Agustus 2014


Olahraga yang paling favorit, termasuk favorit putra Anda, pastilah sepakbola. Selain menyenangkan, sepakbola mendorong anak aktif bermain bersama teman-teman sebayanya. Jadi, selain bermanfaat bagi fisik, ketrampilan sosial anak pun ikut diasah.
Manfaat Sepakbola untuk Anak:
  • Latihan aerobik yang konsisten bagus untuk jantung.
  • Meningkatkan kecepatan dan keuletan.
  • Fleksibilitas dan koordinasi menjadi lebih baik.
  • Meningkatkan stamina.
  • Lebih berdisiplin.
  • Belajar teamwork.
  • Melatih sportivitas.

Bagaimana Anda tahu anak Anda siap untuk berolahraga?
American Academy of Pediatrics merekomendasikan Anda untuk menunggu anak berumur 6 tahun untuk bermain olahraga tim. Sebagian besar anak di bawah usia 6 tahun tidak mengerti konsep permainan tim. Untuk anak yang lebih tua, Anda bisa memutuskan berdasarkan perkembangan fisik dan emosi mereka serta minat terhadap olahraga tersebut. Dokter anak Anda bisa ikut membantu Anda memutuskan. Yang jelas, risiko cidera lebih besar jika Anda mendorong anak ikut berolahraga padahal mereka belum siap atau mereka tidak berminat.


Tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya mengalami bullying di sekolah.  Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan, seyogyanya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk mendapatkan pembinaan pengetahuan dan mental terbaik selain di rumah.

Fakta yang cukup menggelisahkan bagi kita sebagai orangtua, adalah kenyataan bahwa tidak ada satu sekolah pun yang bisa betul-betul menjamin bebas dari tindak  bullying di sekolah.

Berdasarkan data yang tercatat oleh Word Vision Indonesia, pada tahun 2008, terjadi 1.626 kasus, sementara tahun 2009 meningkat hingga 1.891 kasus bullying  di sekolah. Dan angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Ini fakta yang menyedihkan sekaligus mengerikan.

Sebagai orangtua marilah kita membuka mata, untuk mengetahui siapa-siapa saja yang mungkin menjadi pelaku bullying di sekolah.
Siapa pelaku bullying di sekolah?

Pelaku bullying di sekolah bisa terdiri dari :

1. Teman atau kakak kelas

2. Karyawan sekolah

3. Guru

Sementara bullying merupakan tindakan menyakiti baik secara fisik maupun verbal dan sikap yang dilakukan secara terus-menerus. Contohnya, sering diejek, dikucilkan, dijambak dan perilaku kasar lainnya.

Bullying ini amat berbahaya bagi perkembangan anak di masa depan. Berdasarkan riset yang dilakukan tim peneliti dari University of Warwick dan University of Bristol, Inggris, anak-anak yang mendapatkan tindakan bullying di sekolah cenderung mengalami psikotik,yaitu gangguan jiwa berupa ketidakmampuan anak untuk menerima realita, ketika mereka berumur 18 tahun.

Mengingat bahaya jangka panjang pada buah hati kita, ada baiknya kita waspada bila kita menemukan tanda-tanda terjadinya bullying di sekolah pada anak kita.
Tanda-tanda anak mengalami bullying di sekolah :

  •     Anak kerap mengurung diri di kamar
  •     Menjadi lebih emosional dan kasar
  •     Meminta pindah sekolah (school phobia)
  •     Konsentrasi belajar dan prestasi menurun
  •     Anak menjadi penakut dan kerap gelisah
  •     Sering mengalami mimpi buruk

Tentu saja tidak semua anak mengalami bullying di sekolah. Kecenderungan terjadinya  bullying di sekolah hanya ditujukan pada korban-korban yang memiliki fisik tertentu. Misalkan obesitas,  atau terlalu kurus. Bisa juga terjadi  pada anak yang terlihat lemah, pendiam dan tak berdaya.

Sebagai orangtua, bagaimanakah kita bersikap bila pada suatu hari kita menemukan tanda-tanda bullying di sekolah pada anak-anak kita?
Langkah-langkah berikut bisa menjadi alternatif

1. Cross check


Orangtua wajib mencari informasi yang jelas dan benar dengan cara meng-crosscheck keterangan yang diberikan anak kepada pihak sekolah.

2. Mediasi

Orangtua sebaiknya meminta pihak sekolah untuk menjadi mediasi pertemuan antara orangtua, korban dan pelaku serta orangtua pelaku bila pelakunya adalah siswa di sekolah yang sama.

3. Menuntut tegas

Orangtua bisa menuntut tegas pelaku – melalui mediasi sekolah-  sehingga diharapkan pelaku tidak mengulangi perbuatannya tersebut. Tuntutan bisa berupa pernyataan di atas kertas bermaterai, misalnya, pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

Dan bila mengulangi perbuatannya akan dikenakan sanksi dikeluarkan dari sekolah, bila pelaku sesama pelajar. Hal ini penting, untuk menumbuhkan rasa aman bagi anak.

4. Pendampingan


Orangtua wajib mendampingi buah hatinya selama masa pemulihan untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak dan membantu anak agar kelak terhindar dari tindak bullying yang lainnya.

Hal-hal penting lainnya yang perlu dilakukan orangtua agar anak terhindar dari bullying di sekolah adalah:

  •     Meyakinkan anak bahwa kita menyayangi dan mencintai mereka.
  •     Melatih anak untuk berani mengatakan “tidak” terhadap hal yang tidak mereka sukai.
  •     Melawan atau membela diri dengan sungguh-sungguh, sehingga pelaku menghindarinya.
  •     Memberitahu anak untuk melapor pada guru dan pengawas sekolah, apabila mereka tidak mampu melawan.
Sumber : http://id.theasianparent.com/


Bila sudah menyangkut urusan menghindari virus dan penyakit, dokter anak mungkin akan mengatakan empat hal penting berikut ini. Untuk kesehatan anak Anda harus mematuhi pepatah lama yaitu: mencegah lebih baik daripada mengobati.

MEMBERSIHKAN TANGAN Seringlah mencuci tangan–terutama sebelum makan, setelah batuk atau bersin. Katakan kepada anak untuk menggosoknya dengan sabun atau jel tangan yang mengandung alkohol. Juga ajarkan dia menjauhkan tangannya dari wajah agar tidak memindahkan kuman ke mata, hidung, atau mulut, ujar dokter anak dan penasihat Parents, Ari Brown, MD.

MAKANAN YANG SEHAT Sajikan berbagai jenis buah-buahan, sayuran, gandum, produk olahan susu, dan makanan bernutrisi lainnya. Jika anak mendapatkan kurang dari 400 IU vitamin D harian dari dietnya, dia harus mengonsumsi suplemen. Kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko banyak penyakit, termasuk pilek dan flu.

TIDUR Anak-anak yang cukup beristirahat memiliki kemungkinan lebih kecil untuk jatuh sakit, jadi buatlah waktu tidur yang reguler menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Kekurangan tidur dapat mengganggu fungsi sel darah putih yang disebut sebagai sel T, yang memainkan peran penting dalam memerangi infeksi.

VAKSIN Menjaga anak tetap selalu diimunisasi dengan vaksin terbaru yang ada akan melindunginya dari pneumonia, meningitis, infeksi telinga, dan batuk rejan. Dan pastikan anak Anda sudah mendapatkan semua vaksin wajib.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Makanan Anda jatuh ke lantai. Anda langsung mengambilnya, membersihkannya, dan memakannya. "Belum lima detik." Apakah aturan "belum 5 detik" ini mitos atau ada kebenarannya? Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa aturan itu ada benarnya.

Tim peneliti dari Aston University, Inggris, yang dipimpin Prof. Anthony Hilton melakukan penelitian untuk melihat sejauh mana kontaminasi bakteri terhadap makanan yang jatuh di lantai. Para peneliti menemukan bahwa bakteri berpindah ke makanan yang jatuh sekitar 3-20 detik. Semakin lama makanan di lantai, bakteri yang berpindah semakin banyak. Dan makanan yang jatuh di karpet yang paling sedikit terkontaminasi bakteri.

Sebagai bagian dari penelitian, tim peneliti mensurvey para responden tentang aturan 5 detik itu. Hasilnya, 87% peserta menyatakan akan memakan makanan yang jatuh sebelum 5 detik. Dan 55% yang menyatakan itu adalah perempuan.

Meski peneliti menemukan bahwa kontaminasi bakteri masih bisa "ditoleransi" jika kurang 5 detik, mereka menyatakan bahwa risiko infeksi bakteri tetap ada. Tergantung bakteri yang ada di lantai.

Sebagai perbandingan, tahun lalu, penelitian Dr. Jorge Parada, dari Loyola University, Chicago, menyatakan bahwa aturan 5 detik ini murni mitos. Makanan langsung terkontaminasi bakteri begitu jatuh ke lantai.

Berapa banyak bakteri yang dianggap berisiko menginfeksi dan membuat sakit? Jumlahnya 10.000 bakteri, kata Jorge Parada. Ketika makanan jatuh, dan dalam 5 detik di lantai biasa, bukan yang sangat kotor, mungkin hanya 1.000 bakteri yang mengontaminasi. Apakah risikonya lebih rendah? Tergantung daya tahan tubuh Anda dan jenis bakteri yang ada di lantai. Apakah Anda akan mengambil risiko memertaruhkan kesehatan Anda atau anak? Karena itu, Jorge Parada menyatakan bahwa aturan "belum 5 detik" sebaiknya diganti "Jika meragukan, buang saja".

Di Indonesia, ada iklan pembersih lantai, mengubah aturan 5 detik itu menjadi "5 menit"! Mungkin perlu ada penelitian yang menunjukkan berapa ribu kuman yang mengontaminasi makanan dalam 5 menit.

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Pecinta roti putih boleh bergembira. Baru-baru ini para ilmuwan melaporkan bahwa makanan yang dinyatakan kurang menyehatkan dibandingkan roti gandum itu mampu mendukung pertumbuhan populasi bakteri yang membantu kesehatan—bakteri usus yang menguntungkan. Selain penemuan mengejutkan ini, penelitian yang diterbitkan di  Journal of Agricultural and Food Chemistry pada 11 Juni 2014 itu juga mengungkapkan bahwa ketika melihat efek makanan terhadap peningkatan micro-organisme harus juga melihat seluruh makanan, bukan hanya salah satu bahan.

Pemimpin penelitian Sonia González dan rekan penelitinya dari American Chemical Society mencatat bahwa bakteri dalam usus manusia atau mikroba, memainkan peran penting dalam kesehatan. Ketika populasi bakteri baik tertentu menurun, orang menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Dan salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga keseimbangan dari mikroba yang hidup dalam usus kita adalah melalui makanan.

Untuk mencari tahu apa bahan-bahan makanan apa yang mampu memproduksi bakteri yang membantu kesehatan, penelitian telah meneliti serat dan probiotik. Selain itu peneliti juga memelajari peran polifenol, bahan yang umum dikonsumsi seperti rempah-rempah, teh, buah-buahan dan sayuran.

Untuk melakukan penelitian ini, peneliti mengumpulkan 38 orang dewasa yang sehat dan bertanya tentang makanan apa yang mereka konsumsi serta meneliti bakteri dalam sampel tinja mereka. Para peneliti mengungkapkan bahwa pektin, suatu senyawa dalam buah jeruk, malah menurunkan kadar bakteri baik di usus. Mereka menyatakan bahwa pektin berinteraksi dengan zat lain dalam jeruk yang menyebabkan menurunnya kadar bakteri baik. Temuan yang paling baru menurut penelitian adalah roti putih justru mampu mendorong produksi Laktobasilus, sekelompok bakteri menguntungkan untuk tubuh.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

 Menjelang akhir semester seperti saat ini anak-anak disibukkan dengan persiapan menghadapi ulangan kenaikan kelas. Sebagai orang tua pasti Anda menginginkan anak memperoleh yang membanggakan dan penasaran apa sih tips belajar efektif untuk mencapainya.

Beberapa tips belajar efektif sebenarnya cukup sederhana dan mudah dilakukan. Namun semua tetap tergantung pada komitmen Anda sebagai orang tua agar tips belajar efektif benar-benar bermanfaat.

Artikel kali ini akan menampilkan beberapa tips belajar efektif yang telah kami rangkum dari berbagai sumber, spesial untuk Anda pembaca setia TheAsianParent Indonesia!

1. Teratur

Masih ingatkah ketika Ayah dan Bunda masih duduk di bangku sekolah harus belajar hingga larut malam dan menahan kantuk untuk mempelajari bahan ulangan akhir semester yang menggunung?

Jangan biarkan putra putri tercinta Anda menanggung beban berat dengan menganjurkan beberapa tips belajar efektif untuk mereka. Selalu ingatkan anak untuk belajar secara teratur setiap hari beberapa saat sebelum ulangan kenaikan kelas tiba.

Salah satu alasan mengapa keteraturan dalam belajar merupakan salah satu bagian dari tips belajar efektif adalah karena sesuatu yang dilakukan secara teratur akan menjadi sebuah kebiasaan, dan anak tak akan merasa berat untuk belajar meski mereka, misalnya, sedang dalam kondisi sakit.

Beberapa sekolah seperti sekolah anak-anak saya mengadakan ulangan setiap kali satu bab pada semua mata pelajaran selesai dibahas. Meski terdengar memberatkan anak karena mereka harus menempuh ulangan lebih banyak daripada rekan-rekan seusianya, namun ini cukup ampuh untuk membiasakan anak belajar, minimal membaca buku pelajarannya setiap hari.

2. Jangan menghafal

Beberapa metode belajar yang dulu kita gunakan belum tentu cocok untuk anak-anak kita. Contohnya, menghafal. Anda tentunya masih ingat ketika Anda ditugaskan untuk menghafalkan perkalian atau pasal-pasal UUD 1945.

Kalau untuk perkalian, saya yakin Anda masih ingat. Bagaimana dengan bunyi pasal-pasal UUD 1945, apakah Anda masih mengingatnya? Inilah yang menyebabkan kami tidak merekomendasikan menghafal sebagai tips belajar efektif.

Jangan paksa anak untuk menghafal karena mereka belum tentu mengerti tentang materi yang mereka hafalkan, dan akibatnya akan mudah melupakan apa yang telah mereka pelajari.

Sebaiknya, dorong mereka untuk memahami apa yang tengah mereka baca dengan meminta mereka bercerita. Tanya jawab juga kami rekomendasikan sebagai tips belajar efektif.

3. Disiplin

Anda pasti setuju kalau saya mengatakan disiplin adalah salah satu tips belajar efektif yang paling utama. Disiplin dalam belajar bukan hanya mengenai jam belajar yang tepat waktu, namun juga ketersediaan sarana pendukung seperti buku-buku, meja belajar, alat tulis, dll.

Selalu periksa dan tanyakan pada anak apakah mereka sudah membawa buku-buku pelajaran sesuai jadwal dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jika anak meminta Anda untuk membelikan buku atau apapun yang ia butuhkan, jangan menunda untuk segera berangkat membelinya.

Dengan melakukan ini Anda telah menunjukkan dukungan pada anak untuk bersikap disiplin dan ia tak akan ragu untuk selalu mengingat dan meniru Anda.

4. Istirahat


Tips belajar efektif dari kami selanjutnya adalah beristirahat. Buatlah jadwal bersama anak yang mengatur jam belajar dan jam beristirahatnya. Biarkan anak melakukan apa yang disukainya ketika ia sudah selesai belajar untuk melepas lelah dan mengistirahatkan fisik dan psikisnya selama beberapa saat.

Sumber : http://id.theasianparent.com/


“Aku suka sekolah.” Hanya sedikit kalimat yang bisa lebih indah dari ungkapan itu. Karena jika anak sukses di lingkungan pendidikan, besar kemungkinan dia juga sukses di dunia luar. Itulah sebabnya tanda-tanda awal permasalahan di sekolah (mengeluhkan guru, laporan kenakalan anak) dapat menekan tombol panik Anda. Kami membantu Anda mengatasi tantangan paling berat di sekolah.

1. Anak bersikeras bahwa gurunya membenci dia.

Jika kelas sudah berjalan selama beberapa hari, hati-hati mengomentari keluhan anak dan tekankan hal positif. Seusai sekolah, tanyakan, “Apa hal terbaik tentang sekolah hari ini?” bukan “Kamu lebih menyukai Ms. Gray hari ini?” Jika keluhan anak berlanjut hingga lebih dari satu minggu, buat janji pertemuan dengan sang guru untuk mendiskusikan keluhan anak, kata Sara Leef, konselor sekolah dasar di Brookline, Massachusetts.

Ya, ini bisa menjadi topik sulit untuk dikemukakan dengan guru karena terasa begitu pribadi, tapi jika tidak diungkapkan, “perasaan itu cenderung tumbuh menjadi masalah yang lebih besar, yang semakin sulit dipecahkan dengan tuntas,” jelas Leef. Sebelum Anda bertatap muka, secara santai persiapkan beberapa contoh keluhan anak yang menggambarkan mengapa dia merasa gurunya abai terhadapnya. Dan cobalah bersikap tenang saat memasuki ruang kelas agar Anda bisa fokus menyelesaikan masalah tersebut melalui kerja sama. Anda mungkin bisa memulai pembicaraan dengan kalimat, “Untuk beberapa alasan, anak saya merasa Anda tidak menyukai dia. Saya yakin dengan kita duduk bersama dan bicara, kita bisa menyelesaikan masalah ini.”

2. Anak Anda pulang di hari pertama sekolah dengan kecewa karena ranselnya kurang keren.

Mungkin Anda ingin si kecil pergi ke sekolah dengan tas ransel biru polos (tas dengan konstruksi kuat yang Anda suka, tanpa banyak hiasan konyol). Wahai orang tua, anak Anda tidak lagi berada di preschool. Penting bagi si anak SD untuk memilih perlengkapan sekolah sendiri–bahkan hingga hal terkecil seperti buku dan pensil–untuk alasan yang masuk akal. Mengapa? “Anak usia itu ingin diterima agar dia merasa aman,” kata Barbara Micucci, konselor sekolah dasar di King of Prussia, Pennsylvania.

Jika Anda sudah membolehkan anak memilih sendiri ranselnya dan sekarang dia tidak senang dengan pilihannya, minta dia menjelaskan alasannya. Jika dia sekadar menginginkan tas ungu bukan tas merah, mungkin Anda bisa memertahankan pendapat Anda, dengan mengingatkan kembali bahwa dia suka warna merah dan karena itu dia memilih tas merah. Namun jika ada masalah yang lebih besar terkait aktivitas sekolah–misalnya, ransel anak Anda tidak dilengkapi kantong khusus untuk wadah botol minum seperti tas milik teman satu kelasnya–katakan bahwa Anda akan memikirkan hal itu. Masalah seperti itu biasanya menghilang dalam beberapa hari, tapi jika isu tersebut terus mengganggu anak, mungkin Anda perlu berkompromi.

3. Semua anak kelas 1 sudah bisa membaca kecuali, tampaknya, anak Anda.

Si kecil melaporkan bahwa dialah “satu-satunya” anak yang tidak membaca buku cerita sendiri. Benarkah? “Meskipun hanya sedikit anak yang sudah bisa membaca mandiri, jika anak-anak itu adalah teman si kecil, dia merasa semua anak bisa membaca,” kata guru kelas 1 SD, Heather Bailey, dari St. Louis. Masalah bisa semakin sulit jika teman satu kelas sudah membaca buku cerita panjang karena anak-anak melihat transisi dari buku bergambar ke buku cerita panjang sebagai sebuah pencapaian besar. Namun, Bailey mengatakan, anak kelas 1 SD pada umumnya belum bisa membaca buku teks panjang hingga akhir tahun ajaran.

Khawatir anak Anda tidak berada di jalur yang benar? Diskusikan dengan guru kelas. Demi meningkatkan percaya diri anak seputar kemampuan membaca, beri pujian bahkan untuk pencapaian terkecil sekalipun dan bacakan cerita untuk si kecil. “Riset membuktikan anak yang dibacakan buku selama 15 menit setiap hari akan tumbuh menjadi pembaca yang lebih baik dibandingkan anak yang tidak dibacakan buku,” kata Bailey.

Terakhir, jadikan pelajaran membaca sebagai keceriaan sehari-hari: Anda bisa bermain “Aku melihat sesuatu yang diawali huruf F (atau A atau C),” sambil berkendara ke tempat les karate. Atau tanyakan kepada guru kata-kata apa yang perlu dipelajari anak, lalu tempelkan satu atau dua kata di pintu kulkas. Katakan bahwa kata itu adalah kode rahasia yang harus dipecahkan sebelum membuka lemari es untuk mengambil camilan.

4. Anak mengeluh karena dia tidak punya teman bermain saat istirahat.

Tunjukkan empati tapi gunakan bahasa yang netral agar tidak menjadi masalah yang lebih besar bagi anak, saran Christine Brennan, guru TK di Dobbs Ferry, New York. Cobalah, “Wow, tampaknya kamu bermain sendiri. Apa yang kamu mainkan?”

Ingat bahwa di awal-awal masa sekolah, anak-anak biasanya tidak mengucilkan seseorang dengan sengaja. Anak-anak yang bermain petak jongkok mungkin tidak menyadari jika anak Anda ingin bergabung. Maka ajari si kecil untuk berkata, “Hey, bolehkah aku ikut bermain?” Bisa juga teman sekelasnya bermain otoped setiap hari tapi anak Anda lebih tertarik bermain lompat tali–dan dia menginginkan seseorang untuk bermain bersama. Untuk kasus itu, katakan bahwa saat dia menuju arena lompat tali, dia mungkin bertemu seseorang yang juga menyukai permainan tersebut.

Si kecil masih mengeluh? Minta pengawas sekolah untuk memantau anak Anda di taman bermain, saran Leef. “Mungkin Anda akan mendapat laporan bahwa anak Anda tampak marah, berjalan mengitari taman dengan tangan bersedekap, membuat anak-anak lain ragu mendekati dia.” Lalu Anda bisa meminta si pengawas membantu si kecil mencari sekelompok teman bermain.

5. Anak Anda mendapat catatan dari guru TK karena melanggar aturan.

Transisi, transisi! Dari karpet ke meja, dari meja ke antrean, antrean ke makan siang, makan siang ke waktu bermain, waktu bermain ke jam istirahat. Preschool umumnya tidak mengharuskan anak mengerjakan tuntutan yang ada di TK, dan menyesuaikan diri terhadap keseharian yang terstruktur kerap menimbulkan masalah perilaku, kata Robin Davis, guru TK di San Francisco. Mengapa? Anak-anak belum berpikir jangka panjang; jika si kecil sedang asik menyusun balok di waktu istirahat, dia tidak mau berhenti untuk mengantre di perpustakaan.

Bagaimanapun, jika anak Anda dipanggil karena melanggar aturan–termasuk perilaku agresif seperti memukul atau membangkang–dan tidak mau mematuhi petugas sekolah, buat janji bertemu dengan guru, meskipun anak Anda baru satu kali melakukan pelanggaran. Mungkin Anda juga punya sesuatu untuk diungkapkan (misalnya keberadaan adik bayi atau Anda baru kehilangan pekerjaan) sehingga guru punya pemahaman latar belakang masalah perilaku anak. Anda dan pihak sekolah bisa mencari pola dan membuat rencana disiplin. Jika, misalnya, anak Anda cenderung “bertingkah” di penghujung sesi prakarya, tanyakan kepada guru seputar kemungkinan melakukan pendekatan ekstra untuk membantu si kecil. (“Owen, kamu punya waktu sedikit lagi sebelum kita membereskan peralatan ini.”) Juga cari tahu petunjuk transisi yang digunakan guru di kelas. Jika dia menepuk tangan dan berkata, “Satu, dua, tiga, pandangan mata ke arah saya,” lakukan hal yang sama di rumah agar anak semakin akrab dengan petunjuk tersebut, kata Micucci. Terakhir, tanyakan guru apakah dia bersedia berkontribusi di “tabel stiker” yang Anda simpan di ransel anak, saran Micucci. Untuk satu hari kepatuhan di sekolah, dia mendapat satu stiker. Di rumah, dia bisa mendapat stiker lagi jika mau mengikuti aturan. Hal itu menunjukkan bahwa bersikap baik sama pentingnya di rumah dan di sekolah.

6. Si penggencet menyasar anak Anda.

Penggencetan atau bullying adalah salah satu kekhawatiran terbesar orang tua saat anak kembali ke sekolah, menurut survey Parents-Lands’ End belum lama ini. Namun sebelum Anda menghubungi sekolah dan memberi label penggencet kepada seorang anak, ingat bahwa hal itu sama seperti mengucapkan kata “bom” di bandara. Kata itu punya arti serius–memang sudah seharusnya demikian–sehingga Anda perlu menguji tuntas terlebih dulu. “Kami mendefinisikan penggencetan sebagai kekerasan berulang yang dilakukan oleh satu anak terhadap anak lain, tanpa perimbangan kekuatan dan tidak ada alasan melakukan hal itu,” kata Leef. Bullying adalah satu anak mengintimidasi anak lain, baik itu secara fisik, mental, atau keduanya.

Ingat bahwa jika anak Anda punya konflik dengan teman sekelas karena mereka berdua bersaing di kelas senam atau punya karakter keras kepala, itu bukan penggencetan. (Anda bisa membantu mereka berbaikan dengan meminta penasihat sekolah mengadakan sesi mediasi di antara mereka hingga masalah terpecahkan.) Satu cara bagus untuk mengidentifikasi bullying: Tanyakan kepada anak apakah dia tidak keberatan berbicara dengan si teman, kata Leef. “Jika dia menjawab, “Aku mau bicara dengan dia,” itu bukan penggencetan. Bicara penggencetan, ada faktor ketakutan yang jelas. Anak akan takut berinteraksi dengan si penggencet.”

Dalam kasus penggencetan, petugas sekolah akan memutuskan cara mendisiplinkan si penggencet–dan cara melindungi anak Anda. Untuk menjaga anak agar tidak menjadi korban penggencetan, beri dia kekuatan dengan cara mengajari bahasa tubuh dan perkataan yang asertif, kata Micucci. Dengan permainan pura-pura, minta anak berdiri tegak, menyilangkan kedua tangan dan berkata, “Stop. Kamu tidak boleh melakukan itu,” sebelum pergi dan mencari bantuan orang dewasa.

7. Anak Anda terus mendatangi klinik sekolah. Apakah dia benar-benar sakit?

“Jika ada anak yang sakit perut, saya minta dia pergi ke toilet; itu kerap membantu,” kata Jamie Nedwick, gru kelas 1 SD di Hasting-on-Hudson, New York. Jika perawat sekolah memanggil, pastikan dia sudah melakukan kunjungan ke toilet. Tidak demam, muntah, atau diare? Anak Anda mungkin dibolehkan kembali ke kelas; jika demikian, bicaralah dengan anak dan katakan Anda akan memeriksa saat Anda datang menjemput. Untuk menguji kebenaran sakit, ingatkan anak bahwa anak yang terlalu sakit untuk pergi ke sekolah artinya terlalu sakit untuk bermain bersama teman-teman. Jika dia tidak peduli, mungkin sebaiknya Anda membawa dia pulang.

Juga periksa emosi anak. “Anak yang sering datang ke klinik dengan keluhan sakit perut dan sakit kepala cenderung merasa cemas,” kata Leef. “Anak jarang mengatakan “Aku takut matematika,” sehingga mereka memilih pergi ke klinik dengan keluhan sakit perut di setiap jam pelajaran matematika.” Jika Anda mencium kecemasan, lakukan perbincangan segitiga dengan guru dan perawat untuk mencari jalan keluar bersama.

8. Anak Anda tidak mau membicarakan harinya.

Sebagian anak, apalagi anak-anak introvert, mungkin tidak suka memberi laporan, terutama di penghujung hari sekolah yang panjang. Tenangkan diri Anda. Hanya karena anak tidak mau bicara, bukan berarti dia tidak bahagia. Urungkan pembicaraan saat berkendara pulang ke rumah, dan tunggu hingga usai makan malam untuk memancing dia bercerita. Micucci menyarankan Anda menjadikan si kecil sebagai kontestan di tayangan pribadinya. Katakan, “Dalam skala 1 sampai 10, dengan 1 adalah menjengkelkan dan 10 luar biasa, berapa kamu menilai harimu di sekolah tadi?” Jika anak memilih 8, tanyakan, “Apa yang membuat nilai menjadi 8?” Anda juga bisa mencoba aktivitas santai agar anak mau bicara secara alami. “Ketika anak datang ke kantor saya, kami jarang sekadar bicara,” jelas Leef. “Kami menggambar atau bermain board game. Dalam sepuluh menit, seorang anak akan mengisahkan cerita kehidupannya.” [Oleh Mindy Walker]

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Cara mengetahui bakat anak tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu melakukan pengamatan terhadap si kecil. Tidak tahu apa yang diamati? Inilah 5 cara menyingkap kecerdasan anak.

Perhatikan saat dia bermain. Apakah anak Anda menyukai permainan kelompok atau senang bermain sendiri? Apakah dia lebih sering berlarian atau duduk manis? Apa yang pertama kali menarik perhatiannya: menggambar, bermain video game, atau sepeda? Mengamati pilihan-pilihan anak akan memberi Anda petunjuk seputar bakat anak.

Beri pilihan sesungguhnya. Ketika Anda ingin si kecil punya minat terhadap musik, tentunya Anda akan mendaftarkan dia ke kelas piano atau tempat les vokal. Namun benarkah di situ letak minat dan keterampilannya? Bagaimana jika dia lebih suka bermain drum atau bass? Atau justru lebih suka bermain sepak bola? Orangtua perlu memahami bahwa anak akan menjadi dirinya sendiri, seberapapun keras usaha Anda mengarahkannya. Kuncinya membiarkan anak mengeksplorasi aneka kegiatan dan lihat aktivitas apa yang paling dia sukai. Jika Anda pikir si kecil suka musik, silakan daftarkan dia ke tempat les piano. Tapi katakan jika dia tidak menikmati bermain piano, dia boleh pindah ke alat musik lain.

Beri kesempatan untuk eksplorasi minatnya. Mungkin bagi Anda bermain video game hanyalah kegiatan yang buang waktu. Tapi jika anak menyukai grafis, animasi, dongeng, atau strategi, aktivitas tersebut bisa membangkitkan bakat terpendamnya. Ajaklah anak melakukan berbagai macam aktivitas lalu amati aktivitas apa yang dia paling nikmati. Bisa jadi disitulah letak bakat alaminya.

Beri kebebasan berekspresi. Jika sepulang sekolah anak mengeluarkan buku catatan dan mulai menulis cerpen karena dia menyukainya, mungkin Anda akan bahagia. Tapi bagaimana jika dia duduk dan menggambar kartun? Atau menjawab teka-teki silang? Ketahuilah itu cara anak mengekspresikan diri. Jika anak merasa dibatasi, bukan tidak mungkin dia akan berhenti mengekspresikan dirinya melalui cara-cara kreatif.

Berikan fasilitas dan pendampingan yang dibutuhkan anak. Tugas orangtua sebenarnya bukan mengajarkan, tetapi mendampingi anak agar dia dapat menemukan minatnya sendiri. Fasilitas tidak harus berupa kursus atau les, tapi bisa berupa dukungan untuk melakukan atau mengeksplorasi minatnya. Selamat mencoba

Sumber : http://parentsindonesia.com/


Semua orang tua pasti ingin anak mereka berprestasi di sekolah. Akan tetapi, memaksa anak untuk meraih nilai terbaik di kelasnya bukan hanya berdampak buruk pada fokusnya saat belajar, lantaran mereka belajar hanya demi mendapatkan nilai bagus untuk menyenangkan hati Anda. Hal ini mengakibatkan anak melupakan tujuan belajar yang sebenarnya, yaitu agar mereka dapat memahami sesuatu.

Daripada menyiksa anak untuk memuaskan keinginan Anda memiliki anak berprestasi, lebih baik Anda membantu mereka menemukan tujuan belajar dengan memotivasi anak dan mendampingi mereka saat belajar.

Kita para orang tua hendaknya tidak khilaf akan tujuan belajar, baik di rumah maupun di sekolah, agar anak pun tak merasa terbebani untuk menjadi seseorang di luar kemampuannya.

Menemukan dan mengetahui tujuan belajar juga direkomendasikan oleh Benjamin Yang, Direktur Pengembangan Bisnis untuk Epigami, “Biarkan anak menemukan tujuan belajar, dan Anda sebagai orang tua sebaiknya berperan mengarahkan mereka untuk menemukan tujuan belajar.

Ini dapat membuat anak memiliki kemampuan untuk mengatur bagaimana ia belajar dan bertanggung jawab atas pencapaian mereka sendiri.”

Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat Anda gunakan sebagai patokan saat menyusun langkah untuk membantu anak menemukan tujuan belajarnya:

1. Tujuan belajar akan tercapai jika anak benar-benar ingin mendapatkannya

Jika anak benar-benar ingin berhasil di sekolah, dukunglah keinginannya itu dengan melakukan berbagai cara untuk mendukungnya. Misalnya dengan menyediakan meja belajar lengkap dengan lampu belajar dan buku-buku referensi yang diperlukan. Tanyakan padanya apa ia ingin snack atau minuman segar untuk menemaninya belajar.

2. Menyusun tujuan belajar yang praktis dan realistis

Jika anak mengalami masalah dengan satu mata pelajaran tertentu, anjurkan ia untuk berusaha memperoleh nilai baik dalam mata pelajaran tersebut secara bertahap. Jika semester ini ia mampu mendapat nilai 7 untuk mata pelajaran Matematika, motivasilah ia agar bisa mendapatkan nilai 7,5 atau 8 pada semester berikutnya.

Jangan lupa untuk mengingatkan anak agar ia tak lekas berpuas diri, meski ia telah mendapatkan nilai baik pada mata pelajaran lain. Anjurkan padanya untuk memperdalam kemampuannya dengan mengikuti lomba atau ekstralurikuler yang berkaitan dengan mata pelajaran tersebut.

3. Melibatkan diri

Anda dapat terlibat dalam kegiatan belajar anak dengan membantunya menyelesaikan PR sesuai kemampuan Anda, atau memanggil seorang guru les privat. Anak Anda akan berada di jalur yang benar untuk menemukan tujuan belajar ketika ia memiliki seseorang yang memandunya secara konsisten.

4. Tumbuhkan rasa bangga

Saat anak mulai termotivasi untuk mencapai tujuan belajar, lakukan sesuatu agar ia dapat menumbuhkan rasa bangga atas pencapaiannya sendiri.

Ini bisa Anda lakukan dengan membuat grafik nilai yang telah didapatkan, mengambil foto ketika ia sedang belajar dan hasil ulangan atau nilai rapor akhir semesternya. Foto itu dapat Anda unggah dalam akun media sosial Anda atau miliknya untuk memamerkan hasil belajar anak pada semua orang.

5. Hadiah

Jangan lupa memberi penghargaan pada anak atas hasil belajarnya dengan memberikan hadiah berupa jam ekstra untuk bermain atau nonton TV, buku komik atau CD game baru. Anda juga bisa mengajak semua anggota keluarga untuk merayakan keberhasilannya dengan makan malam bersama di restoran favorit.

Namun, jangan membatasi melakukan ini hanya pada pencapaian besar dalam belajarnya. Pencapaian sederhana seperti keberhasilan anak mendapatkan nilai 7 dalam mata pelajaran yang tak disukainya pun perlu dirayakan, agar ia punya alasan untuk terus belajar.

Sumber : http://id.theasianparent.com/


Sebenarnya, sampai saat ini demam berdarah tidak ada obatnya. Bila kita terserang demam berdarah dan dokter menyuruh kita menjalani rawat inap di rumah sakit, obat-obatan yang diberikan adalah cairan infus untuk mengencerkan darah. Selain infus, kita diberikan obat penurun demam, bukan obat untuk memerangi penyakit demam berdarah itu sendiri.

Demam berdarah menyebabkan kentalnya darah di dalam tubuh, karena terjadi penurunan trombosit hingga di bawah batas normal. Untuk demam berdarah yang ringan, pada umumnya dapat sembuh sendiri tanpa harus dirawat inap bila penderita meminum banyak air dan memperkuat daya tahan tubuh. Banyak pendapat mengatakan bahwa meminum jus jambu klutuk yang berwarna merah dapat mempercepat penyembuhan demam berdarah. Obat demam berdarah alami ini memang berkhasiat, karena kandungan vitamin C di dalam jambu klutuk cukup tinggi dan vitamin C berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh. Namun angkak dirasakan banyak pasien demam berdarah sebagai obat yang jauh lebih ampuh dibandingkan dengan jambu klutuk.

Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, angkak adalah :

“Beras putih jenis tertentu yang dibiakkan dengan sejenis ragi khusus selama beberapa hari sehingga mengubah warna beras menjadi merah. Angkak telah dikenal penduduk Cina sejak ratusan tahun silam, dan umum digunakan bangsa Cina sebagai bagian dari campuran rempah masakan dan herbal kesehatan mereka. Di Amerika, angkak yang dikenal dengan nama Red Yeast Rice kini mulai popular dan dijual dalam bentuk kapsul sebagai penurun kolesterol alamiah yang ampuh.”
Manfaat Angkak

Angkak dapat menaikkan trombosit darah secara signifikan. Hal ini terbukti dalam sebuah penelitian yang menggunakan tikus putih sebagai objeknya. Karena khasiatnya inilah, angkak dapat digunakan sebagai obat demam berdarah. Efek angkak pada penderita demam berdarah sangat cepat, tidak perlu menunggu beberapa hari untuk melihat hasilnya. Selain menaikkan trombosit, angkak juga menurunkan kolesterol.
Bagaimana cara mengkonsumsinya?

Ada 2 cara mengkonsumsi angkak sebagai obat demam berdarah :

1. Meminum air seduhan angkak

Bila tidak sempat, seduh saja 1 sendok makan angkak dengan 2 gelas air, lalu minum air seduhannya yang sudah menjadi merah tersebut. Tidak ada batasan berapa kali meminumnya dalam sehari.

2. Direbus dengan ayam, sebagai sup ayam angkak

Angkak sudah lama digunakan sebagai salah satu bahan sup Cina. Rebuslah ayam hingga keluar kaldunya, lalu tambahkan 1/2 hingga 1 sendok makan angkak. Jangan terlalu banyak angkaknya, karena akan menyebabkan sup terasa pahit. Berikan lada dan garam sebagai penambah rasa, lalu tumis bawang putih dengan minyak wijen dan masukkan ke dalam sup tersebut. Kemudian, sup ayam angkak siap dihidangkan.

Bagi penderita demam berdarah, mungkin cara pertama yang lebih praktis. Tetapi bila ada yang dapat memasakkan sup ayam angkak, tentunya lebih baik lagi karena lebih bergizi. Sup ini tidak hanya baik untuk orang sakit, tetapi juga baik untuk dimakan seluruh anggota keluarga.
Di mana dapat memperoleh angkak?

Saat ini angkak mudah diperoleh. Di hipermarket seperti Carefour dan Hypermart, angkak dijual dalam bungkusan plastik dan berada di bagian bahan obat herbal Cina. Atau, tanyakan saja kepada petugas di sana, tentunya mereka akan membantu Anda menemukannya. Di pasar tradisional mungkin juga ada, begitu pula angkak yang sudah dikemas sebagai obat cair. Bila ingin lebih alami, lebih baik membuatnya sendiri daripada membeli yang sudah dijadikan obat cair.

Sumber : http://id.theasianparent.com/


Mitos #1. Memelihara binatang berbulu pendek tidak menyebabkan alergi

Alergi disebabkan oleh protein yang sering terdapat pada bulu atau air liur binatang. Jadi memelihara binatang berbulu pendek ataupun panjang sama saja akibatnya bagi penderita alergi. Karena kucing lebih sering menjilat daripada anjing, kucing lebih dapat menyebabkan alergi berupa mata gatal, bersin-bersin, ruam pada kulit, dan asma.

Dr Christ Foo, Spesialis Dermatologi, Raffles Skin Care, Singapura

Mitos #2. Alergi makanan adalah alergi yang paling umum

Sebenarnya alergi makanan adalah masalah yang sulit. Terlalu banyak kondisi yang dianggap sebagai alergi makanan. Namun dari 20% orang dewasa dan anak-anak yang dianggap alergi terhadap makanan tertentu, hanya 1-2% saja yang benar-benar alergi.

A/P Wong Soon Tee, Spesialis Dermatologi, Raffles Skin Care, Singapura

Mitos #3. Bila saya bermasalah dengan makanan tertentu, berarti saya alergi terhadapnya.

Jawabannya adalah, "Mungkin." Gejala alergi yang sering dialami adalah bengkak, bentol-bentol merah, gatal-gatal, atau anaphylaxis yang berbahaya. Namun sebelum dokter melakukan tes alergi, Anda belum tentu menderita alergi. Mungkin saja ketidaknyamanan yang Anda alami disebabkan oleh hal lain.

Dr. Melvyn Wong, Dokter Senior di Raffles Medical, Singapura

Mitos #4. Makanan organik tidak menyebabkan alergi

Menyantap makanan organik tidak akan menghindarkan Anda dari alergi, karena banyak alergen yang berasal dari bahan alami, misalnya susu sapi, telur, kacang, gandum, ikan, dll. Penyebab alergi adalah protein yang terkandung di dalam bahan-bahan tersebut.

Dr. Nehal Kamdar, Senior Dietitian, Raffles Internal Medicine Center, Singapura

Mitos #5. Alergi adalah masalah psikosomatis

Walaupun stres dapat memperburuk alergi, faktor psikologis dan alergi tidak berkaitan secara langsung. Belum banyak penelitian yang membuktikan hal ini. Bagaimanapun juga, jauhkan diri dari stres. Hindari rokok dan alkohol agar tetap sehat.

Dr. Arthur Lee, Specialist in Psychiatry, Raffles Counselling Centre, Singapura

Mitos #6. Saya harus menyimpan resep anti alergi untuk kebutuhan sewaktu-waktu saat alergi tiba.

Hal ini tidak sepenuhnya benar. Beberapa alergi dapat diatasi dengan obat hanya pada saat gejala alergi muncul, namun ada pula alergi yang lebih efektif bila diatasi dengan obat secara konstan. Jadi sebaiknya ikuti petunjuk dokter Anda.

Dr Rupert See, Senior Physician, Raffles Medical, Singapura

Mitos #7. Suntikan anti alergi tidak manjur

Suntikan anti alergi yang dikenal sebagai injeksi imunoterapi sudah populer di Amerika sejak 50 tahun lalu. Beberapa penelitian membuktikan suntikan ini efektif untuk mengatasi alergi terhadap debu, pohon, dan serbuk tanaman (polen).

Seiring dengan perkembangan teknologi, kini pemberian anti alergi dapat dilakukan dengan meneteskannya di bawah lidah. Metode ini disebut imunoterapi sublingual dan lebih efektif daripada suntikan biasa.

Dr Stephen Lee, Specialist in ENT Surgery, Raffles ENT Centre, Singapura

Sumber : http://id.theasianparent.com/


Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) lebih dari 1,2 juta anak-anak di Amerika Serikat yang berusia di bawah usia 6 tahun menelan atau melakukan kontak langsung dengan zat beracun setiap tahunnya. Dan American Academy of Pediatrics (AAP) menawarkan rekomendasi untuk mencegah dan mengobati keracunan.
  • Obat-obatan, pestisida, produk pembersih, semir furnitur, cairan antibeku, cairan wiper, bensin, dan minyak tanah merupakan racun berbahaya yang ada di sekitar anak dan celakanya ada di dalam rumah.
  • Menurut AAP, kebanyakan anak kercaunan ketika orang tua atau pengasuh ada di rumah, tetapi mereka tidak memerhatikan anak-anaknya. Jadi orang tua diminta selalu waspada ketika ada perubahan dalam rutinitas rumah tangga, seperti hari libur, kunjungan dari dan ke kerabat, dan acara khusus lainnya.
  • Pastikan obat-obatan, pestisida, produk cuci pakaian, dan cat berada di dalam lemari terkunci atau kontainer dan jauh dari pandangan dan jangkauan anak-anak.
  • AAP menyatakan, periksa label setiap kali Anda memberikan obat untuk memastikan dosis yang tepat. Ketika memberikan anak obat cair, gunakan alat takar yang disertakan dengan produk. Sebaiknya jangan sebut obat "permen" atau nama menarik lainnya dan pastikan untuk membuang obat-obatan yang tidak terpakai  lagi.
  • Jika anak Anda menelan atau bersentuhan dengan racun dan tidak sadar, tidak bernapas, kejang, segera hubungi  rumah sakit atau nomor darurat lokal. Jika anak Anda menelan racun, suruh anak Anda meludahkan sisanya.
  • Jika kulit anak kontak langsung dengan racun, lepaskan pakaian anak dan bilas kulitnya dengan air hangat selama 15 menit.
  • Jika racun masuk ke mata anak, cuci mata mereka dengan membuka kelopak mata anak dan cuci dengan air selama 15 menit.
  • Jika anak terkena asap beracun di rumah, bawa anak keluar untuk menghirup udara segar. Jika anak tidak bernapas, lakukan CPR dan jangan berhenti sampai anak bernafas, atau sampai ada orang lain yang dapat melakukan CPR .
Sumber : http://parentsindonesia.com/


Buku kecil ini saya temukan saat menata kembali tumpukan buku yang terpaksa diungsikan di atas plafon rumah karena banjir kemarin. Buku ini cocok sekali sebagai pengetahuan dalam mendidik anak.

Buku ini merupakan bonus dari sebuah buku dengan judul “Cara Mengenal Allah dengan Cara yang Menyenangkan.” Hmmm… terdengar bagus sekali sebagai panduan untuk mendidik anak secara Islami, bukan?

Ingat karena belum membacanya, saya menghentikan aktivitas beres-beres dan membaca sejenak buku mungil ini. Beberapa hal yang ada didalamnya sudah biasa atau sering kita dengar.

Nnamun sebagai pengingat, ijinkan saya berbagi tentang cara mendidik anak ini dengan Anda, pembaca theAsian Parents Indonesia.

Pesan-Pesan Rasullullah tentang Tata Cara Mendidik Anak
 
Sesuai dengan judulnya buku ini berisi tentang tata cara mendidik anak sesuai dengan sabda Rasullullah beserta butir-butir kutipan dari para Imam guna memperjelas sabda Nabi tersebut.

1. Mengenalkan dan Mendidik Anak tentang Tauhid
 
Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”. 

Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)

Berdasarkan Hadist Nabi diatas, maka,dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq raadiyallahu ‘anhuma berkata, tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah:

1. Pada usia 3 tahun, ajarkan kepadanya kalimah Tauhid, “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.
2. Pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah “Muhammad Rasullullah.”

Mendidik Anak tentang Salat
 
Masih dalam kitab yang sama, Imam al Baqir dan Imam ash Shadiq ra menerangkan bagaimana seharusnya kita mengenalkan dan mendidik anak tentang salat.

1. Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya salat.

2. Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.

3. Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia ini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.
 
Hak Anak dalam Pendidikan
 
Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain
1. Memberikan nama yang baik.
2. Diakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
3. Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.
  
Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya
 
Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mmengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.

Subhanallah, betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan Imam AliZainal Abidin radiyallahu’anhu dalam kitab Risatul Huquq.

“Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya. 

Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.” (Al Khislal, hal.568)

Demikian pesan Rasullullah terkait dengan pendidikan anak. Semoga bermanfaat ya .

Sumber : http://id.theasianparent.com/


Musim ujian dan ulangan akhir semester telah berakhir. Dan kini saatnya Anda dan anak-anak rileks menikmati masa liburan. Apakah Anda termasuk salah satu orang tua yang dicekam rasa khawatir anak akan mengalami kegagalan dalam ujian atau ulangan kenaikan kelas?

Memasukkan anak ke kelas bimbingan belajar biasanya menjadi pilihan para orang tua semacam ini, dengan harapan agar anak berhasil meraih prestasi akademis yang memuaskan.

Namun, Ibu Choo berpendapat lain. Ibu asal Singapura yang bekerja sekaligus membesarkan lima anak berprestasi ini akan membagikan beberapa tips tentang bagaimana meningkatkan prestasi akademik anak tanpa bimbingan belajar.

Pada dasarnya, bimbingan belajar dibutuhkan ketika anak tak dapat mengikuti pelajaran dan mendapat nilai yang lebih rendah dibandingkan teman-teman sekelasnya. Atau bisa juga ketika Anda menginginkan ia mendapat nilai lebih baik daripada semester kemarin.

Apapun kondisi akademis anak, Anda keputusan mengenai perlu dan tidaknya anak mengikuti bimbingan belajar terletak di tangan Anda. Anda jugalah yang harus memutuskan saat terbaik untuk mulai mengikuti dan mengakhiri bimbingan belajar. Anak tidak mungkin mengikuti bimbingan belajar untuk selamanya, jadi pilihlah guru les atau kelas bimbingan belajar yang dapat mengajarkan anak untuk belajar secara mandiri.

Selalu dampingi anak belajar dan terapkan beberapa metode yang membuat anak terkesan. Ibu Choo, misalnya, menggunakan stik es krim berwarna warni untuk membantu anak bungsunya belajar Matematika.

Majalah sains untuk anak Kuark cukup menarik karena menjelaskan tentang dasar-dasar IPA melalui komik dan cerita pendek. Majalah anak-anak legendaris Bobo memang tidak menyediakan rubrik yang membahas tentang sains, namun ada bonus soal-soal latihan untuk kelas I s/d VI SD secara berkala.

Selain menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, di perpustakaan anak dapat menemukan buku-buku yang sesuai dengan minatnya. Anda juga dapat mengetahui hal-hal yang disukai anak Anda melalui buku pilihan mereka.

Diskusikan bersama dengan anak mengenai jam belajar mereka di rumah, misalnya dari jam 7 hingga jam 8.30 malam. Jauhkan segala gangguan seperti ponsel atau perangkat game dari jangkauan anak pada jam-jam ini.

Ajak anak membuat sendiri daftar mata pelajaran apa saja yang dirasa berat olehnya. Dan bantu mereka menentukan kapan saat yang tepat untuk mengintensifkan belajar sebelum menghadapi ulangan harian atau ujian.


Memberikan hadiah ketika anak berhasil memperoleh peringkat tertinggi di kelas mungkin akan menyenangkan hati mereka. Namun, hadiah atau imbalan tidak selamanya baik.

Anak bisa terganggu konsentrasinya karena membayangkan hadiah yang akan ia dapatkan. Selain itu, kesadaran anak untuk belajar tidak akan tumbuh karena ia selalu mengharapkan imbalan.

Anda tak memerlukan bimbingan belajar untuk anak ketika kakak-kakaknya bersedia membantunya. Selain memperkuat hubungan persaudaraan di antara anak-anak Anda, si sulung juga bisa memperbarui ingatan tentang apa yang pernah dipelajarinya.

Saya tak yakin Anda akan merasa nyaman ketika mengobrol dengan seorang orang tua murid yang selalu membesar-besarkan prestasi anaknya. Daripada merasa rendah diri karena anak Anda tak sebaik anak mereka, lebih baik jauhi saja orang tua semacam ini. Berbicara atau berteman dengan guru wali kelas anak akan lebih melegakan karena mereka bisa membantu Anda menemukan kekurangan anak.

Siapa bilang rumah, sekolah dan bimbingan belajar adalah satu-satunya tempat dimana anak dapat belajar dengan baik? Jalan raya, pasar, supermarket, kebun binatang atau tempat umum lainnya juga bisa menjadi tempat bagi anak untuk belajar sesuatu yang baru.

Ketika Anda sedang berada di mall bersama anak, misalnya, ajak mereka naik eskalator dan pancing rasa keingintahuan mereka dengan berkata 'wah, hebat ya tangganya bisa jalan sendiri. Kenapa kok bisa gitu ya?'

Selamat menjadi guru les!

Sumber : http://id.theasianparent.com/

 

 

 

 

 

 




Adalah hal yang wajar jika suatu saat anak Anda mengalami ‘school blues‘, yaitu semacam sindrom di mana anak mendadak ‘mogok’, malas bangun pagi dan ogah-ogahan berangkat ke sekolah.  Mungkin ada sesuatu yang membuatnya merasa jemu melihat buku pelajarannya.

Kami punya beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk membangkitkan kembali semangat belajar buah hati Anda!



Sebagian besar orang tua cenderung terobsesi dengan prestasi di bidang akademis. Ironisnya, kita menganggap suatu hal biasa jika mendapati para orang tua yang mendaftarkan anak-anak mereka di berbagai kelas pelajaran tambahan dan bimbingan belajar, dengan asumsi bahwa semakin banyak tempat yang didatangi seorang anak untuk belajar maka semakin memuaskan pula nilainya. 

Anak-anak juga manusia lho, Bunda. Mereka pasti pernah mengalami suatu momen di mana ia merasa sangat lelah untuk belajar dan ingin melupakan semua hal yang membuatnya tertekan. Rasa tertekan bukan hanya buruk untuk kesehatan mental anak, tapi prestasi belajar mereka bisa anjlok daripada tahun-tahun sebelumnya.

Kami sarankan agar Anda untuk selalu menghargai berapapun nilai yang sudah mereka peroleh dalam ulangan, dan jangan sekali-kali mencela jika ternyata nilai mereka sangat jelek. Misalnya anak Anda selalu mendapat nilai 30 untuk nilai ulangan Matematikanya, jangan terlalu keras memarahinya setelah Anda tahu bahwa ia selalu mendapat nilai 80 untuk tugas mengarang. Setiap anak dikaruniai kemampuan yang berbeda, dan tugas Anda untuk mendorongnya mengembangkan kemampuan di bidang yang benar-benar disukainya.

2. Komunikasi
  
Jangan terus menerus membebani anak dengan pertanyaan tentang peringkat dan nilai yang mereka dapatkan hari ini di sekolah. Sebaliknya, Anda lebih baik duduk bersama mereka dan bertanya tentang apa yang mereka pelajari hari ini di sekolah. Tanyakan tentang pelajaran yang mereka sukai, dan minta mereka untuk mengajari Anda! 

Anak-anak bukanlah satu-satunya golongan yang harus belajar di dunia ini. Anda pun juga harus belajar! Ceritakan pada anak Anda tentang apa yang Anda pelajari dengan menunjukkan sebuah artikel menarik atau gambar dan foto-foto yang Anda lihat di koran, majalah atau internet. Dengan demikian anak Anda akan menyadari bahwa belajar adalah sesuatu yang dilakukan setiap hari dan tak mengenal kata berhenti. Bahwa belajar bisa dilakukan dengan senang hati dan tanpa paksaan.

3. Pesiapan Matang
  
Adalah suatu bencana jika Anda mengawali pagi hari dengan tangisan si kecil karena buku atau kaos kaki yang hilang. Untuk mencegah terjadinya hal semacam ini, sebaiknya Anda menekankan pada pelajar kecil Anda untuk mempersiapkan semua yang ia butuhkan pada malam hari sebelumnya. 

Meskipun anak harus belajar untuk pelajaran di hari berikutnya, mengerjakan tugas atau menyalin catatan, selalu beri kesempatan pada mereka untuk bermain di antara waktu belajar di rumah dan di sekolah. Saya biasanya memberi kesempatan pada anak-anak untuk nge-game pada siang hari sepulang sekolah atau sore hari. Dengan melakukan kegiatan pelepas penat semacam ini diharapkan anak-anak akan berangkat sekolah beserta pikiran dan sikap yang positif.

4. Kegiatan Ekstra Kurikuler

Kami sempat mengeluhkan padatnya kurikulum pendidikan di Indonesia belakangan ini, yang mengakibatkan anak-anak tak memiliki waktu untuk melakukan aktifitas sekolah di luar jam pelajaran/ kegiatan ekstra kurikuler. Padahal kegiatan ekstra kurikuler penting untuk pelajar pada jenjang pendidikan manapun agar mereka termotivasi untuk datang ke sekolah demi sesuatu hal yang bukan mata pelajaran. 

Biarkan anak memilih kegiatan ekstra kurikuler yang mereka sukai, misalnya futsal, sepak bola, bulu tangkis, catur, menggambar, band, vokal, dll. Kegiatan olahraga baik untuk kesehatan fisik anak yang telah duduk dan belajar selama berjam-jam. Sementara kegiatan kesenian akan menyehatkan kesehatan mental dan membantu mereka mengekspresikan emosi serta isi hati dengan cara yang positif.

5. Dukung Sepenuhnya
  
Usahakan untuk mengurangi penggunaan kata-kata negatif, seperti 'tidak', 'tidak bisa', 'jangan', 'kamu salah', dll. Kata-kata semacam ini hanya akan membuat anak semakin tertekan dan kehilangan semangat karena semua yang ia lakukan tetap salah di mata Anda. 

Anda mungkin merasa telah bekerja siang malam demi anak-anak, dan merasa kesal karena mereka tak menunjukkan rasa terima kasih berupa prestasi yang layak Anda banggakan. Ingatlah selalu bahwa kebanggaan dapat diraih melalui sebuah proses dan tak pernah terjadi secara instan. Semua orang tua pasti ingin anaknya menjadi 'seseorang' ketika mereka dewasa nanti. Namun saya rasa keberhasilan mendidik anak-anak menjadi orang dewasa dengan perilaku positif jauh lebih penting.

6. Ingatkan Tentang Cinta
  
Kita tentu masih ingat betapa melelahkan dan beratnya hari-hari sekolah yang harus kita lalui selama bertahun-tahun, dari SD hingga SMA. Semasa SMA jam pelajaran terakhir adalah siksaan bagi saya (sepertinya Anda juga kan?) karena harus berjuang melawan rasa kantuk, lapar dan lemas. 

Satu-satunya hal yang membuat saya bertahan adalah bayangan tentang rumah dan makan siang apa yang kira-kira disediakan Ibu saya hari ini. Pulang sekolah dan menemui masakan favorit di meja makan adalah 'sesuatu banget' buat saya. Semua rasa suntuk dan penat mendadak sirna begitu menyantap masakan Ibu! 

Jika Anda ibu bekerja dan tak sempat memasak untuk anak-anak, Anda bisa melakukan hal lain untuk mengingatkan mereka bahwa cinta Anda menunggu mereka pulang sekolah. Misalnya dengan menyiapkan bekal berupa kue coklat favorit atau diam-diam menyisipkan pulpen bergambar tokoh kartun yang sudah lama ia inginkan.

Sumber : http://id.theasianparent.com/

Deteksi Kesulitan Belajar Anak Sejak Dini

Anak Anda Mengalami Kesulitan Belajar?

Setiap anak  berkembang sesuai karakteristiknya masing-masing. Sebagian lebih cepat dalam beberapa hal, namun lambat dalam hal lainnya. Wajar jika kemudian ada seorang anak yang melampaui tahap merangkak, namun sedikit lambat perkembangan bicaranya.

Meski begitu, anak juga memiliki perkembangan standar yang harus ia penuhi. Dan bila hal ini ada pada taraf “sangat lambat” maka sebagai orang tua kita perlu curiga, dan jika mungkin segera mengatasi, agar kemudian tidak berkembang dan membuatnya mengalami kesulitan belajar kelak.

Kesulitan belajar dapat dideteksi semenjak dini, yaitu dengan mengamati perkembangan standarnya dan beberapa tanda-tanda kecil lainnya.

Pada usia sekolah anak-anak akan lebih menunjukkan kurva yang sangat berbeda jika mereka memiliki kesulitan belajar, terutama dalam hal membaca dan konsentrasi.

Jika si usia sekolah menunjukkan masalah terkait dengan apa yang mereka baca, atau menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana, maka mereka perlu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Tanda diseleksia adalah adanya kebingungan pemahaman antara huruf dan angka saat anak sedang membaca. Selain itu mereka biasanya menulis dengan cara mundur, susah untuk konsentrasi, tidak mampu membedakan mana huruf “d” dan huruf “b” dan masih banyak lagi. Guna memastikan ajaklah si Kecil berkonsultasi dengan seorang psikolog agar mendapatkan tes dan terapi yang tepat.

Untuk itu Parents, penting kiranya kita memiliki catatan kecil atau milestone tentang perkembangan si kecil. Hal ini selain akan mempermudah mendeteksi masalah, juga akan sangat membantu pada saat sesi konsultasi dengan dokter.

Sumber : http://id.theasianparent.com/

 

Membangun Imajinasi Anak

Imajinasi anak tidak tumbuh sama pada setiap anak. Perlu upaya untuk membangun imajinasi anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dunia anak adalah dunia yang penuh kejutan. Dunia bermain yang kaya akan cetusan-cetusan imajinasi anak dalam bungkus ekspresi yang demikian jujur dan alami serta menakjubkan.

Imajinasi anak ini berkembang seiring dengan berkembangnya kemampuan berbicara. Dan menjadi sarana bagi anak untuk belajar memahami realitas keberadaan dirinya juga lingkungannya.

Imajinasi lahir dari proses mental yang manusiawi. Proses ini mendorong semua kekuatan yang bersifat emosi untuk terlibat dan berperan aktif dalam merangsang pemikiran dan gagasan kreatif, serta memberikan energi pada tindakan kreatif.

Kemampuan imajinatif anak merupakan bagian dari aktivitas otak kanan yang bermanfaat untuk kecerdasannya.

Di masa balita, imajinasi merupakan bagian dari tugas perkembangannya. Sementara pada anak usia sekolah, imajinasi anak berada pada tahap intensitas paling kuat. Sehingga anak memiliki daya menghafal paling kuat, memorisasi yang paling kuat dengan materi ingatan yang paling banyak.

Periode seperti inilah yang harus menjadi perhatian orangtua agar tidak terlewati begitu saja dan bisa membantu menumbuhkan imajinasi anak.

Untuk membantu anak menumbuhkan imajinasi mereka, ada baiknya kita mengetahui manfaat imajinasi anak.

Beberapa manfaat imajinasi anak :

  1. Membuat anak terampil bersosialisasi dan berkomunikasi.
  2. Membuat anak mampu berpikir kreatif dan menganalisa.
  3. Memperkaya pengetahuan anak.
  4. Membuat anak lebih percaya diri, mandiri dan mampu bersaing.
  5. Memunculkan bakat anak.
Kemampuan anak berimajinasi akan mengantarkan anak menjadi pemikir kreatif yang tentu saja amat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak di masa depan. Agar anak mampu menghadapi dan mencari solusi atas setiap permasalahan yang dihadapinya kelak.

Oleh karena itu, alangkah baiknya bila setiap orangtua mengetahui bagaimana cara menumbuhkan imajinasi anak.

Berikut tips dan trik menumbuhkan imajinasi anak.

1. Luangkan waktu untuk menemani anak bermain

Anda bisa memberikan kebebasan pada anak untuk mengarahkan dan memimpin permainan dimana anda terlibat aktif di dalamnya. Atau anda bisa membacakan buku cerita dan mendongeng untuk anak anda.

2. Beri respon positif terhadap imajinasi anak

Tempatkan diri anda sebagai pendengar yang baik dan aktif dengan memberikan pertanyaaan-pertanyaan yang bersifat kreatif dan mengarah kepada hal-hal positif.

3. Hindari terlalu banyak melarang anak

Larangan kerap bersifat menghambat kreativitas, alangkah lebih baiknya bila kita menggantikan kalimat larangan dengan kalimat anjuran yang lebih bersifat memotivasi anak.


4. Perdengarkan musik yang menyenangkan

Musik yang menyenangkan dan cocok bagi denyut jantung anak akan merangsang dan menumbuhkan imajinasi anak.Mendengar musik sambil belajar, ternyata menambah efektvfitas belajar!

5. Ciptakan suasana rumah yang nyaman, aman dan menyenangkan bagi tumbuh kembang buah hati.

Suasana yang rileks dan aman akan memudahkan anak untuk mengembangkan imajinasinya, oleh karena itu penting bagi orangtua untuk memastikan tidak ada benda-benda tajam dan membahayakan dalam ruang bermain anak, di samping suasana kondusif yang telah diciptakan.


 Sumber : http://id.theasianparent.com/

Ketrampilan Sosial, Kunci Kesuksesan Anak

Apakah kesuksesan seorang anak di masa depan ditentukan oleh prestasi akademik? Saya yakin jawaban Anda adalah ‘tidak’ atau ‘belum tentu’. Ya, cerdas dalam pelajaran di sekolah bukan satu-satunya hal yang menjamin keberhasilan seorang anak dalam kehidupannya
.
Anak perlu mempelajari hal lain seiring dengan membaiknya prestasi belajar mereka. Dan hal lain itu adalah sesuatu yang dinamakan ketrampilan sosial.

Sejumlah peneliti dan pemerhati masalah anak pun menyetujui hal ini. Beberapa penelitian menunjukkan ketrampilan sosial seperti kesadaran untuk mengantri, melakukan sesuatu untuk menyenangkan hati orang lain dan meminta tolong sama pentingnya dengan pelajaran Matematika dan IPA yang dipelajari anak di sekolah.

Bahkan, ketrampilan sosial berperan besar dalam upaya seorang anak untuk meraih prestasi akademik yang memuaskan.

Menurut Stephen Elliot, pengarang sekaligus peneliti di bidang psikologi dan pendidikan dari Vanderbilt Peabody, “Ini bukan berarti menguasai ketrampilan sosial membuat anak lebih cerdas. Namun ketrampilan sosial membuat anak lebih terbuka untuk mempelajari sesuatu.”

Ia menambahkan, timnya juga menemukan bahwa pendidikan di Sekolah Dasar memerlukan adanya pengendalian dari dan kerja sama antara guru dan siswa.

Jika orang tua maupun guru bisa mendidik anak-anak untuk menguasai ketrampilan sosial ini, maka mereka dapat memaksimalkan waktu yang digunakan dan mengurangi kebiasaan yang mengacaukan fokus saat belajar.

Dalam buku yang berjudul The Social Skill Improvement System (ISIS) Classwide Intervention Program, Elliot dan rekan Frank Gesham mengidentifikasikan 10 jenis ketrampilan sosial yang wajib dimiliki seorang anak agar mencapai kegemilangan dalam hidup.

Daftar ini dibuat berdasarkan survei terhadap 8000 guru SD  pada tahun 2006 dan penelitian selama lebih dari 20 tahun di berbagai sekolah dasar di  Amerika Serikat.

Ke-10 ketrampilan sosial tersebut adalah:

1. Kemampuan mendengarkan orang lain
2. Mengikuti petunjuk
3. Menaati peraturan
4. Mengacuhkan gangguan
5. Meminta bantuan
6. Berbicara secara bergantian
7. Berkumpul bersama orang lain (teman sebaya, saudara, dll.)
8. Bersikap tenang ketika berada di tengah banyak orang (misalnya ketika tengah berada di mall, diundang ke sebuah acara keluarga, dll.)
9. Bertanggung jawab atas segala tindakan
10. Melakukan hal baik untuk orang lain.


Sumber : http://id.theasianparent.com/


20 persen anak-anak takut berkunjung ke dokter gigi, kata John E. Nathan, DDS, lektor kedokteran gigi anak di Universityof Alabama, Birmingham, dan ahli menangani kecemasan masalah gigi pada anak-anak.

Tip-tip dari Dr. Nathan berikut ini dapat membantu kunjungan berjalan lancar:

Temukan masalahnya 

Memahami asal-usul ketakutan anak terhadap dokter gigi akan memberi Anda cara untuk menemukan strategi yang efektif untuk membantunya mengembangkan keterampilan menenangkan diri sendiri.

Pilih dokter gigi yang tepat

Minta rujukan dari dokter  anak Anda. Seorang yang dapat mengenali dan menghilangkan ketakutan anak adalah orang yang mudah berkomunikasi dan memiliki cara yang lembut dengan anak-anak.

Bicara dengan dokter gigi sebelum bertemu

Persiapkan dokter dengan menceritakantemperamen anak Anda, dan beritahu apa yang Anda harapkan darinya. Tanyakan hal-hal seperti, “Bagaimana Anda memeriksanya?”, “Apakah saya diizinkan di ruang pemeriksaan?”, “Bagaimana Anda menangani perilaku yang tidak kooperatif?”

Kontrol diri

Anak-anak dapat dengan cepat menangkap kecemasan orangtua, jadi jika Anda gugup memikirkan reaksi anak Anda, yang terbaik adalah menyembunyikannya. Dan hindari pernyataan seperti “Itu tidak sakit” dan melebih-lebihkan pemikiran tentang rasa nyeri.

Gunakan pendekatan bertahap

Jika dokter gigi Anda berkenan, buatlah kunjungan pertama untuk sekadar “melihat-lihat”, kunjungan kedua untuk menjalani pemeriksaan, dan ketiga untuk prosedur tindakan. Hal ini membutuhkan lebih banyak waktu dan uang, namun pendekatan ini dapat membantu.

Jangan menyerah

Batita dan balita cenderung akan mengatasi kekhawatiran mereka ketika masuk usia sekolah. Penelitan menunjukkan bahwa anak-anak yang pergi ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin (bahkan mereka yang rewel pada kunjungan pertama) cenderung tidak terlalu cemas dibandingkan anak-anak yang tidak pergi secara rutin.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

Eka Hariyani
Kepala Sekolah TKIT Bina Amal Ibu Eka Hariani membuktikan bahwa kualitas dan kompetensi SDM Sekolah Bina Amal layak di perhitungkan. Ibu Eka Hariani berhasil menjadi juara satu Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Kota Semarang. Tidak hanya itu, di Tingkat Provinsi, Ibu Eka tidak lantas kehilangan gelar, Beliau mendapatkan juara Harapan 1.

Perjuangan Ibu Eka Hariani untuk mencapai prestasi hingga tingkat Provinsi tidaklah mudah. Sejak tahun 2010 Ibu Eka sudah mengikuti perlombaan Kepala Sekolah Berprestasi namun hanya mendapatkan juara 3 di tingkat Kecamatan. Tidak patah arang, Ibu Eka kembali mengikuti lomba yang sama di tahun 2011 dan 2012, Ibu Eka tampil lebih baik namun hanya mampu juara 2 di tingkat Kecamatan. Baru kemudian di tahun 2013 Ibu Eka berhasil menjadi Juara 1 di tingkat Kecamatan dan berhak mewakili UPTD Pendidikan Kec Semarang Selatan ke tingkat Kota Semarang.

Untuk pertama kalinya masuk di tingkat Kota Semarang, Ibu Eka Hariani langsung unjuk gigi dan berhasil memperoleh juara 1 sebagai Kepala Sekolah Berprestasi dan kemudian melanjutkan perjuangannya hingga di tingkat Provinsi. Di tingkat Provinsi Ibu Eka mendapatkann predikat Juara Harapan 1 Kepala Sekolah Berprestasi.

Ibu Eka Hariani merasa bersyukur karena telah mampu memperoleh prestasi sebaik itu, namun itu tidak lepas karena kerja keras yang di lakukan bersama. Ibu Eka mengatakan memenangkan lomba itu bukan perkara yang mudah, keberhasilannya memenangkan lomba karena ketekunannya yang terus ia terapkan dalam mengelola TK itu sendiri.

"Lomba itu tidak bisa di persiapkan dengan singkat, sedangkan kami tanpa ada lombapun kita telah melaksanakan prosedur-prosedur pengelolaan TK secara benar, kami memiliki banyak portofilio yang kami susun terus menerus meskipun tidak ada lomba" Ungkapnya.

Prestasi ini menambah deretan tropi di lemari TKIT Bina Amal, semoga kedepan semakin maju dan semakin berprestasi lagi.

Ibu Sakdiah
Sekolah Islam Terpadu Bina Amal selalu memperhatikan kualitas Guru dan meningkatkan kompetensinya. Upaya yang di lakukan ini menunjukan banyak kemajuan, tidak hanya murid-murid mereka yang berprestasi, Guru-guru Bina amal juga banyak yang memperoleh prestasi di berbagai kejuaraan.

Kali ini salah satu guru TKIT Bina Amal Ibu Sakdiah mendapatkan predikat sebagai Guru Berprestasi di tingkat Kota Semarang. Guru yang sudah langgaran mendapatkan tropi juara ini memperoleh juara 1 sebagai guru berprestasi di tingkat Kecamatan dan mendapatkan juara harapan 1 untuk tingkat Kota Semarang tahun 2014.

Mendapatkan predikat berprestasi, Ibu Sakdiah mengatakan bahwa hasil ini merupakan kerja keras bersama. Terus tekun untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan sebagai guru adalah salah satu kunci untuk mendapatkan prestasi ini.

"Ya pada intinya kami berusaha untuk meningkatkan kompetensi, dan alhamdulillah setelah di uji empat kompetensi kami sebagai guru, kami berhasil mendapatkan predikat sebagai guru berprestasi di tingkat Kota" Ungkapnya.

Selain predikat Guru Berprestasi, Ibu Sakdiah sebelumnya juga telah menjadi juara satu Lomba membaca cerita dan juga juara 3 Lomba sandiwara boneka.


Bingung memberi camilan yang enak tapi tetap sehat untuk anak ? ini dia ada tiga menu camilan yang bisa di coba :


Brokoli yang Pantas Dilirik

Jadikan makanan yang kurang disukai ini menjadi makanan yang favorit di rumah Anda. Memanggang akan membuang rasa pahit yang ada dalam brokoli. Kemudian Anda dapat menaikkan penampilannya untuk menarik minat anak dengan keju dan remahan tepung roti. Percayalah–mereka akan menyukainya:

1.Panaskan oven hingga suhu 210OC. Campur 16 ons brokoli, potong-potong, 2 sdm minyak zaitun, 3 siung bawang putih, ½ sdt garam, ¼ sdt merica hitam, dan 1/3 cangkir tepung roti panko gandum.

2. Sebarkan campuran brokoli dan bumbu pada sebuah loyang cekung. Panggang selama 13-15 menit atau hingga brokoli lunak, aduk sekali.

3. Pindahkan ke piring saji dan taburi dengan ¼ cangkir keju favorit anak Anda.


Bolu Mekar Merah Putih

Buat bolu kukus sesuai petunjuk dalam kemasan, bagi 2 adonan, beri 1 bagian adonan dengan pewarna merah dan 1 bagian biarkan berwarna putih. Tuang ke dalam cetakan bolu kukus yang telah diberi mangkok kertas warna putih dan merah. Kukus selama 5 menit (jangan pernah membuka tutup kukusan sebelum waktunya). Sajikan bolu kukus merah putih sepulang anak dari mengikuti perlombaan di Hari Kemerdekaan sebagai hadian dari Anda.


Salad Buah Tinggi Gizi

Paduan dari beberapa buah yang sarat gizi dan antioksidan yang berguna meningkatkan daya tahan tubuh saat Anda menjalani puasa dan Anda bisa menyajikannya di Hari Lebaran. Buat semalam sebelumnya dan simpan dalam kulkas hingga saat disajikan.

Serut 200 g blewah dengan serutan berlubang, bentuk masing-masing 200 g; melon orange, semangka, dan hijau menggunakan cetakan bulat (melon baller). Potong 100 g stroberi menjadi 4 bagian. Saus: Peras 3 bh jeruk Sunkist, campur bersama 3 sdm madu, dan 5 lbr daun mint, aduk rata. Campur saus bersama potongan campuran buah, aduk rata, simpan dalam kulkas hingga sesaat akan disajikan. Buang daun mint jika Anda akan menyajikan salad ini.

Sumber : http://parentsindonesia.com/

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget