agar tidak mengejar dan menangkap lebah yang sedang terbang di dekatnya, atau mendekati sarang lebah.
•Ingatkan si kecil agar jangan dekat-dekat pohon di sekolah yang banyak semut merah maupun hitam.
•Oleskan minyak sereh atau kayu putih sebelum mengajak ke area yang kemungkinan banyak serangga. Kini juga ada stiker anti nyamuk yang  bisa ditempel di baju si kecil, lebih nyaman.
•Hindari pakaian berwarna gelap seperti hitam dan wewangian yang disukai nyamuk dan serangga. Lebih baik kenakan celana dan pakaian lengan panjang.


Musim hujan telah datang. Persiapan matang akan memudahkan anak melalui musim yang sarat dengan berbagai masalah kesehatan. Jadi mulailah dari sekarang.

Perlengkapan
Selipkan perlengkapan yang praktis ke dalam tas sekolahnya, seperti jas hujan, payung lipat, sepatu kedap air, dan lap kecil. Pilih perlengkapan dengan motif unik, warna favorit, atau tokoh kartun kesukaannya. Dia akan memamerkan perlengkapannya kepada teman-temannya dengan bangga, dan tanpa disadari dia telah belajar mandiri.

Permainan
Saat hujan tiba, isi waktu dengan permainan agar anak tidak bosan, seperti menaruh wadah kosong pada titik jatuh air hujan dan tunggu hingga wadah penuh berisi tetes air hujan. Ajak anak bermain tebak kata: Ajukan pertanyaan dan tulis jawaban pada kaca yang berembun. Setiap pergantian pertanyaan, ajak dia membantu Anda mengelap embun pada kaca.

Makanan
Siapkan bahan makanan yang membantu menguatkan sistim imun tubuhnya. Mulailah untuk sering memberi madu atau membuat minuman jahe dalam kemasan plastik kecil. Bila perlu, simpan minuman jahe di dalam freezer agar dia bisa memakannya seperti menikmati es krim. Saat dia terkena hujan, beri minuman susu hangat cokelat dengan hiasan krim kocok bertuliskan namanya.

Obat-obatan
Konsultasikan pemberian suplemen yang bisa memerkuat daya tahan tubuh anak kepada dokter. Selalu siapkan termometer dan obat penurun panas. Pastikan termometer Anda bekerja dengan baik, cek baterainya.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Mengingat bahwa pada 19 November lalu merupakan Hari Toilet Sedunia, tetapi hal tersebut tidak banyak mengubah keadaan toilet sekarang. Indonesia masuk ke dalam peringkat 12 terburuk untuk toilet umum dan peringkat ke 2 untuk masalah sanitasi. Begitu juga menurut data Badan Pusat Statistik 2006 yaitu 45% penduduk Indonesia belum menikmati toilet higienis.

Ini dia beberapa hal yang menjadikan toilet sekolah anak ideal:
1. Jumlah cukup
2. Dipisah antara laki-laki dan perempuan
3. Dibersihkan setelah 3 orang pakai
4. Bersih
5. Aman
6. Kering
7. Higienis
8. Perbandingan toilet yaitu 1:25, artinya satu toilet untuk 25 murid.

Kemudian tidak hanya hal di atas yang disebutkan, fasilitas sanitasi di sekolah juga perlu diperhatikan seperti:
  • Air bersih
  • Toilet
  • Sarana pembuangan sampah
  • Sarana pembuangan air limbah
Sumber : http://www.parenting.co.id/


Anda yang memiliki anak perempuan pasti akan gembira membaca kabar ini. Menurut penelitian yang diterbitkan pada 28 April 2014 di jurnal Psychological, perempuan mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah daripada anak laki-laki selama hampir satu abad.

“Nilai yang bagus termasuk di mata pelajaran matematika dan IPA,” kata para peneliti di University of New Brunswick, Canada.

Dalam penelitian ini peneliti menganalisis 308 data penelitian yang yang dikumpulkan antara tahun 1914 sampai 2011. Data itu mewakili data lebih dari 535.000 anak laki-laki dan hampir 600.000 data anak perempuan dari 30 negara. Tujuh puluh persen dari penelitian itu dilakukan di Amerika Serikat.

Saat SD nilai bagus anak perempuan terbesar ada di mata pelajaran bahasa dan terkecil dalam matematika dan IPA. Namun nilai matematika dan IPA anak perempuan akan lebih bagus saat mereka SMP, SMA dan perguruan tinggi.

“Temuan menunjukkan ada masalah pada anak laki-laki. Anak laki-laki tertinggal di sekolah dari anak perempuan karena selama ini anak perempuan menyerap pelajaran lebih baik di sekolah daripada anak laki-laki,” kata penulis penelitian Daniel Voyer.

“Sejumlah faktor dapat menjelaskan mengapa perempuan mendapatkan nilai yang lebih baik daripada anak laki-laki,” lanjut Voyer. Orang tua mungkin menganggap bahwa anak perempuan lebih buruk dalam matematika dan IPA sehingga mereka mungkin mendorongnya untuk lebih tekun belajar kedua mata pelajaran tersebut.

Para peneliti juga mencatat bahwa dalam penelitian sebelumnya menunjukkan anak perempuan cenderung untuk belajar memahami topik , sedangkan anak laki-laki cenderung lebih berbasis pada kinerja dan fokus pada nilai akhir. "Penguasaan pada materi pelajaran umumnya menghasilkan nilai yang lebih baik di sekolah daripada fokus pada nilai akhir. Ini menjelaskan mengapa nilai anak laki-laki lebih rendah daripada perempuan," kara Voyer.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

 
Sebenarnya, anak usia 7 tahun berada di masa peralihan antara masa kanak-kanak dan masa praremaja. Di usia ini, ia sudah meninggalkan TK, di mana ia baru saja belajar suatu pengalaman baru, yakni masuk sekolah. Pada saat bersamaan, anak harus menyesuaikan diri sebagai anak yang usianya lebih besar daripada sebelumnya. Tak mengherankan kalau perilakunya juga seolah berada di masa transisi tahapan perkembangan. Banyak anak usia 7 tahun yang sudah bisa berkonsentrasi lebih lama dan lebih sabar. Ini karena anak usia ini memiliki rentang perhatian yang jauh lebih panjang dan sudah lebih bisa memusatkan perhatian pada berbagai aktivitas.

Bagaimana dengan keterampilannya? Ia memiliki keterampilan kognitif (berpikir) dan motorik yang jauh lebih baik. Jadi, si kecil bisa lebih mudah melakukan berbagai tugas sehari-hari. Ini berarti anak tidak akan cepat frustrasi saat melakukan tugas sekolah, ekstrakurikuler, dll.

Nah, usia 7 tahun memang masa di mana perkembangan anak masih seputar bagaimana ia belajar mengendalikan hal-hal yang membuatnya frustrasi dan mengatur dirinya sendiri. Selain itu, si kecil masih tetap bersemangat untuk mengeksplorasi berbagai batasan yang ada sekaligus mencari identitas dirinya. Yang pasti, ia sudah tahu, kok, bedanya antara benar dan salah. Nah, sesekali orang tua akan menghadapi berbagai masalah anak. Di antaranya adalah ia senang membantah. Keterampilan berbahasanya sudah lebih ‘canggih’, sehingga ia tak ragu-ragu untuk mengerahkan seluruh kosa kata yang ada. Bukan hanya itu. Ia akan mengekspresikan seluruh pikiran yang ada. Masalah lainnya adalah anak mungkin akan coba-coba berbohong.

Sesekali, anak juga akan merasa frustrasi bila tidak bisa mencapai prestasi tertentu atau menyelesaikan tugasnya dengan baik. Anak usia 7 tahun memang cenderung jadi prefeksionis. Selain itu, mood –nya bisa berubah-ubah seiring dengan berkembangnya rasa percaya diri dan saat ia menghadapi tekanan dari peer. Ini normal, kok!

Sumber : http://www.parenting.co.id/

Beberapa anak sulit membedakan warna, dan hal ini bisa membuat sekolah menjadi hal sulit. Jika si kecil mencampur sirup coklat dengan kecap atau memberi warna laut dengan warna ungu, ini mungkin bukan bentuk kreativitas yang jenius. Mungkin dia sebenarnya buta warna. Anak-anak dengan kondisi genetis ini memiliki masalah membedakan warna-warna tertentu yang sering terjadi adalah warna merah dan hijau. Sementara orang dengan penglihatan normal dapat mengindentifikasi lebih dari 100 warna, seseorang yang mengidap buta warna parah hanya dapat melihat sedikit warna.

Penting melakukan diagnosis kebutaan warna sejak dini karena guru sering menggunakan warna sebagai alat ajar. Guru meminta anak mewarnai pohon dengan hijau, menghitung empat biji berwarna kuning, atau menggambar lingkaran warna merah muda—dan anak yang tidak bisa memilih warna dapat tertinggal dalam pelajaran. “Balita bisa berhenti berusaha menyelesaikan tugasnya karena dia memiliki masalah dengan tugas yang berkaitan dengan warna,” kata Mary Louise Collins, MD, opthalmologis anak di Townson, Maryland.

Pastikan si kecil menjalani pemeriksaan penglihatan sejak usia 5 tahun, dan lebih dini lagi jika Anda melihat adanya masalah. Penglihatan warna seringkali bukan merupakan bagian dari pemeriksaan rutin, jadi mintalah mereka untuk memeriksanya. Misalnya dengan serangkaian gambar yang dibentuk dari titik-titik berwarna dengan bentuk tersembunyi yang hanya bisa dilihat oleh anak dengan penglihatan warna yang normal.  Jika dokter anak mencurigai adanya masalah, ia akan menganjurkan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis. “Buta warna tidak akan menghalangi kemampuan anak untuk berhasil di sekolah,” ujar Dr. Collins. Kebanyakan anak buta warna beradaptasi dengan mempelajari kata-kata pada krayon, bertanya pada teman sekelasnya, atau mengenali warna berdasarkan pada pengalaman yang dialami.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Umumnya, anak pemalu ketika bersekolah karena hanya bertemu dan bermain dengan orang-orang yang ada di rumah. Cara mengatasinya mudah, kok. Ajak dia bermain ke rumah tetangga, saudara, atau teman Anda. Selain itu, Anda bisa mengajaknya bermain dengan playground. Dengan cara ini, anak akan belajar bersosialisasi dengan anak atau orang lain. Sambil melakukan hal tersebut, perhatikan proses penyesuaian si kecil dengan lingkungan barunya. Sebenarnya, ia lebih nyaman di tempat baru yang ramai atau sepi? Jika si kecil rewel di tempat baru yang sepi, sering-seringlah membawanya ke tempat yang baru. Bagaimana pun, kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya dipengaruhi oleh faktor fisik atau sosialnya.

Anak mungkin, kok, berubah. Yang penting, orang tua dan pengasuhnya bukan pemalu. Jika Anda berdua adalah pemalu, besar kemungkinan si kecil ‘belajar’ juga menjadi pemalu. Jadi, bantulah anak untuk mengatasi rasa malu. Jangan sekali-kali mengejeknya, karena hal ini akan membuatnya semakin malu dan juga kehilangan rasa percaya dirinya.

Selain membantu anak, pujilah setiap hal yang berhasil dilakukannya. Misalnya, ia sudah berani bersalaman dengan orang lain atau berbicara dengan anak di sebelahnya saat bermain di playground. Lama kelamaan, ia akan piawai bergaul dan memiliki banyak teman.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Bersin, pilek, dan hidung gatal atau mampat yang sering terjadi di pagi hari pada anak-anak merupakan salah satu gejala rhinitis (pilek) alergi. Rhinitis alergi adalah salah satu penyakit alergi yang umumnya diderita pada usia anak sekolah dan dapat terus berlangsung sampai dewasa apabila tidak ditangani dengan baik. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia angka kejadian rhinitis alergi di dunia bervariasi dan dapat mencapai 40 persen pada anak, dan sekitar 10 sampai 30 persen orang dewasa.

Pada rhinitis alergi terjadi reaksi alergi yang menyebabkan peradangan pada daerah hidung yang dapat menyebabkan keluarnya sekret/lendir, rasa gatal, bersin, dan hidung mampat. Keluhan ini dapat disertai juga dengan mata merah, gatal, dan berair. Keluhan lain yang dapat menyertainya adalah mimisan, tidur mengorok, gangguan pada telinga, dan sakit kepala apabila terjadi komplikasi sinusitis.

Gejala rhinitis alergi  bervariasi, dari ringan-sedang sampai berat. Pada anak dengan gejala rhinitis alergi yang berat, kegiatan anak pada pagi hari dapat terganggu karena kualitas tidur malam yang tidak optimal akibat sumbatan pada hidung yang cukup berat. Konsentrasi anak di sekolah juga dapat terganggu karena mengantuk. Otomatis prestasi belajar ikut menurun. Penyakit alergi lain seperti asma atau dermatitis atopik (eksim) juga dapat menyertai rhinitis alergi. Bagi penderita asma, apabila rhinitis alergi tidak ditangani dengan baik, maka serangan asma dapat sulit dikendalikan.

Anak yang berisiko menderita rhinitis alergi adalah anak-anak dengan riwayat penyakit alergi pada keluarga. Maka perlu ditelusuri riwayat penyakit alergi seperti asma, rhinitis alergi, atau eksim pada orang tua dan saudara sekandung. Apabila ada orang tua atau saudara sekandung memiliki riwayat penyakit alergi, maka anak mempunyai risiko lebih tinggi menderita alergi termasuk rhinitis alergi.

Penyebab rhinitis alergi paling sering di Indonesia adalah alergen (zat pencetus alergi) inhalan yaitu alergen yang masuk ke dalam tubuh dengan cara dihirup melalui saluran napas. Alergen yang paling sering ditemukan pada rhinitis alergi di Indonesia atau negara tropis pada umumnya adalah tungau debu rumah, bulu binatang, kecoa.

Alergen makanan sangat jarang menjadi pencetus rhinitis alergi. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi pencetus rhinitis alergi pada anak agar dapat dilakukan langkah pencegahan dengan tepat. Penentuan alergen penyebab rhinitis alergi dapat dilakukan melalui riwayat penyakit anak dan dapat didukung dengan tes alergi baik melalui darah atau pun tes kulit.

Hal yang harus diperhatikan selain alergen adalah masalah polutan seperti asap rokok yang dapat merusak saluran napas. Polutan dapat memperberat penyakit alergi di saluran napas seperti asma dan rhinitis alergi.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Sebenarnya, tidak ada batas minimal atau keharusan untuk menonton televisi. Terkadang yang ada adalah pembatasan jumlah maksimal untuk menonton televisi. Beberapa psikolog menuntut jumlah waktu menonton televisi dengan jumlah waktu kumulatif kurang dari 2 jam.

Secara umum, anak yang menonton televisi dalam jumlah waktu yang besar memiliki beberapa risiko, yakni anak yang menonton 4 jam atau lebih memiliki risiko yang besar menderita kelebihan berat badan atau obesitas, anak yang menonton film yang mengandung kekerasan akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menampilkan perilaku agresif atau mengalami ketakutan kalau mereka akan mengalami kekerasan seperti korban kekerasan di film-film tersebut, dan ia akan lebih konsumtif jika menonton televisi yang mengandung iklan.

Anak yang ketagihan dengan TV, terlihat dari keinginan untuk menonton TV secara terus menerus, adanya perubahan perilaku saat tidak diizinkan menonton TV, dan kesulitan untuk menahan diri (terutama pada aktivitas yang berkaitan dengan sumber ketagihan). Saat muncul tanda-tanda ini, sebaiknya anak dibawa ke psikolog.

Bila ada kesulitan memisahkan anak dari TV, orang tua dan psikolog bisa membuat sebuah program untuk memisahkan anak dari TV. Misalnya, pembatasan/pelarangan nonton TV pada hari-hari kerja (senin – jumat), beri contoh pada anak (jika tidak diizinkan menonton, tunjukkan pada anak aktivitas yang bisa dilakukan bersamanya), izinkan anak nonton TV hanya pada siaran pendidikan dan tidak menampilkan agresivitas (orang tua harus mengetahui jadwal TV dengan baik), nontonlah TV bersama anak (ketika terdapat perilaku yang tidak diinginkan, berikan penjelasan mengenai perilaku tersebut dan mengapa perilaku tersebut seharusnya tidak dilakukan), serta bahas acara yang disaksikan bersama dengan anak.

Sumber : http://www.parenting.co.id/


Makanan rumah lebih baik daripada makanan restoran. Hal itu telah dinyatakan pada studi baru terhadap makan sehat. Peneliti menungkapkan bahwa masakan rumah lebih baik daripada masakan restoran karena mengandung kalori yang lebih rendah.

Ya, pada studi ini para peneliti menemukan bahwa anak yang makan makanan yang dimasak di rumah yang paling akhirnya akan mengonsumsi makan sehat karena mereka hanya mengonsumsi sekitar 130 kalori lebih sedikit setiap hari.

"Ketika memasak sebagian besar makanan di rumah, anak cenderung mengkonsumsi karbohidrat, gula, dan lemak lebih sedikit daripada anak yang tidak makan makanan rumah," kata penulis penelitian Julia Wolfson dari Johns Hopkins Center for a Livable Future di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Baltimore, Amerika Serikat.

Peneliti juga menemukan bahwa orang tua yang memasak makan malam enam sampai tujuh kali seminggu makan rata-rata anaknya hanya mengonsumsi 2,164 kalori setiap hari. Sedangkan orang-orang yang makan di luar rumah atau memasak makan malam tidak lebih dari sekali seminggu, mengkonsumsi rata-rata 2.301 kalori per hari.

"Obesitas adalah masalah kesehatan masyarakat yang memberikan kontribusi pada masalah kesehatan serius lainnya seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung," kata Wolfson. "Penelitian menunjukkan orang-orang yang memasak, makan makanan yang lebih sehat. Ke depannya, sangat penting mendidik masyarakat tentang manfaat memasak di rumah dan mendorong mereka untuk lebih banyak memasak.

Penelitian ini rencananya akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Public Health Association, di New Orleans pekan depan dan akan dipublikasikan di jurnal Public Health Nutrition.

Sumber : http://parentsindonesia.com/



Menurut UNICEF, 2,5 juta orang belum mendapatkan toilet bersih atau layak pakai sementara sepertiga masyarakat di dunia menderita infeksi cacing karena penggunaan toilet kotor dan 1800 anak meninggal setiap harinya dikarenakan diare.

Kuman bisa berkembang dengan sangat cepat jika keadaan toilet kotor dan tidak dibersihkan seperti seharusnya. Karena setiap 20 menit, kuman itu dengan mudah berkembang.

Ini dia beberapa penyakit yang disebabkan dari toilet yang kotor:
- Sakit Perut/Diare
- Hepatitis A
- Cacingan
- Tifus

Lalu penyakit lainnya yaitu seperti Demam Berdarah akibat genangan air di dalam toilet kotor yang tidak mendapatkan perhatian dan pembersihan dengan seharusnya dari petugas kebersihan di toilet.

Sebaiknya melakukan pencegahan daripada pengobatan, kalau bisa di cegah kenapa tidak. Ini dia tindakan pencegahan yang bisa dilakukan sejak dini dan diajarkan kepada anak Anda dan orang-orang yang bertanggung jawab atas penggunaan toilet, agar tidak terkena penyakit atau kuman dari toilet yang kotor.
  • Cuci tangan. Biasakan anak dan ajarkan anak untuk cuci tangan yang benar yaitu sebelum dan sesudah masuk dan menggunakan toilet begitu juga ketika akan makan.
  • Bersihkan toilet secara berkala
  • Belajar mengenai kesehatan. Memberikan edukasi lebih mendalam mengenai keuntungan memiliki toilet yang bersih.
  • Pelatihan untuk guru
  • Imunisasi
  • Nutrisi. Berikan nutrisi makanan yang cukup untuk kesehatan anak Anda. 
Sumber : http://www.parenting.co.id/



Apa yang mesti Anda lakukan dan hindari saat mengajarkan kebiasaan makan sehat untuk batita?

DO
  • Hargai anak ketika ia merasa kenyang. Membujuk dia untuk terus makan bisa berakibat pada pola makan tidak terbendung (dan berujung pada kelebihan berat badan kelak).
  • Beri contoh. Jika Anda ingin si jagoan kecil minum susu atau makan sayuran, Anda harus melakukan hal yang sama.
  • Beri pilihan. Misalnya, beri dia dua pilihan menu sarapan atau dua jenis sayuran untuk makan malam. “Anda masih memegang kendali atas makanan, tapi terlibat dalam membuat keputusan akan membuat anak lebih bersemangat,” kata Malena Perdomo, RD, spokesperson ADA.
  • Patuhi jadwal. Buat pola tiga kali makan dan 2-3 kali waktu mengudap setiap hari, pada jam yang sama. “Anak-anak hidup dalam keteraturan,” kata Zied.
  • Masak bersama. Bahkan anak kecil bisa melakukan tugas sederhana, seperti mencuci anggur. Jika Anda mengizinkan ia membantu, anak lebih ceria menyantap makanan.

DON’T
  • Mengkhawatirkan fluktuasi nafsu makan. Hal itu wajar dialami anak. selama pertumbuhan anak Anda normal, jangan paksa dia untuk makan.
  • Menghidangkan porsi besar. Makanan dalam jumlah banyak bisa membuat anak mual dan menekan selera makan si kecil.
  • Melontarkan komentar negatif. Hindari perkataan buruk seputar rasa atau makanan yang bisa membuat gemuk (dan katakan kepada Kakak agar tidak mengatakan hal itu kepada Adik). Lebih baik, bicarakan hal-hal yang Anda sukai dari makanan itu, seperti rasa renyah atau warna mencolok.
  • Meminta anak segera menghabiskan makanan. Beri dia cukup waktu untuk menyelesaikan makanan sesuai kemampuannya.
  • Memberi pujian ketika makanan habis. Lebih baik, berikan penghargaan ketika ia menyantap makanan sehat atau mencoba menu makanan baru.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget